Galaksi

Galaksi
Episode 34 Chapter 34 | Membingungkan


__ADS_3

Kantin padat oleh pelajar yang sibuk bercengkrama sampai tertawa-tawa, ada yang hanya duduk sendiri termenung. Bengong. Menatapi nasib. Itu Orzie.


Bahkan saking gabutnya cewek itu membuat ukiran sambal di atas tisu, terus naruh tisu itu di tempat duduk cewek. Entah gimana nasib korbannya, pokoknya dia sedang gabut level 100.


Ditiupnya kuah bakso, sejenak pikirannya liar ke tempat lain. Bahkan urusan gak penting sampai dipusingkannya.


Kenapa kalo gue monyongin bibir yang keluar angin dingin, tapi kalo gue mangapin mulut yang keluar angin panas? Apa dalam perut gue punya cuaca yah?


Dia ngecoba sensasi niup kuah itu, "huu, haaa!" sampai sesak napas. Hingga di sampingnya terlihat Gama berjalan tenang.


"Ngapain lu Ji?"


"Makan koran... Gak liat lo gue lagi makan bakso?"


"Yeile, gue duduk di sini ya?" Orzie melirik curiga, seingatnya tempat yang dia duduki cukup lengang. Dan betul saja, rombongan Legion berebut tempat duduk di dekatnya, Galaksi juga ikut duduk di hadapan mereka.


"Udah baekan lu ama Galaksi?"


"Yoi."


"Baguslah."


"Roh jahat, lu gak jajan? Nih, lo beli sana jangan bengong mulu!" ucapnya menyodorkan uang pada cowok itu, Galaksi hanya melirik ogah.


"Lo kenapa sih?"


"....."


"Lo–" tiba-tiba Zaki nyerobot memberikan sebuah batu. "Nih, Gal. Gue tahu lo lagi sesak boker...manjur lho, kemaren gue lagi sembelit pegang nih batu kuat-kuat, taunya pas berak e'ek gue sekeras batu!"


"Gak selera makan nih gue kampret!" seru Gama menempeleng kepala cowok itu, Zaki mengaduh kesakitan. "Kan gue ngasih tahu! Tuh anak diem mulu dari pagi!"

__ADS_1


"Woi Gal? Lo kenapa sih?" tanya Gama kali ini, Galaksi membuang pandangan ke keramaian kantin. "Lagi badmood kali." Orzie menggumam malas, situasi mulai ribut oleh bacotan teman-teman Gama.


"Ge, lo kalo disuruh pilih, mau cewek seksoy apa uang satu miliar?" Mahesa memulai aksi unfaedahnya, yang nanti akan memberi ruang untuk Orzie mencari celah-celah kebangsatan.


"Uang lah! Cewek mah bisa dibeli sama uang!"


"Kalo ceweknya cakeeep banget, kayak Kristen Stewart lo bakal tetep milih uang?"


Oge kelihatan agak ragu, "Cewek aja lah..."


"Ah, plin-plan lo Ge! Gak mungkin lah!" seru Mahesa membuat Oge sewot memakan bakso. "Lah tadi lo nyuruh milih?!"


"Kan gak mungkin cewek secantik dia mau sama lo! Ustad yang gak pernah ngumpat aja sampe bicara kotor liat komuk lo!" hinanya lalu tertawa meledak, Oge menyeru keras.


"Tadi lo nyuruh milih, kampang! Kan seandainya tadi lo bilang!"


"Kan kalo pake logika mh dia gak mau sama lo, jomblo!"


"Lo ashu!"


Mereka saling cakar-cakaran, Orzie menggeleng lihat kelakuan mereka. "Capek gue lihat mereka gelut, bawaannya emosi pengen ketawa."


"Mereka gak malu, gue yang malu liat tingkah mereka!" jawab Gama ikut geleng-geleng kepala, Oge sekarang menggaplok kepala Mahesa sama botol sambal.


Tiba-tiba Orzie menunjuk panik. "Lihat!"


"Iya, gue lihat!"


"Itu dodol, bukan gue!"


"Iya, lo manusia."

__ADS_1


"Gue sumpahin lo kejepit pintu, Gam!" Gama tertawa kecil. Kemudian menoleh ke arah tunjuk Orzie.


"Emang kenapa Ji? Cuma Pak Osep doang mah," ujarnya menyesap jus jeruk, malas memandang Pak Osep lama-lama, matanya bisa juling.


"Dia gak bertingkah lagi? Kok kayaknya anak OSIS pada sibuk yah?"


"Entah lah Ji."


"Berisik," ketus Galaksi datar. Orzie dan Gamaliel melirik cowok itu heran, dia kelihatan kesal.


"Kita gak lagi berantem Gal, tadi Oge sama Mahesa berantem lo gak sewot tuh," dumel Gama gak rerima.


"Ck, tau ah!" kesalnya bangun dengan kasar, kursi berdecit keras. "Minggir lo Don!" hardik Galaksi membuat cowok bernama Doni itu kaget bukan main.


"Masalahnya gue gak ngehalangin jalan lo Galaksi!!!"


Galaksi semakin membingungkan, raut wajahnya berubah jengkel. Bahkan para siswi yang sibuk menatapnya kagum malah kena bentak.


"Berisik lo!"


Lima cewek itu terdiam kaku. Masalahnya mereka gak ngeluarin suara barang sepatah kata pun, dan malah dituduh berisik. Jadi mereka bingung, di mana letak berisiknya?


"Abang gue kenapa sih?" tanya Gamaliel penasaran. Afif melempar senyum kecil ke arahnya. "Kayaknya ada yang marah nih."


"Dia marah gara-gara apa sih?"


"Kompor meletup!"


Orzie menatap punggung Galaksi yang kini menjauh, ada yang aneh di dadanya,  terasa sakit. Jauh lebih sakit saat melihat Gisel berjalan berdampingan dengan cowok itu.


"Gue gak akan suka sama dia, Rey." batinnya.

__ADS_1


<><>


__ADS_2