Galaksi

Galaksi
Chapter 20 | Kepsek Mengamuk!


__ADS_3

Plaaak!!!



Tamparan keras tepat melayang di pelipis Gamaliel, wajahnya memerah dengan kesabaran semakin menipis. Dada Gama naik turun dengan mata nyalang menatap seorang pria yang tengah murka di hadapannya.



"Kenapa kalian tidak habis-habisnya bikin rusuh, HAH?!!"



Gama diam, menatap dengan bola mata menantang.



"JAWAB!!"



PLAAK!!



"Kalau saya menjawab Bapak bilang saya berani menjawab orangtua! Saya diam juga Bapak salahkan!" seru Gamaliel dengan alis menukik keras, seragamnya telah dilucuti seperti puluhan siswa lainnya. Sengaja, mungkin mereka hendak menghukum para perusuh itu.



"JAGA OMONGANMU!"



PLAAK!!!



Kembali tamparan demi tamparan memberi bekas dalam, bukan hanya di kepala melainkan di hati Gama. Sebuah bentuk rasa kebencian dan dendam tumbuh menggebu-gebu malah membuatnya bernafsu ingin tawuran lagi dan lagi.



"Dasar anak berandalan! Bukannya mendengar orangtua malah memberontak! Kalian kami bimbing di sini supaya disiplin dan tertib, bukan melakukan KEKERASAN!" maki Pak Umar naik pitam, urat di dahi dan tangannya menonjol akibat terlalu terbawa emosi. Dengan tatapan yang siap menampar siapa saja.



Wajah Gama mendangak, persis bertatapan dengan mata paling mnyeramkan se-SMA Bhakty Jaya itu. Tatapan yang bisa membuat preman pun lari kocar-kacir. Gama terkekeh sinis membuat teman-temannya memandang ngeri. Bisa bahaya kalau cowok itu malah memperkeruh suasana.



"Beneran gak masuk akal!" ujarnya dengan tertawaan kecil beberapa detik, hingga tatapan mata yang meremehkan itu berubah kesal.



"Bukannya saya menghina Bapak... Coba kita pake otak sedikit ya, gini, bukannya bapak yang ngajarin kami untuk menjauhkan diri dari kekerasan?"



Pak Umar tak beriak masih dengan wajah penuh kemurkaan.



"Tapi apaan ini? Dari tadi Bapak suruh saya guling-guling di lapangan, habis itu badan saya malah kena tendang sama sepatu keras Bapak... Dan tamparan Bapak tadi, bukannya sama saja dengan kekerasan?" ucapnya sengaja dibuat njelimet bikin pendengarnya ikutan mumet.



Mulut Pak Umar terkatup rapat dengan sorot mata menyala-nyala yang kian mengerikan dipandang mata.



"Karena kamu pantas diperlakukan seperti binatang!" umpatnya hilang kesabaran, napas nampak menderu-deru melewati kerongkongannya. Ia membalas frontal sebab harga dirinya ditelanjangi di hadapan para murid-murid yang ia bimbing baik selama bertahun-tahun.



Gama terdiam dengan wajah kosong.



Binatang?! Sehina itu kah gue!!? Batinnya merasa hina.



Dendam yang semakin terkumpul dalam dirinya semakin tumpah ruah, membuat mata beriris kecoklatan itu kehilangan sinarnya. Dalam hati, Gama bersumpah akan membenci kepala sekolah itu sampai mati sekalipun.



Rahangnya mengeras, mengingat seandainya ada Mamanya yang kini berdiri samping untuk menenangkannya, Gama semakin kacau balau.



Ditegapkannya kaki, mengepalkan tangan erat hendak meninju pria itu walaupun tahu apa yang akan ia lakukan salah besar.



"ANJENG, JATOH GUE REYY!!"



Semua mata berdalih pada seorang cewek yang kini jatuh terjerembab di balik kaki-kaki, wajahnya memerah padam diperhatikan banyak mata yang kini meliriknya ingin ketawa.



Hingga mata Gama dan Orzie saling menumbuk.



"Pffffttttt!" Orzie ngakak tanpa suara melihat keadaan Gama yang super apes. Kepala merah, telanjang dada, dimaki Kepala Sekolah.



Di seberang sana Gama ikutan pengen ngakak ngelihat Orzie nyungsep tanpa sadar megangin kaki cowok.



Sama-sama ngenes, sama-sama ngejek.

__ADS_1



Dasar jomblo!



Hingga bisikan setan yang memanasinya untuk memukul Pak Umar lenyap, menyisakan tangan yang rasanya ingin menggampar kepala Orzie saat itu juga.



"Diketawain kita sama tuh anak, gak nyadar tuh nyungsep dia lebih ngenes!" bisik Teuku dongkol, bukannya jadi makan bakso malah cowok itu diseret-seret guru BK ke tengah lapangan yang terik.



"Gila dia bikin si Gama galfok tuh, hahaha nunggu banget gue si Gama mukulin tuh tua keladi." kembali menimbrung Afif di belakang.



"Kamu! Kemari!" panggil Pak Umar ke Orzie. "Siap Pak!" jawabnya kencang menghampiri sang Kepsek. Bagi banyak murid pasti berpikir Pak Umar itu menyeramkan tapi baginya pria itu sangat baik. Berkatnya Orzie jadi dapat bersekolah gratis di SMA Bhakti Jaya. Tentu dengan syarat otaknya harus lumayan juga.



