
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Sudah seminggu fadly berada dikota ini,hanya saja dia belum masuk bekerja karena mengurus kepindahan nya kesini . Dia membeli rumah sederhana untuk kedua orang tua nya,mereka akan tinggal lebih lama disini. Kalau dulu ,fadly yang bertugas di perkampungan dalam tidak bisa membawa kedua orang tua nya ikut serta. Hanya mengirimkan uang untuk biaya kontrakan di kampung nya,tapi kini dia sudah ditugas kan dikota makanya dia memilih membeli rumah sederhana dan membawa kedua orang tua nya tinggal bersama nya.
Jika pun nanti nya fadly akan di mutasi kan ke daerah perkampungan dalam lagi,dia akan membiarkan kedua orang tua nya untuk tetap tinggal di kota ini. Saat itu fadly memang belum punya uang untuk membeli rumah,jadi dia mengumpulkan gajinya dan membeli rumah kecil untuk kedua orang tua nya.
Bukan tidak bisa fadly mengambil perumahan yang bisa kredit tiap bulannya,tapi dia tidak ingin . Dia tidak mau memiliki hutang dengan pihak mana pun,makanya dia memilih mengumpulkan uang dan membeli sendiri dengan kemampuan nya. Makanya dia tidak memiliki pacar atau istri,karena jika dia memiliki pacar maka tidak mungkin dia tidak mengeluarkan uang untuk mereka. Apalagi para wanita selalu ingin dibelikan apa pun dari uang nya,kalau untuk istri. Dia tidak ingin menambah beban,dia ingin membahagiakan kedua orang tua nya .
Walaupun kedua orang tua nya sangat menginginkan fadly menikah,banyak pengusaha menjodohkan nya dengan putri mereka tapi dia tidak mau karena dia yakin anak-anak pengusaha itu tidak akan bisa hidup susah bersama nya.
Menurut nya,harta hanyalah titipan didunia. Roda kehidupan juga berjalan,tidak mungkin dia selalu diatas seperti saat ini. Suatu saat nanti pasti ada masa nya dia mengalami kegagalan dan saat itu,hanya kedua orang tua nya lah yang ada disisi nya .
"hhmmm....sebaiknya memakai jasa supir saja" ucap fadly yang masih memapah tubuh merry
"hei....kau belum menikah,ini dokter merry. Dia bekerja di rumah sakit tempat kita juga,kau bisa mendekati nya. Dia berasal dari keluarga kaya bro" ucap salah satu temannya,dia memang sudah menikah dengan anak salah satu pejabat dikota itu.
__ADS_1
Fadly terdiam,dia tidak ingin berurusan dengan wanita dari kalangan atas. Dia pernah merasakan hal itu ,dia ditendang begitu saja dengan keluarga wanita yang dia cintai.
Fadly pria normal,dia juga pernah mempunyai wanita yang dia cintai. Sayang nya wanita itu berasal dari keluarga terhormat dan terpandang,kekayaan wanita itu berada diatas dirinya yang hanya seorang pria miskin dengan beasiswa kedokteran dari pemerintahan daerah.
"hei....kau akan menjadi dokter kampung,mana bisa membahagiakan putri ku Gaji mu hanya bisa memberikan snack untuk nya, mau kamu kasih makan apa anak ku hah"
Ucapan seorang ayah yang tidak ingin melihat putri nya sengsara,masih terngiang di telinga fadly jika fadly dekat dengan wanita mana pun. Dia merasa harus tau diri,makanya dia selalu menolak dan menjauh dari wanita manja seperti merry ini menurut nya.
"hei....kau tau sendiri kan,fadly alergi dengan wanita kaya" ucap yang lainnya
Fadly hanya bisa tersenyum kecil saja,dia membawa tubuh merry kedalam mobil nya karena pihak cafe sudah mengenal merry yang merupakan pelanggan vip di cafe mereka. Merry juga sering memakai jasa supir jika dia kelelahan dan malas membawa mobilnya ,merry sering makan di cafe itu dengan Damian jika Damian kesini atau dengan teman-teman kuliah nya yang sering reunian disini.
Setelah memastikan mobil merry bergerak meninggalkan parkiran restauran,fadly mengendarai motor bebek nya untuk sampai di rumah sederhana yang sudah dia beli dengan hasil keringat nya sendiri.
Ciuman yang diberikan oleh merry pada nya ,merupakan ciuman pertama nya. Memang bisa dibilang kalau fadly merupakan pria tua yang sudah hampir lapuk dan tidak pernah mengenal kata pacaran,dengan wanita yang dia cintai. Dia tidak berani menyentuh bahkan mencium nya,dia menjaga wanita itu dengan baik tapi merry sudah mencuri ciuman pertama nya .
__ADS_1
Fadly mengusap bibir nya ,dia tersenyum kecil. Paling ngak dia pernah merasakan ciuman wanita,bibir kenyal dan lembut yang membuat nya tersenyum sendiri.
Tak lama fadly sampai didepan rumah sederhana yang baru dibeli nya seminggu yang lalu,bau cat baru masih tercium di hidung nya. Dia masuk dengan perlahan karena tidak ingin membuat kedua orang tua nya bangun,walaupun dia tau kalau ibu nya pasti menunggu nya seperti biasa jika dirinya berada di dekat mereka.
"fadly....kok baru pulang ?kamu udah makan?" tanya ibu fadly yang baru keluar dari kamar nya
"sudah bu,tadi ditahan oleh farel bu" jawab fadly yang mendekati ibu nya dan memeluknya
"ibu kenapa belum tidur hhmm?kan udah aku bilang,ngak usah nungguin aku bu. Nanti ibu sakit " ucap fadly sambil menatap wajah keriput ibu nya yang sudah tersenyum
"kalau begitu menikah lah,agar bukan ibu lagi yang nungguin kamu pulang tapi istri mu " teriak ayah fadly yang ikut keluar dari kamar nya ,dia mendengar pembicaraan istri dan anak nya itu.
Fadly tersenyum,dia melepaskan pelukan nya dari ibu nya dan berjalan menuju ayah nya yang berdiri. Kemudian dia memeluk tubuh renta itu juga,fadly tidak pernah membedakan ibu juga ayah nya. Dia memberikan kasih sayang yang sama kepada kedua nya,tidak pernah membedakan nya sama sekali
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