GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 12


__ADS_3

(Episode 12)


Di kediaman smiht


malam hari di ruang tamu.... Kini keluarga smiht sedang berkumpul.


"prince bagaimana sekolahmu?"tanya papa Sofian...


"baik"jawab Gibran singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari gedjednya


"ehm"dehem papa Sofian saat mendapatkan jawaban singkat dari sang putra.


"apa kucing itu masih memperlakukan mu dengan buruk?"tanya papa Sofian. meski dirinya sudah tau bahwa beberapa hari ini gadis itu telah memperlakukan putranya Dengan baik.


bahkan dirinya sangat terkejut saat menerima berita itu dari para bawahannya yang di suruh untuk memantau Gibran.


"meski aku tidak memberitahu papa² pasti sudah tau lebih dulu bukan? jadi buat apa Gibran memberitahukannya lagi"ucap Gibran kembali.


"ya apa salahnya jika papa ingin tau itu darimu... jika dari kamu itukan beda lagi"jawab papa Sofian


"memangnya kenapa dengan kucing itu pah? apa dia berulah lagi dengan prince kita?"tanya sosok lelaki dia adalah Evan atau Evandri Grata Smith... kakak pertama Gibran. yang kini ikut dalam pembicaraan sang papa Sofian


Evandri atau bisa di sebut dengan Evan anak pertama papa Sofian dan mama Sofia... memiliki sifat tegas,dingin, humoris dan ambisius dengan sebuah penelitian. kini lelaki itu sedang melakukan sebuah penelitian yaitu sebuah portal antara dunia...


entah dari mana anak papa Sofian memiliki pikiran yang seperti itu... sampai membuat penelitian seperti itu yang belum bisa para profesor senior lakukan... jangankan melakukan memikirkannya saja mereka tidak pernah...


mungkin ada sedikit dari mereka memiliki pikiran seperti itu... hanya saja mereka harus memikirkan dua kali untuk membuatnya... Mereka harus memikirkan dananya dan harus menanggung sebuah resiko jika terjadi sesuatu yang di luar nalar


tapi tidak untuk seseorang Evandri Grata Smith... apa yang di inginkan harus terwujudkan... urusan sebuah resiko itu urusan belakang.


"tidak kucing itu sedikit melunak dengan prince kita... itu membuat ku menjadi kaget. namun kita lihat sampai kapan kucing itu akan seperti itu dengan prince kita"ucap papa Sofian yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Gibran... namun papa Sofian hanya membalasnya dengan senyum seringai.


"Jangan berani berbuat macam² dengannya"peringat Gibran dengan papa Sofian sebelum dia berlarut dari sana.


Di sisi lain.

__ADS_1


Di kediaman Walker.


"pah bagaimana? kamu udah bicarakan tentang perusahaan itu kepada anakmu itu?"tanya Monica


"udah ma tapi zella masih butuh waktu untuk mengakui kalau saya ini ayah dia"ucap Rendy yang mengusap wajahnya kasar


"butuh waktu gimana sih? jelas² kan kamu ayah kandungnya meski kamu sudah pisah dengan perempuan itu"ucap Monica


"itu benar aku adalah ayah kandungnya, namun dia masih ragu kepadaku. karna aku datang di saat ibunya udah meninggal itu yang membuatnya ragu, bahkan dia bertanya di mana aku saat dia masih kecil, kenapa aku datang di saat ibunya pergi"ucap Rendy yang menjelaskan permasalahan yang terjadi dirinya dengan zella


"terus bagaimana ini mas"tanya Monica


"yah bagaimana papa juga tidak tau, lebih baik mama menghemat dulu deh, keuangan kita sekarang sedang menipis, apa lagi papa belum dapat kepercayaan dari zella untuk mengelola perusahaan-nya itu."terang Rendy kepada Monica


"gak bisa gitu dong pah, mama gak bisa kalau gak menghemat, gimana kamu minta uang sama anak kamu itu, pasti dia bagi dong jika kamu bisa membuat alasan kepadanya"usul Monica kepada Rendy.


"atau begini saja pah, kita bikin rekayasan saja kepada anakmu itu"ucap Monica


"rekayasan seperti apa mah?"tanya Rendy


"begini pah......"


mata yang tadi tertutup kini terbuka...


wanita itu menatap kesekitarnya.


