Galaksi

Galaksi
Episode 31 Chapter 31 | Masa muda!!


__ADS_3

Matahari tepat berada di atas kepala, Orzie terus melamun di atas kasur setelah dikompres dengan air hangat oleh Lis. Jam menunjuk ke angka satu siang.


Dilihatnya tumpukan buku matematika di atas nakas, buku dengan desain simple berwarna cokelat itu milik Galaksi, Orzie terkejut. Seharusnya PR Matematika akan dikumpul hari ini sedangkan buku Galaksi tertinggal di kost-nya.


Diraihnya buku itu pelan, tercium parfum Galaksi yang ikut menempel di bukunya. Manly. Beberapa detik kemudian khayalannya dibawa ke masa lalu, saat-saat pertama kali bertemu dengan mahkluk mengerikan pemakan galah itu.


∞ ∞ ∞


Masih pagi, Orzie berjalan menuju persimpangan untuk menunggu bus datang. Biasanya di SMP dia dan teman-temannya bakal jalan kaki karena jarak dari sekolah ke dusun mereka cukup dekat.


Orzie belum pernah naik bus, sekalinya naik dia terkagum-kagum melihat motor lalu lalang di sisi bus yang terbilang tinggi. Belum lagi ngelihat tempat duduk yang bagus buat ditempati. Akhirnya bisa lepas dari kehidupan norak, pikirnya senang.


Semangat kembali menggebu-gebu dalam dirinya, Orzie akan belajar sungguh-sungguh, menjadi sarjana dan kembali dengan baju dinas. Itu keren. Dan itu mimpinya.


"Yosh! Mak, Bapak! Liat anakmu bakal menguasai Ibu Kota Jakarta!!" soraknya bahagia, tangan dikepalkan di udara dengan bola mata menyala-nyala.


"Masa muda seorang Orzie bakal berubah di sini! Tanpa ngerusuh, tanpa manjat pagar, tanpa makan gorengan. Ah, enaknya!" gumamnya bahagia hingga penumpang lain mendelik heran.


Dia gak peduli, jiwa mudanya semakin terbakar. Melihat banyak siswa-siswi dengan gaya perkotaan lewat sepintas di matanya Orzie semakin terbawa suasana.


"Masa mudaaa!!"


Orang-orang jadi capek ngelihatnya.


Sampai-sampai seekor kambheng lewat sepintas, dia menunjuk cepat. "Masa mudaaa!!!"


"Berisik banget sih lo?!!" gertak seorang cowok dengan telinga disumpal earphone, matanya memicing tajam. Orzie tersentak beberapa saat dengan mata membesar.


Mengerikan.


"Hehehe, sorry. Gue Orzie, biasa dipanggil Oji, salken."


"Gak nanya!" umpat cowok itu kesal. Orzie jadi kebawa emosi. "Apaan sih lo, songong banget! Ngajak gelud lo?"


"Balik ke kampung lo aja sana kalo mau kelahi," lontarnya cukup nyelekit di hati Orzie, kini cewek itu mengepal tangan erat hendak menumbuk mulut pedas cowok itu.


Tapi dia sudah berjanji pada orangtuanya, bakal berhenti bikin masalah dan bersikap sopan sekaligus feminim. Orzie menarik napas dalam-dalam tiga kali, seperti yang diajarkan Emaknya ketika dia sedang emosi.


Bus berbunyi gedebum saat mengenai lubang bergenang air, Orzie pening. Pengen muntah karena gak terbiasa naik  bus, dia jadi bingung. Sekarang bus malah menyalip dengan kecepatan tinggi hingga penumpang bergoyang kanan kiri. Orzie beneran pengen muntah.

__ADS_1


"Tahan Ji, tahan!" jeritnya dalam hati. Bus berhenti di SMA Bhakty Jaya, Orzie ngibrit keluar sampai menabrak dada seseorang di hadapannya.


"Huek!!"


Hening.


Beberapa detik, Orzie mengangkat wajahnya. Melihat betapa mengerikan tatapan yang menembus hingga ke ujung mata. Bekas muntahnya menempel di jaket kulit hitam milik cowok itu.


"LO?!!!"


"Ma-maaf! Su-sumpah gue minta maaf!!!"


