
❤❤❤❤❤❤❤❤
"Eengghh ...."
Lenguhan lolos dari bibir vara,dia membuka mata nya perlahan dan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam mata nya. Dengan sedikit menggerakan tubuh nya,vara menatap sekeliling nya,tiba-tiba mata nya membuat sempurna saat mengingat kejadian tadi malam.
"hiks....hiks...."
Alvaro dari tadi memperhatikan wajah vara,dia tau kalau hal ini akan terjadi . Dia menarik tubuh vara dan menenggelamkan wajah vara didada nya,dia juga tidak tau harus bagaimana. Semua nya sudah terjadi,dia tidak bisa menyalahkan perawat itu juga.
Alvaro berpikir jika semua nya sudah digariskan oleh tuhan,vara adalah jodoh nya dan dia tidak akan melepaskan nya begitu saja. Dia akan menikahi vara dan membahagiakan wanita yang sudah menolong nya ,semua nya sudah di atur oleh sang pencipta dan dia hanya bisa menjalani nya .
"kenapa menangis?aku akan bertanggung jawab,maaf kan aku " ucap alvaro.
__ADS_1
"kenapa ? hiks....hiks....kenapa harus aku? kau....kau " tanya vara yang membalas pelukan alvaro,dia meremas punggung pria itu dengan keras untuk melepaskan rasa kesal nya
"aku sudah menyuruh mu pergi,tapi karena kebaikan mu yang ingin menolong ku makanya kita berakhir seperti ini. Sekarang kau milikku,jadi jangan coba menghindar. Aku ngak kan melepaskan mu " jawab alvaro dengan lebar
"mungkin memang kita sudah ditakdirkan bersama,kita berjodoh. Jika tidak,mungkin aku kan melakukannya dengan perawat itu dan menikahi nya seperti keinginannya karena menjebak ku" jelas alvaro lagi membuat vara mendongakan wajah nya ke atas,menatap wajah alvaro
cup....
"aku akan bertanggung jawab,aku akan melamar mu pada orang tua mu. Lagi pula kakak mu sudah mendengar semua nya, kau tidak punya pilihan lain sayang " jelas alvaro dengan senyuman masih dibibir nya ,dia mencium bibir vara dengan lembut
"kakak?" tanya vara dengan nada polos nya
Alvaro tersenyum,sebelum vara terbangun. Alvaro melakukan panggilan video pada adrian,dia ingin memberitahukan keadaan vara dan menjelaskan semua nya. Dia yakin jika adrian juga kedua orang Mereka pasti mengkhawatirkan vara yang tidak pulang,selama ini vara masih tinggal dengan kedua orang tua nya .
__ADS_1
Hanya adrian yang sesekali menginap disana,karena perusahaan mereka yang cukup jauh sehingga membuat kakak dari vara itu membeoi apartemen di dekat perusahaan dan akan kembali saat akhir pekan saja .
"hhmm....ya,aku sudah mendengar nya dan melihat secara langsung " ucap adrian
Percakapan mereka terhenti karena melihat vara membuka mata nya dan kemudian menangis,alvaro yang berusaha menenangkan dan membeirkan penjelasan masuk akal pada vara membuat adrian hanya bisa menghela nafas nya dengan kasar. Harus nya dia yang menikah lebih dulu,tapi bagaimana mungkin dia melakukan hal itu.
Vara pasti akan hamil,apalagi alvaro sudah mengatakan kalau dia menyebarkan benih nya didalam bukan membuangnya. Sehingga adrian tidak punya pilihan lain,dia akan mengalah dan berusaha mengejar gina saja.
"kakak..." ucap Vara dengan wajah yang sudah memerah karena malu.
"hah....ya,kakak akan mengalah. Menikah lah lebih dulu "ucap adrian yang dari tadi diam dan melihat kemesraan vara dan alvaro
"maaf ya kak,tapi aku janji akan memberikan hadiah yang spesial untuk kakak " ucap vara yang merasa malu dengan tubuh nya yang polos itu
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