
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Vara dan Alvaro lebih terkejut mendengar dan melihat berita pernikahan fadly dan merry,mereka tidak menyangka jika mereka bisa terlambat untuk mendapatkan wanita dan pria yang mereka cintai .
Adrian memperhatikan wajah adik nya,dia baru sadar kalau vara mencintai fadly. Membuat nya hanya bisa menghela nafas dengan kasar,kemudian berdiri dan menarik tangan adik nya . Dia ingin menenangkan hati adik nya yang sedang patah hati,dia tidak ingin adik nya menjadi pelakor dalam rumah tangga orang lain.
Sedangkan Alvaro masih terdiam disana,seorang perawat yang menyukai alvaro dari dulu datang mendekati nya. Dia mengelus punggung pria tampan itu,pria yang walaupun bersikap sombong dan angkuh tapi sangat dia sukai.
Perawat itu menyukai alvaro karena kekayaan dan kekuasaan alvaro dalam bidang kesehatan,walaupun hanya seorang dokter seperti kebanyakan dokter lainnya. Tapi alvaro memiliki jalur khusus sebagai dokter,semua orang menyukai alvaro karena harta nya. Satu-satu nya ahli waris dalam keluarga nya,makanya banyak yang mengejar alvaro
"sabar dok,masih banyak wanita lain nya. Hhmmm....bagaimana kalau malam ini setelah jam kerja anda,anda bergabung bersama kami" ucap perawat itu dengan lembut dan sopan
Alvaro menatap ke arah perawat itu yang tersenyum,dia mengernyitkan dahi nya menunggu penjelasan dari nya. Mengenai malam nanti yang dikatakan nya,dia ingin tau ada acara apa
__ADS_1
"tidak ada acara khusus,tapi saya dan dua teman saya ingin membuat pertemuan kecil di salah satu cafe . Jika anda ingin bergabung dengan kami,kita akan pergi setelah jam kerja sore ini " jelas perawat itu yang tau apa dipikiran alvaro
"baiklah,aku ikut. Seperti nya aku membutuhkan sesuatu yang segar" jawab alvaro
Kini tidak ada siapa pun disana,hanya beberapa perawat yang masih terkejut dengan dokter baru mereka yang tiba-tiba mengaku sudah menikah dengan dokter senior disana. Membuat mereka terkejut juga patah hati,padahal mereka berniat untuk mendekati dokter tampan itu walaupun fadly dikatakan dokter miskin.
Gina sudah kembali ke meja nya,dia bersyukur karena adrian tidak ada disana. Dia kembali mengerjakan semua pekerjaan nya ,apalagi fadly juga sudah kembali.
"mereka akan menyusul dok,kita hanya perlu kesana lebih dulu " jelas perawat itu yang tau apa yang ingin ditanyakan oleh alvaro
Tak lama mereka sampai di depan sebuah cafe yang terlihat tertutup,cafe itu tidak seperti cafe kebanyakan. Cafe yang memiliki kejanggalan menurut alvaro,tapi dia tidak ingin berpikiran apa pun.
Perawat itu keluar lebih dulu,dia menunggu alvaro yang baru turun dari mobil nya. Disamping cafe itu ada sebuah swalayan kecil,membuat nya ingin membeli sesuatu disana tapi di tahan oleh perawat itu.
__ADS_1
"saya ingin ke swalayan itu dulu,apa dokter ingin menitipkan sesuatu?" tanya perawat itu
"ya....belikan aku rokok" jawab alvaro sambil mengeluarkan uang dari dompet dan memberikan nya pada perawat itu
Sebenarnya alvaro tidak lah merokok,dia hanya melakukan hal itu saat sedang banyak pikiran saja. Apalagi dia sangat benci dengan benda itu,tapi karena memang dia butuh pelepasan agar hati nya merasa tenang. Makanya dia ingin merokok sedikit hari ini,dia berjalan lebih dulu ke arah pintu cafe saat melihat perawat itu sudah memasuki pintu swalayan
Tak lama perawat itu keluar,alvaro masih berdiri dengan telpon genggam nya didepan pintu cafe. Dia menunggu perawat itu agar bisa masuk bersama kesana,terlihat perawat itu sudah mengganti pakaian nya dengan dress yang lebih seksi sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya.
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
satu-satu dulu ya cerita nya,masih belum minggu depan jadi belum pesta pernikahan fadly dan merry. Aku alihkan sebentar ke cerita alvaro yang sedang patah hati,nanti aku juga buat alvaro mendapatkan jodoh nya. Aku ngak suka kalau cerita nya nanggung,jadi harap sabar ya sayang-sayang kuππππ
__ADS_1