
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ceklek
Pintu kamar adrian terbuka,adrian masih menarik tangan gina dengan lembut. Kemudian dia menempatkan gina untuk duduk di pinggiran tempat tidur nya,dia masih menatap wajah gina yang masih kelihatan bingung .
"pertama kali bertemu" ucap adrian membuat gina mengernyitkan dahi nya,dia semakin bingung ucapan adrian . Dia masih menunggu penjelasan selanjut nya dari adrian,karena dia yakin masih ada lanjutan nya.
"saat itu aku sudah menyukai mu,cinta pada pandangan pertama. Kira-kira seperti itu lah,makanya aku mencari tau semua nya mengenai dirimu. Aku tidak ingin menjadi pebinor atau merebut kekasih orang lain,karena menurutku hal itu pasti menyakitkan untuk orang lain " jelas adrian membuat gina menganggukan kepala nya
Sampai disini gina sudah mengerti,dia masih ingin penjelasan dari adrian . Masih banyak pertanyaan dikepala nya dan dia tau kalau adrian menyadari hal itu,dia juga yakin adrian akan memberikan semua penjelasan nya saat ini juga.
__ADS_1
"Setelah mengetahui semua nya,aku....semakin tertarik dengan mu dan ingin memiliki mu. Sudah aku putuskan,malam itu aku akan membawa mu pada keluarga ku dan mengatakan kalau aku ingin menikahi mu. Tapi ternyata rencana ku hanya tinggal rencana,kejadian yang dialami vara dan alvaro membuat ku mengurungkan niat ku menikahi mu " jelas adrian sambil menghela nafas nya dengan cukup kasar,ada rasa kesal dimata adrian dan gina menyadari nya
"apalagi saat itu,aku harus ikut membantu mereka mengurus kepindahan mereka keluar negeri sehingga aku tidak bisa memberitahukan pada mu semua nya. Aku sudah tau kalau kau tidak berniat menikah ,aku juga tau kenapa dan semua nya ngak perlu aku jelaskan lagi tapi bagi ku....untuk urusan itu,ngak masalah. Yang terpenting kau sudah berubah,itu hanya masa lalu jadi itu ngak penting " jelas adrian lagi
Kini adrian sudah duduk disamping gina,semua pertanyaan yang ada dikepala gina terjawab sudah. Dia merasa tersanjung dengan semua penjelasan yang diberikan oleh adrian,jantung nya berdebar dengan kencang karena penjelasan panjang yang diberikan oleh adrian benar-benar membuat nya tidak percaya .
Cup....
Gina merasa terharu,adrian memikirkan perasaan nya dan tidak memperdulikan nafsu nya. Gina tau saat ini adrian pasti menginginkan nya,karena sesuatu dibalik celana yang dipakai oleh adrian sudah berdiri dan menonjol dengan jelas.
"terima kasih,aku bersyukur bisa memiliki kekasih dan calon suami seperti mu kak. Sekali lagi terima kasih,aku mencintai mu" ucap gina sambil memeluk tubuh adrian dengan erat dna dibalas oleh pria itu.
__ADS_1
Mereka tidak melakukan hal intim dikamar itu,hanya sekedar tidur sambil berpelukan saja setelah memberikan salep dibeberapa bagian tubuh adrian. Gina melihat semua tubuh adrian dari atas hingga kebawah,hanya bagian inti saja yang tidak dia lihat dengan jelas . Walaupun dia tau kalau benda itu pasti sangat lah besar,mengingat begitu jelas nya tonjolan disana.
Sedangkan Vara dan Alvaro kembali ke hotel,mereka akan menemui keluarga inti dari alvaro yang sudah tiba disana semalam. Alvaro tidak memiliki rumah induk disini,dia hanya memiliki apartemen yang tidak begitu besar di dekat rumah sakit.
Vara benar-benar merasa khawatir, sepanjang jalan menuju hotel wajah vara terlihat tidak tenang. Walaupun dia sudah bertemu dengan kedua orang tua alvaro semalam,tapi itu hanya sekilas saat mereka datang kerumah vara untuk melamar wanita itu.
Saat ini keluarga inti alvaro memang ingin bertemu dengan vara secara langsung tanpa melibatkan kedua orang tua vara,mereka ingin melihat vara tanpa kedua orang tua agar mereka bisa menilai seperti apa calon menantu mereka ini.
Keluarga inti alvaro sudah tau cerita mengenai alvaro yang dijebak, bahkan mereka juga ikut melihat proses perawat itu ditahan oleh pihak berwajib. Ada rasa marah juga kesal dari mereka karena hal itu,alvaro harus bertanggung jawab pada vara. Padahal kedua orang tua alvaro sudah menyiapkan seorang wanita yang akan menjadi pendamping anak nya itu,wanita yang merupakan keluarga jauh dari mimi nya.
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