Bahkan Pak Umar sudah menganggap Orzie seperti anaknya, tentu karena sifat cewek itu begitu mandiri dan bisa dipercaya. Disuruh angkat galon dari gerbang ke ruang guru bisa, manjat ke plafon nangkep kucing mau, apalagi disuruh bersihin bangke tikus yang mati di gudang. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh cewek hulk itu.



"Ada apa, Pak?"



"Ambil tas mereka di kelas, suruh pulang!"



"Gak dihukum dulu nih, Pak?" pancing Orzie mengejek Gama yang mulai kesal di sana. Lagi-lagi Pak Umar memandang Gamaliel sinis lalu memegang kumisnya.



"Hukuman bagaimana?"



"Gimana temen-temen??!" tanya Orzie ke para murid yang menonton di pinggir lapangan, mereka bersorak semangat sampai tidak ada satu suara pun yang berhasil ditangkap olehnya.



"Bawa mereka ke jurang!"



"Iya, lo bawa ke jurang besoknya lo di penjara!"



"Traktir satu sekolah!!" seru yang lainnya.




"Gue Ji! Guee!!" seru Oxy yang kegempet sama anak cowok gatel.



"Yak, passwordnya apa?"



"Orzie jelek bau geledek!"



"Hahahahahaha!!!"



"Eh vangke! Buruan! Pak Umar dah kesel tuh nyet, pat cepat jawabannya apa wahai setan?!"



"Joget aja, jogeeet!!!"



"Yaaak satu juta rupiaaah~ eh, itu terlalu mudah sat!"



"Kamu urus yang di sini Orzie, jangan sampai ada yang melarikan diri. Saya ada urusan." Pak Umar pamit seraya menepuk pundak Orzie. Baginya Orzie bukan lagi cewek-cewek lemah yang perlu dimanja, malahan ia menganggap siswi itu seperti anjing penjaga dengan tampang sangar.



"YOK AYOOK, GAMA DULUAN NARI CHERRYBELLE!!!" teriaknya kencang membuat semangat anak SMA Bhakty Jaya membanjiri suasana gaduh kala itu, Gama bukannya malu malah semakin semangat.



"Untung ada lo Ji, bisa abis digundulin kita kalo lo gak ada. Joget mah kacang!" cerocos Oge muncrat mengenai wajah Orzie.



"Jigong lu bau TPA, anjeng!"



Orzie kelimpungan mengelap wajahnya. Oge ketawa malu sembari memerhatikan kerumunan siswa-siswi yang daritadi gaduh.



"Boria aja Gam, kita nari rame-rame!"



"Iye lah!!!"

__ADS_1



Gama dan Mahesa menyusun sekitar tiga puluhan anak cowok itu di lapangan, kemudian berdiri di depan memberi komando.



"Siap?"



"SIAP!!!"



"Tige... Due... Bangsat-u!!"



"Mari semua~ rakan dan taulan... Tawuran suka-suka kami gencarkan! Ini hanyalah... sekedar gurauan....untuk semua jadi pringatan!"



"Parah lu yee!"



"Gak ada jeranya lo pada!" sorak yang lainnya.



"Suka-suka dong ... Selasa kemaren kalo gak kita maju yah mampus elu pada dikepung Taruna all base!"



Serombongan siswi itu terdiam, anak-anak berwajah buas itu tertawa ngakak.



"Makanya gue bilang, anak Legion jangan diusik! Nanti tambah berisik!"



"Gue bilangin sama Pak Umar lu ye!" adu cowok putih rapi di sana, anak Legion yang rata-rata kumel itu memasang tampang iri.



"Yaudah, siapa takut? Bawain tuh si Pak Umar ke sini, suruh ngomong ama Gama!" teriak Mahesa.



"Kenapa malah bawa-bawa gue ke gaya lu?!"



"Kagak berani lu bang?" sahut cowok yang entah bersumber suaranya darimana, mungkin takut ketahuan Gamaliel.



"Bawa aja dia ke sini! Biar gue tarik tuh kumisnye ampe nyengir!"



"Hahahahhaahhah!!!" tawa berderai di antara anak-anak Legion.



"Kita betakin aja tuh anak pulang sekolah cuy!" celutuk Zaki. "Anak Taruna aja lah, ntar kalo anak sini ribet. Ngadu ama emaknye,"



"Kita boleh pulang nih kan?" tanya Gama mendekat pada Orzie.



"Boleh, gue gamparin dulu tuh muka lo sampe ngakak!"



"Hahahaha!"



"Kampret!"



"Balik kelas sono lu! Gak usah banyak gaya! Pake baju apa gue pakein?!"



"Pakein boleh juga."



"Bukan dipakein seragam lu Gam! Malah dibungkus ama kain kafan ampe diguling ke liang lahat whahahahaa!!!"



"Stres lu!"



"BUBAR, BUBAR LU SEMUA. YANG MASIH DI SINI TAR GUE SURUH OGE CIUM NIH!!!" seru Orzie.



Para murid kembali ke kelas, bahkan ada yang lari sampe jatuh ke tanah, ngelirik Oge dan ngacir lebih kencang lagi.



<><><><>


__ADS_1


__ADS_2