
Episode 13
pagi hari telah tiba
seperti biasa pagi² sekali Stella sudah selesai melakukan pekerjaan rumah dan mandi.
kini Stella sudah duduk di kursi dengan menikmati makan yang sudah Stella masak. namun saat menikmati makanan suara ketukan terdengar dari arah balik pintu.
"ck siapa sih, pagi² buta gini bertamu"gerutu gristella saat dirinya sedang menikmati makan tapi malah ada yang terus mengganggu ketenangannya.
dengan segera Stella berdiri dari kursinya namun tidak lupa dia mencuci tanganya sebelum menemui orang bodoh yang datang kerumah nya.
tok...tok..tok..
krekk
pintu terbuka menampilkan Stella dari dalam. Stella menatap ke arah orang yang sedari tadi mengetuk pintunya.
terlihat dari wajah Stella terdapat keterkejutan namun segera dia mengubah ekspresinya.
"ada apa Rizal? dan siapa mereka"tanya gristella yang kini sedang berpura-pura tidak mengenali lelaki baya tersebut.
"aku akan menjelaskannya, kita bicara di dalam apa boleh?"tanya lelaki baya tersebut
"baik silahkan masuk"ucap gristella mengijinkan lelaki tersebut masuk meski dia tidak rela.
dan kini mereka sudah duduk di kursi ruang tamu. tampak dari dua tamu itu terlihat gelisah duduk.
"jadi apa yang tuan ingin di bicarakan?"tanya gristella.
"Stella kamu sangat tidak sopan"tegur Rizal kepada Stella.
"tidak sopan, ya bisa di bilang saya memang tidak sopan, namun siapa yang lebih tidak sopan pagi² buta seperti ini datang kerumah orang. Di saat saya sedang sarapan karena kedatangan kalian saya tidak bisa menghabiskan makanan saya"ucap gristella mengatakan itu tanpa takut.
"Stella jangan berbicara seperti itu, apa kamu tidak tau siapa lelaki di depanmu?'tanya Rizal yang sedikit kesal dengan Stella.
__ADS_1
"memangnya siapa dia? apa dia tuhan sampai² kau menegur bicaraku"tanya gristella sambil menatap Rizal tajam.
sedangkan lelaki yang melihat tingkah laku Stella, hanya bisa mengepalkan tanganya.
"Stella, orang yang sedang duduk di hadapan kita ini adalah tuan Rakan Yudhoyono, seorang pembisnis no lima di sini, jadi kamu harus berperilaku baik"ucap Rizal.
"apa kenapa kamu tidak bilang Rizal, tapi meski begitu saya tidak akan tetap minta maaf sih, karna saya tidak salah"ucap gristella sambil menatap Rakan Yudhoyono dengan jijik.
"jadi kenapa tuan Rakan datang kerumah saya pagi pagi seperti ini"tanya gristella.
"ehm, saya ingin bertanya apa nama ibu kamu Gisella Anastasia?"tanya Rakan.
"tidak ada yang berubah, meski aku sedikit mengubahnya takdir terus berjalan sesuai kehidupan pertama, apa aku juga akan mati? meski aku sudah merubahnya?"batin gristella bertanya-tanya.
"tuan tau dari mana nama ibu saya?"tanya gristella seolah dia benar-benar tidak mengenal Rakan.
"jadi benar kau adalah anak dariGisella Anastasia "ucapnya dengan mata berkaca-kaca. menatap Stella penuh kerinduan.
"ya saya anak dari nama yang anda sebut, bisa anda jelaskan dari mana anda mengenal nama ibu saya"tanya gristella penasaran seolah dia benar-benar tidak tau apa².
"saya akan mengatakan padamu"ucap Rakan sambil menghapus air matanya.
Stella sangat tenang dia tidak sama sekali terkejut.
"apa²an ekspresi wajahnya ini. mengapa dia sangat tenang sekali, bukan ini yang aku lihat dan inginkan"batin Rakan yang sedikit gelisah dengan ketenangan Stella.
"ibumu pergi meninggalkan saya, saat ibumu sedang hamil kamu nak"ucap Rakan.
"apa? benarkah? jadi kamu ayah saya?"tanya gristella dengan ekspresi kaget. saat mendengar ucapan Rakan.
"tapi... mengapa bunda meninggalkan ayah?, Tidak mungkin ibu meninggalkan ayah tanpa sebab"tanya gristella yang ingin tahu alasan ibunya pergi meninggalkan sang ayah.
"itu, karna ibumu salah paham kepada ayah"ucap Rakan gugup dia bahkan tidak berani menatap Stella yang terus menatapnya.
"salah paham? apa yang membuat ibu salah paham dengan ayah"tanya gristella.
__ADS_1
"ibumu, salah paham karna melihat ayah bersama dengan wanita, padahal wanita itu adalah sponsor ayah di perusahaan"ucap Rakan yang kini mulai semakin gelisah, bahkan tangannya tidak bisa berhenti bergerak.
"jadi begitu"ucap gristella.
"jadi kedatangan om, kesini..."
"panggil ayah bisakah kamu memanggil saya ayah"ucap Rakan yang sangat berharap jika Stella mau menuruti ucapannya.
"mm ayah, jadi maksud kedatangan ayah kesini ngapain, tidak mungkin cuman ingin berkenalan dan mampir di rumah akukan yah"ucap gristella.
"tentu saja tidak, ayah ingin mengajak kamu kerumah ayah, rumah yang seharusnya kamu tinggal"ucap Rakan.
"apa jadi, ayah kesini mau menjemput aku"ucap gristella sangat bahagia
"tentu kamu mau kan sayang tinggal bersama ayah"ucap Rakan.
"aku mau yah, Stella mau tinggal sama ayah"ucap gristella
"kalau begitu ayo kita kerumah, ayah akan mengenali kamu dengan orang² di kediaman ayah"ucap Rakan.
"dengan orang di kediaman ayah maksudnya apa ayah?"tanya gristella yang pura² tidak tau orang² di kediaman Yudhoyono.
"itu, orang² yang bekerja di kediaman ayah"ucap Rakan
"begitu, oh iya yah, apa ayah bisa beri tahu aku siapa itu Naura kamira, mengapa dia juga memakai marga ayah?"tanya gristella.
"itu... Naura kamira itu kakak kamu"ucap Rakan yang kini jantungnya deg degan
"kakak?, tapi bunda gak pernah mengatakan aku punya kakak, bunda mengatakan aku adalah anak pertamanya, "ucap gristella yang mengandung jebakan.
"oh, itu Naura itu kakak tiri kamu, saat bunda kamu pergi, selama beberapa tahun, ehm lebih baik kita segera pergi, karna ayah tidak sabar memperkenalkan kamu dengan mereka"ucap Rakan yang sedang mengalihkan pembicaraan.
"begitu, tunggu yah, Stella ingin mengambil baju² Stella untuk di bawa"ucap gristella yang kini sudah berdiri dari duduknya.
"tidak perlu, Stella tidak perlu membawa baju, kita bisa beli nanti jika sudah berada disana"ucap Rakan.
__ADS_1
"kalau itu kemauan ayah Stella hanya mengikut saja"ucap gristella.
"tunggu kehancuran kalian, aku akan membuat kalian menderita seperti yang pernah kalian lakukan kepadaku