
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Praaang....
Suara benda jatuh dari arah ruang tamu membuat fadly yang baru keluar dari kamar segera menuju kesana,dia melihat ayah nya berdiri sambil memeluk ibu nya. Fadly belum melihat jelas siapa orang yang ada didepan ayah nya ,karena memang tertutup oleh kedua orang tua nya .
Fadly melihat vas bunga kaca milik ibu nya sudah bertebaran dilantai,dia merasa terkejut dan lebih terkejut lagi melihat papa dari mantan kekasihnya dulu sudah berdiri didepan kedua orang tua nya dengan tangan berada dipinggang nya .
"maaf,ada apa ini?" tanya fadly yang menatap ibu nya sudah menangis dipelukan sang ayah.
"ha...ha....kau si pembuat onar,sudah miskin tidak tau diri " tawa keras pria itu terdengar menggelegar di ruangan itu.
Fadly mengernyitkan dahi nya karena bingung dengan ucapan papa mantan kekasih nya itu,dia melihat ke arah ibu dan ayah nya yang masih terdiam .
"nak....bapak Ini bilang kamu menyuruh calon mertua mu untuk menarik investasi di perusahaan mereka hiks....hiks....kamu juga menyuruh mereka untuk menghancurkan salah satu perusahaan mereka " jelas ibu fadly masih dengan tangisan nya.
__ADS_1
"Jangan berlagak bodoh,kalian ingin kami jatuh miskin seperti kalian ?kami memiliki perusahaan cukup banyak ,kalau hanya satu. Kami ngak bakalan miskin seperti kalian " teriak pria paruh baya itu dengan nada lantang nya.
prok....prok....prok .
Suara tepuk tangan terdengar dibelakang pria paruh baya itu,terlihat wajah nya sudah memucat. Fadly menatap ke arah kedua orang tua merry yang sedang berjalan masuk,dia juga melihat merry sudah berada dibelakang kedua orang tua fadly.
"ayah....ibu,ada apa ini ?" tanya merry yang melihat ibu fadly menangis dipelukan ayah suami nya.
Ibu fadly melepaskan pelukan nya dari suami nya,dia menatap merry dengan mata yang masih memerah dan sisa air mata di sudut mata nya . Merry mendekatkan diri dan memeluk tubuh calon mertua nya itu dengan erat,dia mengelus punggung belakang ibu fadly .
Mata merry menatap ke arah kedua orang tua nya yang sudah berdiri didepan pintu rumah fadly dengan tatapan tajam,pertemuan pertama mereka sudah tidak baik. Merry menjadi takut jika fadly menolaknya,dia melirik ke arah fadly yang hanya diam saja memperhatikan mantan calon mertua nya itu.
"maaf tuan,saya ngak pernah meminta siapa pun untuk menarik investasi dari perusahaan anda. Jadi jangan mengatakan yang tidak benar" jawab Fadly dengan ketus
" silahkan anda pergi dari sini,karena kami sedang ada pertemuan yang penting " ucap fadly dengan tegas.
__ADS_1
Kedua orang tua merry berjalan masuk kedalam ruang tamu itu dengan tersenyum,mereka masih menatap wajah merry yang terlihat marah karena pria paruh baya itu yang ternyata mencari gara-gara disana .
"Kalau begitu,anda bisa pergi jika tidak ingin perusahaan anda yang lainnya juga mengalami hal yang sama " ucap papa merry dengan tegas
"maaf tuan,saya ngak bermaksud. Tapi,apa anda sudah memikirkan nya?pria ini ngak pantas menjadi menantu anda,harus nya anda mencari menantu yang sederajat dengan anda bukan dokter miskin seperti nya " ucap papa mantan kekasih fadly.
Kedua orang tua fadly merasa takut,dia menatap ke arah fadly yang hanya diam saja. Mereka merasa kasihan pada putra nya ,jika nanti orang tua merry juga berpikiran hal yang sama seperti mereka.
"dokter miskin ini,bakalan menjadi pewaris keluarga kami. Dia yang akan meneruskan semua perusahaan ku, kau harus berhati-hati. Jika fadly sudah menjadi menantu ku,maka dia yang akan mengurus semua nya. Aku ingin pensiun dan menikmati masa tua ku bersama cucu dari putri ku" jelas papa merry dengan tegas.
Merry tersenyum senang,dia menatap papa nya dengan lembut . Pria paruh baya itu langsung pergi dari sana setelah membuat kekacauan dirumah sederhana itu,dia merasa malu juga takut jika nanti nya fadly memimpin perusahaan milik keluarga merry dan fadly membalas dendam pada nya karena perusahaan keluarga merry terbilang cukup berkuasa juga disana.
bersambung..
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ
__ADS_1