
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Pikiran gina masih blank,dia berdiri terpaku ditempat nya dengan tatapan bingung. Adrian yang menarik tangan nya dan menggenggam nya,seolah menarik kesadaran nya untuk sadar sepenuh nya dengan apa yang terjadi didepan nya.
"kak....kamu sudah pulang ?" tanya vara yang senang melihat kehadiran adrian bersama gina,tapi seketika tatapan senang itu berubah menjadi khawatir
"kak....kenapa wajah mu?" tanya vara yang masih bingung dengan apa yang terjadi.
Kedua orang tua adrian yang tadi fokus pada kehadiran gina,kini menatap ke wajah anak nya. Mereka juga terkejut mendapatkan wajah adrian yang babak belur,gina sudah menundukan kepala nya. Dia merasa bersalah menjadi tokoh utama yang membuat adrian menjadi seperti ini,jika saja adrian tidak membantu nya tadi. Mungkin wajah tampan pria ini tidak akan babak belur seperti ini,dia tidak berani menaikan pandangan nya .
"tadi di keroyok oleh dokter di rumah sakit " jawab adrian yang masih menggenggam tangan gina dengan erat,gina juga membalas genggaman tangan adrian tak kalah erat karena dia takut akan disalah kan oleh keluarga adrian .
__ADS_1
"kenapa ?kok dikeroyok ?" tanya vara dengan nada penasaran, tapi tidak dengan papa adrian.
Melihat tatapan takut dari gina saat pertama tadi,membuat nya yakin jika semua nya pasti berawal dari wanita itu. Tapi dia masih menunggu jawaban sang putra,apalagi tubuh gina yang merespon nya dengan jelas.
"kita bicara didalam,sekalian obati luka mu " perintah papa adrian dengan tegas,membuat gina semakin merasa takut.
Kedua orang tua adrian,vara dan alvaro berjalan masuk lebih dulu. Sementara adrian yang ingin mengikuti mereka ,ditarik oleh gina. Gina menggelengkan kepala nya,dia merasa takut.
"aku...aku pulang aja ya,kan sudah ada dokter alvaro dan dokter vara. Anda bisa di obati oleh mereka pak" ucap gina dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"kau bilang mau memberikan imbalan karena sudah menolong mu,pertama dan terakhir kali nya. Kau baru bicara tadi kan? " jelas adrian dengan tegas,tangannya masih menggenggam tangan gina dengan erat.
__ADS_1
"aku akan berikan,tapi tidak sekarang. Lagi pula ngak mungkin kita melakukannya disini,kau bisa berikan alamat nya nanti. Aku pasti akan datang,kapan pun kau mau. Tapi hanya sekali,juga untuk terakhir kali nya " jelas gina dengan tatapan memohon,agar dia diijinkan untuk pulang saat ini.
"aku mau sekarang " ucap adrian ,tanpa menunggu jawaban dari gina. Adrian menarik tangan gina untuk masuk,dia tidak ingin di tuntut lagi oleh kedua orang tuanya karena tidak jadi membawa gina waktu itu
Mau tak mau gina mengikuti langkah kaki adrian,dia sudah pasrah jika harus mendapatkan amukan dan hinaan dari mereka karena memang dia pantas menerima nya. Apalagi alvaro sangat tau bagaimana hubungan perawat dan dokter dirumah sakit itu,mereka melakukannya atas dasar suka sama suka .
Semua orang sudah duduk di sofa mewah diruangan yang cukup besar dengan perabotan yang terbilang mahal dibeberapa sudut ruangan itu,membuat ruangan itu menjadi hidup. Mereka menatap ke arah gina dan adrian yang baru saja masuk,semua nya memperhatikan sikap adrian pada gina.
Perhatian yang terbilang sangat jarang dilakukan oleh pria itu,rasa bersalah menyeruak dihati vara. Seharusnya yang menikah minggu depan adalah kakak nya,tapi karena jebakan dari perawat itu membuat kakak nya harus mengalah demi dirinya.
Adrian menyadari tatapan bersalah dari sang adik,dia berusaha meredakannya dengan deheman yang cukup keras sehingga semua mata menatap ke arah mereka. Mereka semua menunggu penjelasan dari adrian mengenai wajah nya yang babak belur,meskipun alvaro juga vara mendapatkan pesan singkat dari merry tapi hanya kabar sekilas saja mengenai sang kakak yang dikeroyok oleh dokter disana.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih