Galaksi

Galaksi
Episode 21 Chapter 21 | Shark Boys!


__ADS_3

Jam kosong saat pelajaran Penjaskes kembali membuat Orzie jengah padahal Pak Ibrahim udah janji bakal ngambil nilai bermain basket hari ini. Ia menenggak air mineral yang kini tersisa setengah kemudian menatap pongah ke rombongan Legion di tongkrongan dekat lapangan.


"Woi jones! Ngadem mulu lu, tiati dicolek jenglot!" teriak Teuku dari kejauhan sana, Orzie mengacung jari tengah seraya melirik kanan kiri di bangku tempatnya duduk.


Anjir!! Kak Mikee!!! Batinnya menjerit-jerit, pahanya mati rasa saat itu juga melihat ketampanan si cowok pujaan hati. Pertama kali mengenal Mike ketika Orzie memberi surat pernyataan cinta yang dibalas dengan senyum ramah bikin baper!


Mike meliriknya kalem kemudian menautkan alis seperti mengingat-ingat. Mulutnya terbuka pelan, "Orzie ya?" tanyanya dengan nada halus.


"Kok tempe?!!" pekiknya antara kaget dan bahagia, justru ia malu sendiri dengan responnya yang terkesan norak. "Hehehe, sori ane cuma kaget," ujarnya malu-malu.


"Hm, gak apa. Lagian lo temennya Audrey, makanya gue kenal."


Audrey, Audrey, Audrey!!


Bikin Orzie panas!


Bikin Orzie ngeden nahan kesel!


Bikin Orzie sedeng pengen makan sendal jepit sampai nangis!


"Iya..." kata Orzie kemudian, menunduk malu. Tidak mau menampakkan wajah berbau-bau keburiqan pada cowok setampan Mike.


Lagipula, dia gak mau semakin bawa hati pada idolanya itu, Mike yang pandai bernyanyi dan main gitar, serta ramah dan enak dipandang lama-lama.


Orzie harus tahu diri, Audrey jelas suka dengan Mike. Mau gak mau ia harus balik ke kelas yang pengap dan bikin pening itu. Daripada berlama-lama melihat Mike dan mengingat perasaan Audrey, ntar tanpa sadar Orzie malah nyanyi lagu anggur merah Meggy Z.


"Ya-yaudah, saya permisi," ucapnya canggung setengah mati. Mike nampak bingung, Orzie pergi menyisakan banyak pertanyaan dalam benaknya.


Beberapa saat kemudian cewek itu kembali, Mike memperhatikan seksama. Melihat Orzie mengambil botol air mineral di bangku dan ketawa nyengir. "Masih sisa seperempat, mayanlah hehehe."


Mike membuka mulut pengen ketawa, "Lo itu bego apa terlalu ngirit sih?"


"Gak tau, Mak saya orangnya juga pelit. Hehehe," katanya masih dengan sisa tawa.


"Mama lo pelit banget emang?"


"Gak tau, tanya aja ama Mamak saya, ntar kalo dijawab balik ke sini saya juga pengen tau," ujarnya masih kiku.


"Ogah ah. Kok lo ngomongnya saya, sih? Biasanya lo orangnya paling rame."


Berarti Kak Mike perhatiin gue, dong? Oke, jangan bucin Ji! Jangaaaan!!!


Virus butchin dalam dirinya meledak-ledak.

__ADS_1


"Yaudah deh! Antum mau saya fakai bahasa araf?"


"Hahahaha..." tawa Mike berderai. "Janganlah, lo lucu banget sumpah."


"Yaudah deh Kak, daripada bikin Kak Mike sakit perut mending Oji balik ke kelas."


"Kok tahu nama gue Mike?"


Nanya lagi lo bang!


"Tahu dari Audrey," jawab Orzie seketika membuat wajah penuh tawa Mike berubah keki. Orzie jadi kebingungan sendiri.


"Hehehe, Oji pamit."


Mike tersentak kecil, kemudian tersenyum singkat. "Kok buru-buru amat ke kelasnya? Ngapain?"


"Nyari kecebong."


"Ada emang?"


"Ada. Di matamu, hahahaha!"


"Bayangan lo berarti!"


"Wehe seru amat lu berdua?"


"Temen lo Rey, bikin ketawa."


