
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Gina pun mendorong dada bidang Adrian ,adrian melepaskan nya dan menatap wajah juga bibir gina dengan lembut. Dia menghapus sisa saliva miliknya dibibir gina,kemudian menghapus sisa air mata di sudut mata gina dengan jari nya yang lain.
"Maaf....tadi hanya..." ucap adrian dengan gugup,dia takut jika gina akan marah .
"eenngghh ....ngak apa-apa,makasih bapak sudah bantu saya tadi . Kalau begitu saya permisi dulu " potong gina sambil tersenyum,dia menjauhkan tubuh nya dari adrian dan berjalan meninggalkan adrian yang masih terdiam.
Di kantin,terlihat fadly sudah duduk bersama dengan Vara. Merry menatap wajah fadly yang sibuk dengan ponsel nya, tapi mata vara masih menatap ke arah wajah fadly sambil menampilkan senyuman indah di bibirnya.
"Kalian tiba lebih dulu,apa sudah lama?" tanya merry yang baru saja sampai
Vara melihat wajah merry yang glowing dengan bibir yang memakai pelembab,dia sangat tau hal itu karena dia juga seorang wanita dan sering melakukan hal itu. Berbeda dengan Fadly,dia hanya menatap merry sekilas dan menganggukan kepalanya saja.
Mereka memesan makanan yang cukup banyak,merry mengatakan akan membayar semua nya. Dia menyambut kedatangan vara dan fadly dengan tangan terbuka,mereka pun makan dengan tenang tanpa bicara apa pun.
Vara masih menatap wajah fadly,begitu juga dengan merry. Dia bergantian memandang vara dan fadly,dia yakin jika vara menyukai fadly makanya dia ingin tau apakah fadly juga menatap ke arah Vara tapi ternyata tidak . Kemudian dia tersenyum,entah kenapa dia merasa senang melihat fadly tidak perduli dengan Vara.
kriing....kriiing...
__ADS_1
Ponsel fadly berdering,fadly melihat siapa yang menelpon nya kemudian dia menatap ke arah Vara dan merry.
"maaf,saya terima telpon dulu " ucap Fadly dengan sopan.
Fadly mengangkat panggilan dari ibu nya,panggilan video membuat fadly merasa bingung . Dia melihat wajah sang ibu yang sedang menunjukan wajah wanita muda disamping nya,membuat nya mengernyitkan dahi nya karena masih bingung.
"nak....ini tetangga baru kita,dia masih single dan belum menikah. Cantik kan ?" tanya ibu fadly membuat fadly menghela nafas nya dengan kasar
"cantik bu,tapi lebih cantik pacar aku" jawab Fadly dengan santai, membuat mata ibu nya membulat sempurna.
"benarkah?kenapa ngak di bawa kerumah nak?" tanya ibu fadly dengan rasa senang nya .
Fadly kembali ke meja dimana merry dan vara berada,disana sudah ada Alvaro dan farel juga dani. Fadly mendekati mereka dan duduk di tempat nya tadi,dia menganggukan kepala nya dengan pelan.
"kau dari mana saja?apa ibu mu menelpon lagi dan ingin menjodohkan mu hhmm?" tanya Farel,dia pernah melihat ibu nya fadly menunjukan foto bahkan wajah wanita itu secara langsung melalui video call. Wanita yang ingin dia jodohkan pada fadly,tapi seperti biasa.
"apa seperti biasanya,kau akan bilang kalau kau sudah memiliki pacar ?" ucap dani sambil tersenyum
Fadly hanya diam saja ,dia mengambil minum miliknya dan meneguk nya dengan cepat. Dia tidak perduli dengan semua orang yang menatap nya di meja makan,dia hanya kembali duduk seperti biasa saja.
__ADS_1
"makanya cari pacar,agar ngak dijodohkan lagi" ucap farel sambil menatap ke arah fadly
Merry juga vara masih mendengarkan pembicaraan kedua nya,mereka tidak menyangka jika fadly belum memiliki kekasih. Merry tidak perduli,dia hanya menyayangkan pria tampan seperti fadly belum memiliki kekasih. Karena biasanya banyak pria tampan seperti fadly sudah menggandeng wanita, bahkan ada yang pasang dua atau tiga. Jadi merry sedikit tidak percaya dengan hal yang dia dengar.
"Fadly memang belum memiliki pacar dok,hanya sekali pacaran tapi karena status sosial yang beda. Mereka putus,lebih tepat nya fadly yang di putusin. Sejak saat itu dia ngak perduli sama wanita,tapi baru-baru ini dia mendapatkan ciuman gratis dari wanita dewasa tepat dibibir nya. Wanita yang sedang mabuk di cafe" jelas dani sambil memandang mata dokter merry.
Bugh...bugh...
Fadly memukul pundak dani,dia tidak suka kehidupan pribadi nya di bicara kan. Walaupun didepan nya,dia menatap ke arah dani dengan kesal.
Sementara merry hampir saja tersedak,dia jadi mengingat kejadian dia mabuk saat pulang dari pesta pernikahan Damian dan Wenny. Dia hanya ingat dia mencium seseorang tapi tidak tau siapa orang nya,tadi nya dia tidak perduli tapi mendengar ucapan dani membuat nya ingin mencari tau siapa pria itu.
"wah....jangan bilang kamu trauma bro,tapi ya memang mending cari selevel lah sama kamu. Sama-sama miskin " ucap alvaro dengan tegas
"dokter merry ,nanti malam kita jalan yuk? saya ada tiket nonton film yang baru keluar ni " ucap alvaro menatap merry yang masih melamun memikirkan pria yang dicium nya di cafe waktu itu.
"eekkhmmm....maaf ,seperti nya saya harus kembali lebih dulu. Ada yang harus saya lakukan ,trima kasih atas makanan nya dok" ucap fadly sambil menundukan kepala nya.
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππππ