Galaksi

Galaksi
Episode 27 Chapter 27 | Makan hati


__ADS_3

"Ngapain Pa?" tanya Galaksi. Pria itu menjawab pelan namun masih cukup terdengar oleh Orzie.


"Ngurus surat pindah."


Galaksi tertegun dengan alis berkerut, sedangkan di belakang Elang seorang gadis berbambut ikal kaget setengah mati mendengarnya.


"Surat pindah?! Berarti Galaksi bakal pindah sekolah?? Yess!!" soraknya senang, Elang menatapnya heran.


"Bukan Galaksi, tapi Gamaliel."


Ekspresi kebahagiaan itu lenyap seketika menyisakan raut tegang serta jeda berkepanjangan. "Gama pindah?"


"Kamu temannya?" ujar Elang menatap Orzie teliti, gadis itu mengangguk sambil mengangkat tangannya. "Iya!"


"Oh."


Cuma oh?!


"Pa, terlalu berlebihan pindahin Gama," protes Galaksi tidak terima, ia tahu kalau Elang tidak pernah main-main. Apalagi sekolah baru Gamaliel sudah pasti sesuai omongannya kemarin. SMA Taruna.


Orzie mendekat dengan wajah panik, tapi sayang sepatu yang diberi Lis padanya cukup sempit membuat langkahnya jadi tak beraturan.


Brukh!


Elang menatap Orzie yang nyusruk di hadapannya tragis, mirip yang lagi di rumah, pikirnya.


"Ehehehe~ kesalahan teknis kejap! Om! Gama gak boleh pindah sekolah!" ucapnya lantang, Galaksi sendiri melotot di sana. Sikap Orzie terlalu bar-bar untuk berhadapan dengan orang sengeri Papanya.


Orzie tahu, terlalu bahaya Gamaliel jika dipindah ke sana. Apalagi dia sudah janji akan membuat cowok itu berubah.


"Apa hakmu?"


"Saya temennya, Om! Dan saya tahu alasan kenapa Gamaliel selalu jadi incaran guru BK!" Elang berkilah cepat. "Maksud kamu saya tidak tahu apa-apa?"


"Bukan gitu..." Orzie mencoba menghirup napas, merasakan ketegangan tersendiri saat tatapan dingin itu menyorotinya.


"Tapi Gama gak sepenuhnya bersalah, dia gak akan tawuran kalo nyawa kawan-kawannya gak diancam. Kayak tawuran kemaren, Om. Satu sekolah hampir dibantai, dan Om tahu yang maju paling depan buat menjaga sekolah kami?"


Orzie mendongak mendapati sorot dingin itu masih sama, tidak berubah sepeser pun. "Gama. Kalau aja lingkungan gak mendesak, dia gak akan seliar itu..."


"Jadi kamu memaksa saya buat mindahin Gama ke pesantren?"


"Enggak! Bukan!" selaknya semakin sewot, "Om, saya janji bakal buat Gamaliel berubah. Mungkin gak instan, tapi kalo Om pindahin dia ke SMA Taruna atau STM 02 saya yakin. Pulang dari sekolah Om cuma bisa liat Gama balik dengan muka hancur dan badan koyak sana-sini."


Tetap tidak ada tanggapan, Orzie gelagapan.


"Janji Om, janji!"


Masih tetap sama.


"Om ganteng... Kalo gak bisa saya nangis guling-guling nih.. Gal, lo pasti gak setuju kan Gama pindah sekolah?"


Elang melirik ke Galaksi, saat itu Orzie memelototkan matanya sambil mengisyaratkan mengangguk. "Iya."


"Satu bulan," dengus Elang kesal. Orzie menatap berbinar-binar, paling tidak dia bisa menyelamatkan Gama dari jeratan maut.


"Satu bulan kalau tidak ada perubahan, Gama harus dilempar ke SMA Taruna."

__ADS_1


"Yeey! Siap Om ganteng! Gak akan ngecewain dehh dijamin!" sorak Orzie girang sembari menyalim tangan Elang. Galaksi membuang muka saat Elang beralih menatapnya dengan tampang mencurigakan seakan menuduhnya.


"Pacar?" ucap Elang tanpa suara.


"Bukan!" elak Galaksi meninggalkan mereka, Orzie kebingungan plus aneh. "Oh iya, saya belom bilang! Si Galaksi suka perbudakin saya, orang miskin! Jajan saya diporotin mulu Om! Belom lagi ngerjain PR sama nurutin perintah dia, beuh! Om kasih pelajaran lah ke dia..." ringis Orzie masih memegang tangan Elang.


"Lepas dulu," ucapnya melembut. Tidak habis pikir ternyata masih ada jenis spesies seperti ini, yang bicara asal ngejeplak, gaya minta ditendang dan terakhir bikin orang heran.