"Gak apa Ka, Oji emang gitu orangnya. Giliran ulangan nilai dia tinggi, pas dibegoin eh malah ikutan goblok!"


"Anjaaay!!" Orzie ketawa ngenes, "Perasaan gue dari tadi mau minggat gak jadi-jadi deh, ah! Gegara dia nih!" tunjuk Orzie pada Mike.


"Yaudah deh, balik sana gih. Jalannya jangan lupa tutup mata."


"Tutup mata yah ana terjengkang ampe pulau Medusa! Antum mau liat ana mati?"


"Hahahaha asli lo Ji!"


Orzie bemeran pergi, tapi di tengah perjalanan ia dicegat tiga cowok dekil and the buluq lalu dibawa ke tongkrongan.


"Apaan lu Gam nyuruh anak-anak nangkep gue?"


"Mau jadiin lu casting film azab... Bantuin kita lah sat! Tuh, lo liat tangan kanan Kepsek jalan ke sini!"

__ADS_1


"Terus?"


"Lo duduk di bangku sebelah sana! Kita nyembunyiin BR di bawah kolong situ, ntar kalo si Shark Boy nanya bilang gak ada apa-apa yah di situ?"


"Eeeh, susahin gue mulu lo dari dulu!" ketus Orzie namun masih menuruti permintaan Gama, Pak Osep yang dijuluki Shark Boy karena giginya tajam-tajam itu mengumpat dari kejauhan.


"Mamak oy, sangar betul itu Bapak-bapak, kayak aparat kejengkang ke paret saja gayanya!" celutuk Erlan memerhatikan gerak-gerik Pak Osep yang kini tersangkut sama anak kelas dua. Mereka merokok di balik kantin belakang.


"Serem dia tuh woi! Asal lu tau..." pancing Teuku ketika Pak Osep mengejar anak-anak kelas dua yang heboh ketawa ngakak itu.


"Kemaren gue ngerokok di kios depan, eh, tau aja tiba-tiba yang ngejual rokok dia! Paraaah! Gue sampe kena tabok sama tangan terminatornya!"


"Wah, parah amat tuh buldoser! Bisa nyatu sama taplak meja kayaknya dia!" timpal salah satu anak kelas satu bernama Irham. "Jangankan taplak meja, Ham! Sama daleman anak cewek keknya bisa dia tuh!"


"Hahaha mau juga dong gue!"


"Antum semua ngomong afa wahai setan?" tanya Orzie di pojok bangku, Doni menimpali dengan wajah ngejek.


"Lu mah apa, utusan penjaga sekolah! Ngeri gue lama-lama ama lo!"


"Alaah! Gaya lu ngeri, Cok! Giliran Pak Osep datang aja pada ngandelin gue, lu! Nitip rokok lah, nitip BR lah, nitip kartu joker lah!"


"Nitip hati gue boleh gak sih?!" timpal salah satu junior. "Boleh! Mana hati lo biar gue kasih ke Indah! Siapa tahu jodoh kalian!"


Suasana kembali ribut. Indah yang dimaksud Orzie adalah orang gila yang hobi angguk-angguk geleng-geleng kepala, lalu nyiprat aer got ke pengguna jalan raya. Bukan sekali saja Orzie jadi korban si Indah itu, bahkan kelas satu dulu dia pernah cakar-cakaran sama orang gila. Dasar stres.


Gama bangkit dari duduknya ke depan dengan wajah kelam, "Mau ke mana, Gam?" tanya Orzie.


"Nyari Mak Hatchi."


"Sekarang? Tidak, ayah. Mama pasti pul–"


Kriuk kriuk kriuk


Orzie memandangi Teuku tajam, cowok itu asik makan rempeyek seribuan yang biasanya dijual di warung nasi depan sekolah.


"BAGIIII!!!" tereak anak-anak Legion gaduh. Teuku berusaha menyelamatkan makanannya tapi sayang, Erlan malah membawa rempeyek itu ke lapangan sekolah.


"Perasaan lo semua jajannya banyak, giliran gratisan aja langsung ribut."


"Buldoser is coming! Dia bercicit, kita gigit!"


Semua mata menatapi Pak Osep dengan jantung berdebar-debar, guru itu termasuk guru terkiller kedua di SMA Bhakty Jaya. Jika sudah mampir, pasti ada saja korban tabokan sang Shark Boy.

__ADS_1


__ADS_2