
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Wenny dipindahkan keruangan Vip rumah sakit milik keluarga Damian,kedua orang tua Damian menyuruh nya untuk istirahat lebih lama karena mereka ngak mau nanti nya Damian bakalan mengambil jatah lagi .
Untuk sementara Wenny akan dijauhkan dari Damian selama sebulan,karena itu Wenny disuruh tinggal dirumah kedua orang tua nya Damian.
"Pa....ma....kan Kalian yang jodohin aku sama Wenny,masak iya aku tidur sendirian " ucap Damian,dia protes karena kedua orang tuanya menyuruh Wenny tidur sendiri dikamar lainnya..
Wenny hanya diam saja,dia memperhatikan suami nya yang merengek seperti anak kecil Wajah nya juga terlihat tidak terurus,selama seminggu dirumah sakit dan sebulan dirumah kedua orang tua Damian. Wenny di dampingi oleh mama nya Damian,dia tidak diijinkan berdua dengan damian. Walaupun dokter kandungan mengatakan kalau Wenny sudah boleh melakukan nya, tapi tetap saja kedua orang tua nya ngak mau Damian menyentuh Wenny.
Padahal Damian juga ngak mau melakukan nya jika Wenny masih sakit,dia berniat menjaga Wenny dengan baik. Bagi nya Wenny sangat lah berharga,apalagi melukai anak nya yang masih sangat kecil didalam sana.
Wenny juga tidak bisa melakukan apa pun ,dia hanya bisa mengikuti semua saran dari kedua orang tua Damian. Dia juga merasa kasihan pada Damian yang merasa di abaikan, baik dengan diri nya atau pun dengan kedua orang tua nya.
Selama kehamilan nya,Wenny sebenar nya ingin dipeluk dan bercinta dengan suami nya itu. Dia sangat bergairah melihat wajah suami nya yang terbilang tampan walaupun tidak rapi selama sebulan ini,tapi dia tidak berani mengatakan nya pada kedua mertua nya.
__ADS_1
Hari ini jadwal pemeriksaan kandungan ,Wenny ingin sekali pergi berdua saja dengan Damian tapi tetap saja dia tidak berani mengatakan nya . Dia takut jika kedua orang tua nya akan marah lagi pada Damian,padahal dirinya yang meminta nya .
Damian sudah bersiap-siap, dia menunggu Wenny diruang tamu bersama papa nya. Damian memilih untuk diam,dia tidak ingin membuat keributan lagi saat pertama kali dirinya harus dipisahkan oleh Wenny.
"Sudah siap?" tanya papa Damian yang menatap ke arah Wenny dan istri nya,mereka terlihat cantik.
Damian menatap ke arah Wenny yang memang sudah cantik sejak kehamilan nya dulu,dia selalu bergairah jika melihat wajah juga tubuh Wenny. Ingin sekali dia menarik istri nya itu kedalam kamar dan melucuti pakaian nya ,lalu bercinta sampai besok.
Damian hanya berdiri dan mengikuti Wenny dari belakang,dia merasa senang bisa melihat wajah tampan Damian dan tubuh pria yang dia cintai. Ingin sekali dia memeluknya,rasa bersalah karena sudah membuat Damian tidak bisa bersama dengan nya.
Saat ini mereka sudah berada didalam mobil,Damian duduk didepan bersama sang papa sedangkan Wenny duduk dibelakang bersama mama nya Damian.
Tak lama mereka sampai di depan rumah sakit,mereka sudah mendaftar kan diri dan bisa langsung masuk saat sampai.
Terlihat Damian yang sibuk dengan ponsel nya,dari mulai dirumah hingga dirumah sakit. Dia hanya sibuk dengan ponsel nya saja tanpa perduli dengan sekitar nya,wajah nya juga ngak pernah menatap Wenny lagi. Hanya sesekali melirik dan kembali fokus pada ponsel nya,membuat Wenny merasa semakin bersalah.
__ADS_1
"Bagaimana dok?apa kandungan nya baik-baik saja ?" tanya mama Damian,sedangkan Damian hanya berdiri dengan tenang.
"keadaan ibu dan bayi nya baik-baik saja,jangan biarkan ibu dari bayi banyak pikirkan harus refresing dan makan yang banyak " jawab dokter paruh baya di depan mereka.
"Terima kasih dok" ucap mama Damian dengan sopan dan ramah.
"Damian....kamu tebus obat istri mu,kami akan menunggu disini" ucap mama Damian dengan tegas.
Lagi,Damian hanya diam saja dan berjalan meninggalkan mereka. Wenny menatap suaminya itu dengan rasa khawatir,dia harus mengatakan sesuatu yang bisa membuat dirinya tidur lagi dengan sang suami.
"Ma....aku ingin tidur bersama suami ku lagi,aku ingin memeluk nya dan hhmm..." ucap Wenny dengan gugup,dia bingung harus mengatakan apa tapi melihat sikap dmaian yang cuek saja membuat nya merasa takut.
"ya.....tapi ingat,jangan terlalu berlebihan. Jika Damian melakukan nya dengan kasar,beritahu kami " potong papa Damian dengan cepat, dia tau kalau Wenny sudah sangat merindukan belaian dari Damian.
Putra nya itu juga sudah merindukan sang istri ,tapi dia tidak ingin berdebat dengan mama nya sendiri seperti beberapa minggu lalu. Dia juga pria,dia tau kebutuhan biologis yang harus disalurkan jika sudah memiliki istri .
__ADS_1
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih πππππππ