GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 47


__ADS_3

Episode 47


AAAAAA


"apa yang kamu lakukan pada ku"teriak Adelia saat mendapatkan dirinya tidur dengan lelaki bahkan mereka dua tidak memakai sehelai benang pun.


"kau melecehkan ku Rendy"tanya Adelia marah.


"aku akan bertanggung jawab semuanya"ucap Rendy tanpa bersalah.


"apa kau..."


"aku akan bertanggung jawab semuanya, apa kau tidak ingin aku bertanggung jawab? jika saja nanti kamu hamil"ucap Rendy yang membuat Adelia terdiam.


"baiklah tapi ingat selepas anak ini lahir kita akan cerai"ucap Adelia namun Rendy hanya acuh saja


dan akhirnya mereka pun menikah....dua Minggu setelah kejadian itu.


terlihat adelia muntah²


"uekk...uekk"


"kamu kenapa?"tanya Rendy meski dia tau apa yang terjadi pada Adelia


"aku tidak tau, tiba² saja aku mau muntah,terus kepala aku sedikit sakit"ucap Adelia yang sedikit mengeluh kepada Rendy yang kini menjadi suaminya.


"kita ke dokter saja, agar kita bisa tahu apa yang terjadi pada kamu"ucap Rendy, dia tidak mungkin dirinya mengatakan langsung bahwa itu adalah gejala kehamilannya, bisa² Adelia curiga dengannya.


karna Adelia tidak mengetahui bahwa dirinya sebenarnya sudah menikah, dia merahasiakan statusnya.


apa lagi di saat masuk tahun dua ribuan mereka belum memiliki pikiran untuk bertanya pada mba google gejala kehamilan.. jadi Rendy menyarankan untuk pergi ke dokter saja.


******


Adelia memegang perutnya yang masih rata, dia tidak percaya ada janin tumbuh di perutnya, dia sangat bahagia karna tidak lama lagi dia akan menjadi seorang ibu.


"mas aku gak percaya aku akan merasakan seperti ibu lainnya yang akan mengandung dan melahirkan"ucap Adelia

__ADS_1


"ya aku gak percaya bahwa aku akan menjadi seorang ayah"ucap Rendy dengan tercetak jelas wajah bahagianya.


Rendy mengusap perut rata Adelia sebelum dia menciumnya.


"kamu jangan banyak pikiran atau angkat barang segala, kamu harus istirahat dirumah saja"ucap Rendy sambil mengelus perut rata Adelia


"tapi bagaimana dengan perusahaanku?"tanya Adelia.


"biar mas yang melakukannya"ucap rendy sambil memegang tangan adelia.


"tapi"


"kamu ragu denganku? kamu tidak perlu ragu denganku, jika nanti aku mengalami tidak ketahuan dalam masalah perusahaan aku akan bertanya sama kamu"


"aku tidak ingin kamu kecapean, apa lagi ini adalah anak pertama kita, kamu ingat kata dokter kandungan kamu masih lemah jadi jangan kecapean"ucap Rendy yang sedang mengingatkan perkataan dokter


"baiklah mulai besok kamu yang akan menghandle perusahaan aku"ucap Adelia, dia sangat bersyukur memiliki suami pengertian seperti Rendy,


bahkan Rendy sangat berantusias dengan janin dalam perutnya. tanpa dirinya sadar itu hanya tipu muslihat dari Rendy.


7 bulan kemudian.


terlihat adelia senyum² sendiri sambil mengelus perutnya yang buncit.


"bunda gak sabar kamu lahir nak, semoga saat kamu lahir kamu sehat terus ya nak"


"bunda gak sabar mengajak kamu jalan² ketaman ke zoo, dan berbagai tempat lainnya"ucap Adelia yang sangat antusias menunggu kelahiran anak pertamanya


sampai dia mendengar suara mobil datang


"nah sepertinya ayah kamu sudah datang nak, yuk kita sambut ayah kamu yang baru pulang dari luar kota"ucap Adelia berjalan pelan. saat sudah setengah jalan


tiba-tiba saja pintu terbuka memperlihatkan seorang anak lelaki masuk kedalam


"mah ini rumah baru kita"tanya anak lelaki itu sambil menatap luas mansion, sebelum pandangannya terpaku pada Adelia.


"bibi siapa?"tanya anak lelaki itu.

__ADS_1


"saya Adelia kamu siapa ya?"tanya Adelia kaget saat melihat ada seorang anak kecil dirumahnya.


"dia anak saya Kenzo"ucap lelaki yang baru masuk sambil menyeret sebuah koper, di ikuti seorang wanita yang tidak beda jauh dengan Adelia.


"mas Rendy apa maksud kamu?"tanya Adelia.


"seperti yang kamu lihat, dia adalah Monica istri pertama saya dan anak lelaki itu adalah anak saya dengan Monica"ucap Rendy yang memberi tahukan rahasia yang selama ini dia sembunyikan kepada Adelia.


"engga kamu bohongkan mas"tanya Adelia dia tidak ingin mempercayai semuanya. namun anak lelaki yang bernama Kenzo itu duplikat dari Rendy anak itu persis dengan Rendy dia tidak bisa tidak mengakuinya


"seterah kamu intinya dia adalah anak dan istri saya"ucap Rendy.


"pergi kamu dari mansion saya!!"teriak Adelia kepada Rendy sambil berusaha mendorong Rendy.


"hahaha kamu mengusir saya, seharusnya kamu pergi dari rumah ini"ucap Rendy.


"apa maksud kamu, ini mansion saya bukan punya kamu"ucap Adelia.


"ya ini memang mansion kamu, namun ini akan menjadi mansion keluarga besar saya nanti"ucap Rendy sambil melemparkan sebuah dokumen kepada Adelia.


untungnya Adelia sigap menangkap dokumen itu dan membacanya


"tanda tangani perpindahan harta itu"ucap Rendy


"tidak aku tidak akan menandatangani surat ini"ucap adelia


"begitu, baiklah jangan salahkan aku untuk membunuh anak yang ada di dalam kandungan kamu itu"ucap Rendy


"kamu berani membunuh darah denganmu?"tanya Adelia yang tidak percaya mendengar ucapan Rendy.


"tentu kenapa tidak, aku tidak akan segan² mengambil nyawa anak di dalam kandungan kamu itu, jadi segera kamu pilih tanda tangani surat itu atau aku membunuh anak dalam kandungan kamu itu"ucap Rendy.


"dan kamu harus ingat, meski kamu mati, aku masih bisa mendapatkan semua harta kekayaan kamu itu, jadi percuma juga sih kamu menanda tangani surat ini sebenarnya"ucap Rendy.


"namun aku masih berbaik hati memberimu kesempatan hidup "ucap Rendy sambil mencumbu bibir Monica di hadapan Adelia.


Adelia melihat itu hanya bisa mengepalkan tangannya, dia sangat marah karna tidak kemampuannya melawan baji*ngan di hadapannya.

__ADS_1


dengan terpaksa dia harus menandatangani surat perpindahan harta itu.


__ADS_2