
Hujan semakin deras membasahi gedung-gedung pencakar langit, langit yang tadinya cerah membakar seragam berubah drastis menjadi hujan bercampur darah. Membiarkan semua pengemudi jalan meringis ngilu melihat seorang pemuda belasan tahun terkapar sekarat dikerumuni kawan-kawannya.
Musuh telah kabur melihat rombongan Bhakty Jaya datang. Meninggalkan mereka dengan Doni yang tumbang di akhir pertarungan.
Dada Doni tersayat dalam, melintang miring di sepanjang tubuhnya. Kepala cowok itu bocor karena diinjak-injak sekaligus tertikam stick golf.
Para rombongan yang baru datang menatap tak percaya, menyesal dalam hati mengapa mereka datang terlambat. Dada berpacu cepat menerka-nerka apa ini bukan kenyataan? Apa cuma mimpi buruk? Begitu pun dengan Gamaliel.
Firasatnya benar-benar terjadi...
Seorang sahabat yang selalu menyelamatkannya dari bahaya saat kelas satu dulu, terlambat bersama, gila bersama, lalu tertawa lebar seakan tidak akan terjadi apa-apa... semua itu sekarang hanya akan tersimpan dalam ingatan.
"Doon banguunnnn!!!!"
"Doniiiii...."
Afif semakin terisak-isak kencang dengan mata memerah, Mahesa dan yang lainnya ikut merasakan perihnya rasa sakit dalam hati. Afif memang tipe yang paling klop dengan Doni, sahabat dari SMP dulu dan wajar saja ia tidak terima. Sahabat yang setiap harinya bercanda, memaki, dan bermimpi bersamanya kini bungkam ditelan derasnya air hujan yang tumpah menguarkan bau amis darah.
"DONIII!!!" teriak Gamaliel tidak percaya, dada Doni naik turun tak beraturan. Gama terkesiap melihatnya. "Dooon, plis Don, bicara nyeeet...." erangnya.
__ADS_1
Kini yang lainnya berkumpul membentuk pusaran, mengerubungi Doni. Ada sedikit rada lega menyeruak dalam hati mereka, namun sesaat berganti keheningan saat mulut Doni terbuka susah payah.
"G-Gam... Ja-jangan sampai kita kalah....ma-mau kalah dari musuh...at..au mi-mimpi-mimpi kita..," katanya serak terputus-putus, wajahnya pucat terkena rintik hujan yang kian mengganas membawa aliran darahnya menuju parit. Deru napas cowok itu semakin berantakan, sesaat kemudian terdengar erangan panjang membuat mereka meringis pilu.
Semuanya senyap saat dedaunan pohon yang gemerisik tertiup angin menjadi bungkam. Meratapi puluhan remaja yang kini berada di ambang penyesalan.
"D-Don, lu bangun nyeet!!" teriak Afif mengganas, menggoyang tubuh cowok itu sekuat tenaga malah membuat darah Doni keluar dari sela-sela sayatan.
Entah di mana hati yang tega membunuh cowok baik hati itu...
Gama teringat saat pertama kali sekolah melihat cowok berkacamata itu menghampirinya, ingin terlihat keren ketika banyak orang meremehkannya. Culun.
Suara Doni berdengung di telinganya, ketika saat itu sedang mencatat tugas melihat cowok itu bermimpi dengan semangatnya.
"Gue bakal berhenti tawuran dan buat Ibu bangga liat gue ngampus di UI, ye maap-maap nih ye wahai setan-setan! Gue bersumpah bakal jadi pengusaha terkaya se-Indonesia!!"
Kedua mata Gamaliel memburam, hari ini ia kehilangan suara kampret sekaligus menyebalkan itu.
"Don.... Bangun Don...lu bilang mau jadi pengusaha terkaya nyet..., lo gak mau bikin Ibu lo bangga? Doni....woi!" ucapnya lagi.
__ADS_1
"Iya, Don. Kita bakal lulus SMA sama-sama...jadi orang berguna... Lu gak mau ikut kita semua? Gue janji bakal berubah Don....lu bangun setan!!" teriak Mahesa dengan nada tak terima, telapak tangannya berdarah menyentuh tubuh Doni.
Sedangkan Doni hanya terdiam dengan mulut terkatup rapat mengeluarkan darah, wajah pucat pasi itu tertutup oleh merahnya darah segar.
Orzie menatap tak percaya.
Mengedipkan matanya beberapa kali, namun tetap sama, hanya jasad Doni yang tergeletak tak bernyawa di depan sana.
"Gue...mimpi..., kan?"
Mata cewek itu memanas, mengeluarkan air mata sambil menggigit bibirnya gemetaran. Saat-saat yang paling diingatnya, ketika Doni menyuarakan mimpi-mimpinya tak henti-henti.
"Lihat aja Ji, habis lulus dari SMA Bhakty Jaya gue bakal buktiin ke semua orang kalau gue bisa jadi orang sukses! Mimpi-mimpi kita bakal terwujud, dan gue mau kita semua berjuaang!"
"Don... Lu denger gue kan? Kita bakal berjuang sama-sama ngeraih mimpi kita... Lo jangan menyerah dulu nyet, oi setan! Banguuun!!!! Doniiiiiiii!!!!" teriak Orzie. Kemudian terisak sambil berjongkok. Irham mengelus punggung cewek itu dengan mengelap kedua matanya.
Hingga dalam suasana paling menyedihkan itu, barulah polisi datang. Menggeleng melihat sebuah mayat telah dikerubungi para sahabat terbaiknya.
<><><><>
__ADS_1