"apa ini? apa ini surga? apa aku sudah mati?"tanya wanita itu sambil menatap bingung saat mendapatkan dirinya berada di hamparan bunga.


perempuan itu mencoba mengingat apa yang terjadi kepada dirinya yang tiba-tiba saja berada disini. yang dia ingat. saat dia ingin tidur... dia sempat batuk... dan saat dia melihat tangannya disana terdapat cairan merah sebelum kegelapan mengambil kesadarannya.


itulah ingatan terkahir yang dia ingat.


jadi kenapa dia bisa ada disini? apa ini prank? atau hanya mimpi? perempuan itu mencoba mencubit tanganya untuk memastikan sesuatu


"sakit jadi ini tidak mimpi? apa aku sudah meninggal?"tanyanya entah mengapa tiba² dia merasa sedih. jika apa yang di pikirkan memang benar bahwa dirinya sudah meninggal.

__ADS_1


dia pikir dia bisa hidup di dunia novel, tapi nyatanya tidak... tiba-tiba saja bayang seorang pemuda muncul di pikirannya.


"bagaimana dengan Gibran saat dirinya tahu bahwa kekasihnya telah pergi? apa dia sedih juga? terus bagaimana dengan perusahaan grizella? apa mantan ayahnya yang mengambil perusahan itu?"jika di pikir perempuan itu tidak terima jika perusahaan yang di kelola jatuh di tangan mantan ayahnya.


dia tidak terima hasil jerih payahnya, di bagi makan oleh anak lain mantan ayahnya. apapun dari jeri payahnya dia tidak ingin anak lain ayahnya merasakan hasil jeri payahnya.


saat fokus dengan pikirannya .... tiba² sebuah cahaya muncul. menampakkan sosok gadis cantik berbalut gaun putih.


"hai ka Stella"sapa gadis itu sambil menampilkan senyumnya.


"kau mengenalku?"tanya perempuan yang rupanya adalah Stella. Stella memandang gadis yang menyapanya saat melihat wajahnya dia seperti tidak asing di wajahnya.


"kau... kau grizella?"tanya gristella saat dia kini mengingat siapa gadis di depannya.


"mm ya aku zella"ucap yang rupanya adalah grizella.


"kau yang membawaku kesini?"tanya gristella pada grizella


"ya bisa di bilang begitu "ucap grizella yang mengiyakan ucapan gristella


"kebetulan aku bertemu denganmu. bisakah aku bertanya?"tanya gristella yang ingin memastikan sesuatu.


"apa yang ingin ka Stella tanyakan "tanya grizella meski dia tau apa yang ingin di tanya Stella namun dia hanya berpura-pura tidak tau saja.


"bagaimana aku bisa berada di tubuhmu?"tanya gristella dengan penasaran


"mm itu aku juga tidak tau... mungkin saja kita memiliki ikatan jadi ka Stella tertarik ke duniaku"jawab grizella asal meski dia tau kenapa jiwa gristella berada di dunia ini.


"begitukah? memangnya ikatan seperti apa?"tanya gristella yang ingin tau... tidak mungkinkan ikatan seperti di novel² gitu yang di sebut reankarnasi gitu?


asal kalian tau gristella sangat tidak suka membaca sebuah novel... dulu dia suka namun sekarang tidak. di karnakan jalan ceritanya sudah bisa di tebak... atau kisah ceritanya seperti itu meski beda author. itu terasa membosankan bagi gristella jadi saat masuk SMK dirinya memutuskan berhenti membaca novel yang menurutnya sama.


"aku juga tidak tau, meski aku tau. aku juga tidak bisa memberi tahu ka Stella apa itu"ucap grizella menampil senyum menyebalkan menurut Stella


"hu sudah menjadi arwah juga masih bisa bertingkah menyebalkan seperti ini"ucap gristella menatap datar kearah grizella

__ADS_1


"tadi kamu mau bicarakan sesuatu padaku apa itu?"tanya gristella saat mengingat jika zella kesini tidak hanya mendengar pertanyaan.


"itu ka Stella akan...."


__ADS_2