Elang tersenyum tipis. "Dia jadi banyak berubah sekarang."


"Hah? Nyebelinnya nambah banyak ya?" tanyanya bingung, sejenak Elang hanya menatapnya lalu menepuk kepala Orzie dengan pelan.


"Dia jadi sering naik bus ketimbang mobil. Walaupun bicaranya masih sombong paling tidak dia jadi lebih akur sama Mamanya." ucapnya begitu pelan. Hingga Orzie kagum sendiri.


Elang pergi saat itu juga hingga dari belakang terdengar Orzie menggumam.


"Pasti kesetrum colokan nasi atau gak kegempet sama anak tuyul. Pasti."


Rasanya pengen Elang lempar anak itu ke got sekolahan, benar-benar mirip yang lagi di rumah.


Di sisi lain...


"Hatchem! Kek ada yang ngomongin gue..." gumam Gabriel aneh.


----


"Roh Jahat!!" usil Orzie mencolek cowok yang sedang membaca buku Fisika dengan headset di telinga itu.


"Ganggu lo!"


"Yeeh! Ini PR Kimia lo nyet, udah dibuatin juga!" hardiknya dongkol, Galaksi masih sibuk memperhatikan buku hingga dia bosan sendiri dan beralih ke laptop bermain game.


Tidak ada tanggapan.


"Mamak tiri! Woi pekak!" panggil Orzie lagi, hingga dia muak sendiri memanggil cowok bergelar Roh Jahat itu. "Giliran perlu aja lo ngemeng, ah kambeng!" Sungutnya kemudian. Walaupun salto sekalipun yang namanya Galaksi memang rajanya jutek. Kalau ada turnamen gak ngomong sampai setahun yakin saja, Galaksi juara satunya.


"Lo lapar gak Gal?" pancing Orzie hingga Galaksi menoleh padanya.


"Kan betul gue bilang! Giliran makanan aja baru nyaho lu!" seakan gak peduli Galaksi membalas. "Lo bilang makanan tadi kan? Beliin gue makanan."


"Gue gak ada uang geble... Eh, Gal tadi gue beli gorengan dapat gratisan." ujarnya hingga Galaksi menyahut antusias, Orzie udah hapal kalau Galaksi selain galak plus minta ditampol, cowok itu termasuk kikir, pelit dan pendusta!


"Gratisan apa emang?"


"Gue beli bakwan gratis cabe."


Orzie ketawa ngakak melihat ekspresi mengelam itu, sungguh menyenangkan membuat orang galak itu jadi tensi.


"Gak lucu!" semburnya dengan nada tinggi, melemparkan pandangan kembali di laptop berlambang apel tergigit kingkong itu.


"Lo ngambek Gal?"


Jari kiri Galaksi sibuk menari di keyboard.


"Bagus deh, uang gue gak habis."


Tetap tidak ada tanggapan, Orzie jadi gak ada bahan buat dikerjain hingga dia bosan sendiri. "Mau ayam goreng Gal?"

__ADS_1


"Gak."


"Pizza?"


"Mana ada duit lo."


"Yaudah, kalo gitu colokan setrika mau gak?" tawar Orzie lagi sukses membuat mata Galaksi melotot kesal padanya.


"Jauh-jauh lo!!"


"Kenapa sih, kan gak apa."


"Apanya gak apa? Gak usah ngada-ngada lo!" hardik Galaksi ikutan kesal, Orzie sudah menyusun kalimat mematikan itu.


"Lo kan calon suami gue."


Niatnya sih pengen ngerjain Galaksi seperti yang pernah cowok itu katakan di angkot. Justru senjata makan tuan, satu kelas hening mendengar pengakuan terbodoh keluar dari mulut Orzie.


"CIEEE CIEEE!! KAN BENER APA GUE BILANG!!" sorak Audrey penuh bahagia, Oxy ikutan nimbrung. "Road halal nih yee!!"


"Pajak jadian tertanda euy! Makan besar nih!"


"Beneran itu Gal??" sahut para cewek lain gak terima, mereka memandang Galaksi dengan wajah memelas.


"Enggak woi gue bercan–"


"Iya. Dia calon istri gue." Galaksi menyahut lempeng hingga kegaduhan semakin memuncak.


"Aarrrgggh!!!"


Begitulah Galaksi, setiap berusaha mengerjai cowok itu justru Orzie yang kena batunya. Dia lihai membalikkan keadaan dengan otak pintarnya, bukan cuma jago sains dan organisasi. Galaksi juga jagonya bikin Orzie makan hati.


<><>


Mau mastiin aja, cak komen di tulisannya. Kalian pilih tim mana?


 


 


ORZIE-GALAKSI


 


 


atau


 


 


ORZIE-GAMALIEL


 


 

__ADS_1


udah itu aja


__ADS_2