Cowok itu melepas jaket dan membuangnya ke selokan. Kemudian nampak jelas cowok bermanik mata gelap pekat itu menyorotnya penuh kobaran emosi. "Sialan!! Lo lihat tuh jaket gue setan!"


Orzie menunduk dalam.


"Lo emang bisa ganti rugi? Hah?! Gue nanya!!"


"G-gue ambil, biar gue cuci..."


"LO CUCI?!! UDAH JOROK KAYAK GITU MAU LO CUCI LAGI?!! OTAK LO KEBAWA GAK HAH!?!"


Cewek itu tertegun mendengar suara menggelegar itu, puluhan murid menonton cowok mengerikan itu yang kini memarahinya.


"Gue gak tahu ada lo di depan, maaf..."


"MEMANGNYA GUE PEDULI?!"


Terasa lutut Orzie kram memijak tanah, jarinya bertaut kencang menahan rasa takut. "Te-terus gue harus apa? Gue gak bisa ganti rugi...uang gue udah abis bayar uang kost," jawab Orzie seadanya.


"Bodo amat!! Gue gak mau tahu, jaket gue beli yang baru!" marahnya masih dengan tatapan memburu. Hingga seorang cowok yang memiliki wajah mirip dengannya datang menghampiri.


"Udah kali Gal... Dia cewek lho," lerainya. Menatap Orzie dengan senyum terkembang lalu menatap Galaksi, sang cowok yang dari tadi memarahinya.


"Gak mau tahu gue! Itu jaket mahal gue beli! Terus kena muntah dia cuma jadi sampah!"


Berkali-kali Orzie meneguk ludah kasar, punggungnya terasa panas dingin saat ini. "Udah kali Gal, gak usah kebawa emosi."


"Gara-gara lo juga! Mobil gue lo hancurin! Lo enak tinggal nebeng sama orang!"

__ADS_1


"Ehehe maaf kali, kan mendingan naik bus daripada naik ama temen kebut-kebutan di jalan."


Galaksi berdalih menatap Orzie dingin. "Mana uang ganti rugi."


"H-hah?!"


"Ganti rugi."


"Gue gak punya uang! Nih sepuluh ribu, selebihnya uang makan gue sebulan!"


Galaksi menerima uang itu dengan wajah gak terima. Cewek itu kelihatan gak berbohong.


"Pokoknya bulan ini harus lo lunasin." ia menggumam ketus dengan wajah diserem-seremin, jelas Orzie jadi takut.


"Gak ada uang gue!! Pliss, gue bakal lakuin apapun deh, lo suruh kayang sekarang boleh juga!!" ia mengatupkan tangan memohon.


Perlahan senyum smirk mengembang di hadapannya, kemudian bersuara dengan intonasi pelan.


"Kalau gitu...tiap hari lo harus nanggung uang jajan, beliin makanan, kerjain PR dan nurut sama semua perintah gue!" cetusnya. Tanpa berpikir panjang Orzie segera menerima tawaran itu, daripada harus membebani orangtuanya membayar jaket cowok itu di hari pertama sekolah.


"Gue terima!"


"Syarat pertama," ujarnya.


"Lah? Pake syarat segala?"


"Oh yaudah, mana uang gue?" cecar Galaksi membuat Orzie manut. "Iya, iya."


"Syarat pertama, omongan majikan bukan perintah tapi kewajiban!" kata Galaksi dengan wajah galak.


"Kedua, majikan gak pernah salah. Karena babu pihak yang selalu disalahkan!"


Orzie mengangguk dongkol.


"Dan yang ketiga, gak ada pembantahan! Omongan gue gak boleh dibantah! Lo harus nurut sampe kelas tiga SMA!"


Tiga hari setelah dibentak Galaksi semangat hidup yang tadinya berkobar-kobar lenyap, jiwa masa muda yang dulunya membakar kini sisa angin. Orzie jadi sering melamun di kost-an, mana makanannya mie instan. Kadang cuma makan gorengan karena uangnya habis diporotim sang Singa.


"Apa salah gue, Mamak, Bapak! Oji balik aja ke kampuuuung!!!" jeritnya saat malam tiba, hujan seketika turun deras dengan petir menyambar.

__ADS_1


Saat kutukan Ilahi telah menyapanya...


*****


__ADS_2