
❣❣❣❣❣❣❣❣❣
Gina masih terpaku didepan mobil nya,dia bingung harus bagaimana sehingga dia menganggukan kepala nya. Tidak masalah hanya mengantarkan adrian,lagi pula jika dia ingin tubuh gina . Maka gina akan memberikan nya, sebagai ucapan terima kasih karena sudah dua kali menolong nya .
"baiklah,setelah mengantarkan dan mengobati luka anda. Saya akan segera pergi"jelas gina
Adrian menyodorkan kunci mobil nya pada gina,membuat gina terdiam. Gina hanya menatap adrian dan kunci ditangan pria itu,adrian hanya bisa mengernyitkan dahi nya karena respon dari gina.
"kau yang menyetir,aku kan pasien nya " ucap adrian setelah cukup lama saling tatap dengan gina
"aku ngak bisa nyetir mobil,kalau mau kita naik motor ku saja " jawab gina yang sebelumnya menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Gina memang tidak pernah belajar membawa mobil,karena untuk apa dia belajar hal yang tidak perlu . Apalagi dia yakin kalau dirinya tidak akan bisa mampu membeli mobil,makanya dia hanya bisa mengendarai motor.
Mendengar kata motor,adrian segera menganggukan kepala nya. Bukan tidak bisa membawa mobil dengan keadaan nya yang hanya luka memar dibagian wajah dan beberapa bagian tubuh nya ,tapi karena dia ingin bisa lebih dekat dengan wanita itu.
Melihat anggukan dari adrian,gina membantu adrian lagi untuk menuju motor nya yang tak jauh dari mobil adrian. Deretan mobil dan motor memang hanya berhadap-hadapab saja,makanya tidak butuh waktu lama hingga akhirnya terlihat motor matic warna merah menyala disana.
Norak dan sedikit mencolok,tapi warna merah memang warna kesenangan nya. Makanya biar dikatakan norak ,tapi dia menyukai nya . Gina memberikan helm cadangan nya,biasanya dia membonceng teman sesama perawat nya.
Gina hanya bisa mendengus dengan kasar,dia tau semua pria sama saja. Termasuk adrian,dia pasti ingin meminta balasan karena sudah menolong nya seperti ucapan dokter itu. Tadi nya, gina berpikir kalau adrian berbeda. Melihat tangan adrian yang sudah meraba kemana-mana,membuat gina menarik sisi baik pria itu.
Tangan adrian yang mulai mengarah pada bagian sensitif nya,langsung ditariknya dan ditempatkan di perut nya lagi . Berkali -kali adrian ingin melakukan itu,membuat gina mendengus dengan kesal.
__ADS_1
"sabar lah,bentar lagi kita sampai dirumah mu. Aku bisa mendapatkan nya,aku akan memberikan nya untuk pertama dan terakhir sebagai tanda terima kasih ku karena sudah menyelamatkan ku dari para dokter itu " jelas gina dengan nada kesal nya,karena dia tau jelas maksud adrian mengajak nya kerumah nya saat ini.
Adrian terdiam,dia meremas perut gina membuat gina meringis sedikit. Adrian terlalu terlena dan sangat menginginkan gina,tapi dia tidak ada niat untuk meminta nya pada gina seperti ini sebagai ucapan terima kasih seperti perkataan gina tadi.
Tak lama mereka sampai didepan rumah mewah,gina masuk kedalam halaman rumah itu karena pintu gerbang nya sudah terbuka dengan lebar.
Mata gina membulat sempurna saat melihat ada beberapa mobil dihalaman rumah itu,dia melirik ke arah adrian yang sudah turun lebih dulu. Gina berpikir jika rumah adrian hanya dihuni oleh adrian saja,karena itu adrian ingin meminta imbalan pada nya tapi ternyata dugaan nya salah. Didepan pintu terlihat dokter fadly sudah berdiri dengan vara dan sepasang suami istri paruh baya yang wajah nya sedikit mirip dengan vara dan adrian
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
__ADS_1