
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Alvaro merasa tidak enak dengan keluarga vara,kalau keluarga nya . Dia tidak begitu perduli,karena dia tau kalau keluarga nya akan bersikap biasa saja hanya saja keluarga vara pasti akan menganggapnya tidak bisa menunggu waktu yang tepat
"maaf kak,tadi memang kami bangun kesiangan " ucap alvaro dengan rasa bersalah nya,vara menggenggam tangan alvaro. Vara juga merasa tidak enak karena dia juga menginginkan nya pagi tadi,entah kenapa rasa nya jadi ketagihan.
"ha...ha....kalian ini,aku hanya bercanda tadi. Ayo...sekarang kita berangkat,semoga kalian tidak ketinggalan pesawat" jawab adrian
Mereka menaiki mobil adrian bersama,menuju bandara dikota itu. Gina duduk di bangku depan bersama dengan adrian yang sedang mengemudikan mobil nya,sedangkan vara dan alvaro berada dibelakang.
Tak lama kemudian mereka sampai di parkiran bandara,mereka jalan bersama hingga akhirnya mereka berpisah didepan pintu masuk.
__ADS_1
"baik-baik disana,nanti saat kakak menikah . Kalian harus hadir,aku ngak mau tau apa pun alasan kalian " ucap adrian yang sudah memeluk tubuh vara
Vara menganggukan kepala nya sambil menangis,dia masih memeluk tubuh adrian. Selama ini dia lebih dekat dengan sang kakak dari pada kedua orang tua nya,apalagi semenjak kecil - kedua orang tua nya sering sekali meninggalkan mereka berdua dirumah bersama pengasuh. Walaupun hanya sesekali saja,tapi karena itu lah mereka saling menjaga.
"dan kau....aku harap kau bisa menjaga adikku dan tidak menyakiti nya juga membuat nya nangis,jika aku tau hal itu -maka jangan salah kan aku jika kau tidak akan bisa bertemu dengan nya lagi " ucap adrian dengan penuh ancaman.
"aku akan menjaga nya kak,dia adalah harta ku yang paling berharga saat ini " jawab alvaro dengan tegas.
"dia sudah besar,dia juga terlihat bahagia bersama suami nya" bisik gina yang berusaha menenangkan calon suami nya itu
"kau juga harus menjaga seorang wanita nanti nya,jika saja aku punya seorang kakak seperti mu. Mungkin kau juga akan mendapatkan ancaman dari nya,tapi....aku tidak memiliki siapa pun. Kau bisa melakukan apa pun pada ku,bahkan jika nanti nya kau mencampakan ku. Tidak akan ada yang berani menuntut mu " ucap gina,dia merasa sedikit iri pada vara yang memiliki kakak yang menyayangi nya
__ADS_1
Adrian merasa terkejut mendengar ucapan gina,dia menatap wajah gina yang terlihat sedih tapi senyuman merekah dibibir nya. Dia tau kalau gina berusaha untuk tersenyum untuk menghibur nya,walaupun hati nya sedih mengingat dirinya yang tidak memiliki siapa pun yang akan membela nya nanti.
"kau mendapatkan calon suami yang bertanggung jawab,jadi kau tidak perlu khawatir untuk disakiti atau di campakkan karena aku tidak akan melakukan hal itu. Kami....aku dan kedua orang tua ku akan menjadikan ku ratu di rumah kami" jawab adrian dengan tegas dengan tatapan nya menuju dimata gina
"terima kasih,aku sangat bersyukur dan beruntung memiliki kalian saat ini" ucap gina sambil menangis pelan
Setelah mengantar mereka,kedua orang tua adrian kembali kerumah nya sedangkan adrian mengajak gina ke apartemen miliknya. Dia ingin gina tinggal bersama nya di apartemen nya,hingga pernikahan mereka dilaksanakan.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1