
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Pagi nya,alvaro merasakan tubuh nya yang sudah sakit. Dia memijat kening nya yang terasa masih pusing,dengan perlahan dia membuka mata nya kemudian dia mengingat semua yang dia lakukan. Seketika itu juga dia melirik ke arah samping,wajah pucat milik vara terlihat masih terlelap
"eengghh ...."
Vara melenguh,dia merasakan tubuh nya sakit dan kedinginan. Alvaro yang melihat nya langsung meletakan punggung tangannya pada dahi vara,vara demam. Alvaro menatap wajah cantik yang terlihat pucat itu dengan tatapan iba,apalagi dia melihat bekas gigitan juga darah keperawanan milik vara sudah mengering di sprai miliknya.
Alvaro meraup wajah nya dengan kasar,dia benar-benar merasa kesal dengan perawat itu. Dia akan membuat perhitungan dengan perawat yang ingin menjebaknya itu,dia tidak akan diam tapi vara. Dia kembali menatap wajah vara yang masih terlelap,kemudian dua bangun dan mengambil air hangat di dapur.
Mengompres dan membersihkan tubuh vara dengan perlahan,gejolak hasrat kelakian kembali bangkit . Tapi tidak mungkin dia melakukannya lagi,mengingat kondisi tubuh vara yang demam dan lemas.
Setelah membersihkan tubuh vara dan memakaikan kemeja miliknya,alvaro kembali ke dapur. Dia ingin membuatkan bubur untuk vara juga dirinya,alvaro tinggal sendiri disana. Hanya ada bibik yang suka bersih-bersih saja,itu pun si bibik dari rumah kedua orang tua nya sendiri bukan dari tempat lain.
__ADS_1
Ceklek
"lho....tuan,kok buat sarapan sendiri ?kenapa ngak nunggu saya?" tanya si bibik,karena biasanya dia yang membuat kan sarapan sebelum mengerjakan pembersihan apartemen nya
"aku ingin buatkan bubur buat kekasih ku,dia sedang sakit dan istirahat di kamar " jawab alvaro yang menyebut vara sebagai kekasih nya membuat si bibik terkejut juga senang,dia akan memberitahukan mengenai hal ini pada kedua orang tua nya alvaro.
Selama ini mereka juga menunggu alvaro untuk segera menikah,bukan hal mudah bagi alvaro bisa menyukai wanita. Karena kesombongan dan keangkuhan yang dimiliki alvaro,tidak semua wanita yang bisa mendekati nya. Dia merupakan pria pemilih,hingga kedua orang tua nya mengetahui kalau putra nya itu menyukai dan mencintai merry.
"kekasih?tuan muda punya kekasih?saya akan memberitahukan hal baik ini pada nyonya dan tuan besar " ucap si bibik dengan semangat.
Alvaro hanya diam saja,si bibik yakin jika alvaro juga ingin menyampaikan hal ini. Makanya dia mengatakan langsung pada su bibik semua nya ,agar si bibik yang merupakan tangan kanan keluarga menyampaikan berita ini secara langsung .
Alvaro sudah menyiapkan semua nya di nampan,dia membuat nya sendiri tanpa bantuan siapa pun. Susu,roti juga bubur dan buah. Semua nya disiapkan nya,dia berharap vara mau menerima dirinya dan memaafkan semua yang dia lakukan tadi malam.
__ADS_1
Melihat alvaro berjalan ke arah kamar nya,si bibik langsung menelpon mimi nya alvaro. Mengabarkan apa yang baru saja dia dengar dari tuan muda nya itu,hal yang mengejutkan dan berharga bagi mereka.
Ceklek....
Alvaro meletakan nampan berisi makanan dan minuman di atas meja,dia menaiki tempat tidur dan kembali menarik tubuh vara agar masuk kedalam pelukannya. Dia benar-benar bersalah,tapi rasa bersalah itu membuat nya yakin jika memang semua nya sudah menjadi takdir nya dan vara adalah jodoh nya .
cup....cup...
Alvaro memberikan ciuman dikening juga dibibir vara sekilas,dia menatap wajah vara yang masih terlihat pucat. Dia tau kalau vara merasa trauma dan kesakitan karena pemaksaan nya tadi malam,tapi dia akan terus berusaha membuat vara menjadi miliknya.
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1