
πΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉπΉ
Alvaro menghela nafas nya dengan kasar lagi,dia tidak mungkin berlama-lama didalam. Kepala nya sudah sangat pusing,belum lagi tubuh nya yang merasa panas dingin. Dia yakin jika obat perangsang yang diberikan oleh perawat itu cukup besar dosis nya,dengan perlahan dia keluar sambil memijit kening nya
"oh ya ampun,kepala ku pusing sekali. Aku mau beli obat dulu di swalayan depan, setelah itu aku akan kembali " ucap alvaro dengan suara keras,agar orang suruhan dari perawat itu mendengar nya
Pria itu hanya diam,dia mengikuti langkah kaki alvaro keluar cafe. Dia merasa tidak takut,karena alvaro tidak mungkin menggunakan mobil nya dan pergi,apalagi kunci mobil dan jaket milik alvaro masih berada diruangan pribadi cafe itu.
Alvaro bergerak dengan cepat keluar,dia mengamati sekeliling nya. Berusaha untuk mencari bantuan, hingga dia melihat seorang wanita yang cukup dia kenal keluar dari swalayan itu.
Alvaro melihat pria yang tadi mengikuti nya ,orang suruhan dari perawat itu yang sedang sibuk dengan ponselnya. Seperti nya dia membalas pesan dari wanita itu,dengan cepat dia menuju vara.
Ya....wanita yang dia kenal adalah vara,vara sudah masuk masuk kedalam mobil nya dan terkejut melihat alvaro ikut masuk ke dalam mobil nya dan menatap nya . Pria yang mengikuti nya tidak melihat alvaro memasuki mobil milik vara,dia juga tidak menyadari kalau alvaro sudah berhasil melarikan diri
__ADS_1
Di dalam mobil vara
"Dokter alvaro?kenapa anda bisa disini ?" tanya vara yang masih diam dan belum menjalankan mobilnya
Mata vara menatap sekeliling nya,terlihat mobil milik alvaro terparkir disana. Kemudian dia menatap ke arah alvaro yang sudah membuka kemeja atasan nya,membuat vara terkejut.
"dok....kenapa anda " tanya vara yang langsung dipotong oleh alvaro
Alvaro berusaha menetralkan reaksi obat itu,tapi tetap saja dia tidak bisa. Makanya dia memilih membuka kancing kemeja nya agar tidak terasa terlalu panas,dia melihat ke arah pria yang tadi mengikuti nya.
Wijaya pria itu sudah terlihat gelisah,dia mencari keberadaan alvaro hingga tak lama perawat yang tadi membawa alvaro kesini sudah berada didepan pintu cafe. Terlihat wajah kedua nya sangat kesal dan marah,untung saja kaca mobil vara tidak terlihat dari luar sehingga mereka tidak mengetahui kalau alvaro ada didalam mobil itu
"jalan....cepat,aku akan menceritakan semua nya nanti . Cepat lah ,aku mohon " ucap alvaro dengan nada pelan nya,dia sudah tidak sanggup lagi menahan semua nya.
__ADS_1
Vara hanya mengangguk dan menjalankan mobil nya,dia bingung harus kemana tapi alvaro mengeluarkan ponsel nya yang berada didalam saku celana nya dan menunjukan pada vara.
Terlihat alamat apartemen diponsel itu,vara hanya mengangguk dan mengikuti GPS yang berada diponsel alvaro. Vara menjalankannya nya sambil sesekali melirik ke arah alvaro,dia melihat alvaro yang sudah terlihat sangat gelisah.
Berkali-kali alvaro meremas rambut nya dan menghembuskan nafas nya dengan kasar, dia merasa kesal dan marah karena bisa tertipu oleh perawat tadi. Dia berjanji ,setelah semua nya selesai.
Alvaro akan membuat perhitungan pada wanita itu, tapi saat ini dia masih merasa bingung harus bagaimana menyalurkan hasrat dan gairah nya hingga mata nya menatap ke arah Vara dengan intens. Vara tidak memperdulikan tatapan mata alvaro,dia fokus menjalankan mobil nya ke alamat yang diberikan oleh alvaro.
Vara memang dokter baru,tapi dia merupakan dokter yang cukup cerdas. Dia tau kalau kondisi alvaro saat ini karena obat perangsang,tapi dia tidak tau jenis obat apa yang di minum oleh perawat tadi. Vara Melihat wanita yang keluar dari pintu cafe itu,dia mengenal perawat itu dengan jelas karena perawat itu merupakan perawat miliknya
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih ππππππ
__ADS_1