
☘☘☘☘☘☘☘☘
Damian menggeliatkan tubuh nya ,dia membuka mata nya dan melihat wajah sang mama didepannya. Kemudian Damian tersenyum sambil merapat kan tubuh nya,memeluk Wenny dengan erat .
"ayo bangun,makan siang dulu. Bangunkan Wenny,dia pasti lapar juga " jelas mama Damian yang melihat putra nya sudah bangun
Mama Damian memilih untuk keluar dari kamar Damian karena melihat Damian sudah bangun,dia ingin melihat bagaimana anak nya itu membangunkan calon istri nya .
Mama Damian berpikir kalau Wenny dan Damian sudah melakukan nya makanya mereka tidur menggunakan selimut untuk menutupi tubuh nya,padahal sebenarnya mereka hanya melalukan pelepasan tanpa penyatuan.
Damian menatap wajah Wenny yang masih terlelap,enggan rasa nya ingin membangunkan Wenny sekarang karena dia yakin kalau Wenny memang sangat jarang bisa tidur pulas seperti ini . Wenny selalu bangun awal dan tidur lebih malam karena merawat pasien di rumah sakit,apalagi dia juga sering sekali piket malam.
cup....cup....cup....
"tidur lah lebih lama lagi,aku mau mandi kemudian mengambil makan siang untuk kita. Kita makan dikamar saja ya " bisik Damian,kemudian dia bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang lengket.
Walaupun tidak melakukan penyatuan, tapi dia merasakan kalau tubuh nya benar-benar berkeringat karena menikmati permainan lmilik Wenny. Dia akan menyiapkan segala nya ,dia akan menemui keluarga nya lebih dulu Kemudian mengambil makanan mereka.
__ADS_1
Wenny mendengar semua nya,dia sudah bangun saat mama Damian memanggil mereka. Hanya saja dia merasa malu untuk membuka mata nya,apalagi posisi mereka yang terbilang sangat intim. Dia takut dikatakan wanita murahan yang menggoda pria dikamar nya,walaupun dia tau kalau mama nya Damian yang mengatakan untuk istirahat dikamar Damian.
Tak lama Damian keluar dari kamar mandi dengan keadaan segar,hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian inti nya saja. Dia melihat Wenny sudah duduk di atas tempat tidur,senyuman dibibir nya mengembang.
"kau sudah bangun?tidur lah lagi jika masih lelah" ucap Damian yang berjalan mendekati lemari,dia ingin mengambil pakaian untuk nya
Wenny menggelengkan kepala nya, dia akan merasa semakin tidak enak jika terus tidur disana. Mereka pasti memikirkan sesuatu yang berbeda dengan nya,Wenny takut dibilang pemalas. Makanya dia bangun saja,dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi sambil mengambil underware miliknya yang sudah berada di dekat meja
Wajah Wenny sudah memerah ,dia berlari kecil menuju kamar mandi membuat Damian tersenyum kecil. Damian memakai pakaian santai nya,dia menunggu Wenny keluar dari kamar mandi karena dia akan keluar dari kamar bersama dengan Wenny
Wenny keluar dari dalam kamar mandi menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya,Dia merasa malu karena masih ada Damian disana. Padahal dia pikir kalau Damian sudah keluar lebih dulu,Damian tau apa yang dipikirkan oleh Wenny sehingga wajah Wenny memerah.
Wenny melirik Damian yang sibuk dengan ponsel nya,dia berjalan menuju koper miliknya dan mengambil pakaian santai nya yang masih terlihat bagus. Kemudian membawa nya kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaian nya disana ,Damian kembali tersenyum melihat sikap Wenny yang salah tingkah.
Setelah selesai,Damian keluar bersama Wenny menuju dapur. Damian menggenggam tangan kecil Wenny dengan lembut,dia ingin menunjukan pada keluarga nya kalau dirinya sudah terlihat dekat dengan Wenny walaupun mereka dijodohkan.
"maaf lama ma" ucap Damian dengan sopan
__ADS_1
"ngak apa-apa,duduklah" jawab sang mama dengan lembut
Disana ada Dokter daniel yang merupakan pemilik rumah sakit,papa nya Damian. Wenny merasa malu karena ini pertama kali nya Wenny makan bersama dengan pemilik rumah sakit itu.
"terima kasih Wenny,kamu sudah mau menerima Damian menjadi suami mu" ucap pak daniel membuat Wenny menatap nya dengan bingung,tapi kemudian Wenny tersenyum dan menganggukan kepala nya.
Harus nya dia lah yang berterima kasih karena sudah menjadi bagian dari keluarga Damian,apalagi dirinya diterima dengan baik disini.
Mereka makan dalam keadaan tenang,Wenny bingung harus membicarakan mengenai apa . Bagi nya semua nya terlihat sempurna,dia bisa merasakan kalau dirinya pasti akan bahagia bila menikah dengan Damian.
Waktu berlalu,semua nya sudah disiapkan dengan sempurna. Ke dua orang tua Damian sudah menyiapkan pesta pernikahan nya dan Damian dengan sangat mewah,mereka sengaja membuat pesta di aula sebelah rumah sakit.
Aula itu biasa dijadikan seminar bagi pihak rumah sakit untuk menyambut dokter-dokter muda yang akan menjalani magang nya atau langsung bekerja disana, apa pun acara yang menyangkut rumah sakit akan dilakukan disnaa.
Apalagi saat ini adalah acara pernikahan anak dari pemilik rumah sakit,jelas saja diadakan di aula itu. Bahkan sebentar lagi rumah sakit itu akan diwariskan untuk Damian,Damian memang ngak ngerti mengenai urusan rumah sakit karena dia sibuk belajar mengurusi perusahaan peninggalan kakek nya hingga sekarang
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