
Episode 45
terlihat keluarga smiht menonton pertunjukan adu mulut tersebut, bahkan mereka terkejut saat mendengar ucapan Rendy yang sedang membalikkan sebuah fakta.
"sungguh lelaki yang keji, dia bahkan membalikkan sebuah fakta yang sebenarnya"ucap mommy Sofia yang menampilkan wajah jijiknya terhadap Rendy.
"apa yang harus kita lakukan? kalian tahu bukan prince tidak akan tinggal diam melihat itu terjadi kepada kekasihnya"ucap Adara sambil menonton drama keluarga di depannya.
baru saja di Adara mengucapkan perkataan itu tiba² saja kini Gibran sudah berdiri di hadapannya.
"kenapa?"tanya Evandri kepada sang adik.
"mana pil kejujuran?"tanya Gibran kepada Adara.
"pil kejujuran"ucap Adara yang tadinya menampilkan wajah bingung kini berganti wajah senang.
apakah adiknya itu akan menggunakan pil kejujuran untuk Rendy? jika benar itu bagus dia juga ingin melihat seberapa besar efek kejujuran yang di diperolehnya dari pil tersebut.
meski dia sudah pernah memberikan kepada salah satu preman hasil tangkapan Gibran. Namun meski sudah di berikan pil kejujuran mereka malah tidak mendapatkan hasil apa pun dan pil itu terbuang sia². namun untuk kali ini mungkin tidak obatnya tidak mungkin termakan sia² saja.
"oh ini"ucap Adara sambil memberikan sebuah pil kepada Gibran.
dengan segera Gibran berjalan ke arah kerumunan terjadi dengan di ikuti oleh para smiht
"cukup"ucap Dady Sofian
seketika saja mereka langsung menoleh kearah suara, saat mengetahui dari mana suara itu berasal. mereka langsung terdiam dan mengingat jika mereka sekarang ini berada di acara anniversary smiht.
"beraninya kalian berbuat kekacauan di acara yang saya selenggarakan, apa kalian sudah bosan kaya?"ucap Dady Sofian dengan suara tegas, yang membuat bulu kudu semua tamu berdiri.
"maafkan saya tuan Mr Sofian"ucap Rendy yang ketakutan juga saat berhadapan dengan Dady Sofian.
"apa yang kau ucapkan apakah itu benar, apa kau tidak sedang memutar balikan fakta sebenarnya terjadi"ucap Dady Sofian kepada Rendy yang membuat Rendy terdiam
__ADS_1
"apa tuan Sofian mengetahui fakta sebenarnya?"tanya Rendy dalam hati, dia takut jika dia menjawab iya, takutnya Dady Sofian memiliki bukti, namun jika dia menjawab tidak citranya akan hancur karna telah berbohong.
"apa yang di katakan suami saya benar tuan Sofian, bahkan saya waktu itu hampir di bunuh oleh ibu zella, namun tuhan masih berbaik hati kepada saya"ucap Monica yang mengambil alih pertanyaan Daddy Sofian.
"benar apa yang istri saya katakan, saya tidak mungkin berbohong di hadapan semua orang"ucap Rendy yang kini mendapat keberanian.
"jika itu benar, anda tidak menolak bukan jika saya menyuruh menelan ini"ucap Dady Sofian mengambil pil di tangan Gibran dan menunjukkan kepada Rendy.
"apa ini?"tanya Rendy menatap sebuah benda bulat berwarna putih.
"kamu akan tau setelah kamu menelannya"ucap Dady Sofian
meski agar ragu untuk mengambil benda bulat di tangan Dady Sofian, namun Rendy harus tegar karna jika Freya berhasil mendapatkan cinta dari pemuda bernama Gibran, bukankah dia akan menjadi besan dari keluarga smiht.
jadi dengan berani Rendy mengambil benda bulat yang tak lain adalah pil kejujuran itu.
Rendy menatap benda bulat di tangannya, dia sedikit aneh dengan benda bulat itu, dia pun mendongak menatap Dady Sofian untuk meminta penjelasan.
"itu adalah pil racun"kata Dady Sofian yang membuat Rendy terhentak dan hampir melempar pil itu dari tangannya.
"jika saya ingin meracuni anda saya tidak akan mengatakan bahwa itu adalah racun"kata Dady Sofian santai.
"Apa maksud itu semua?"tanya Rendy.
"saya ingin anda menelan pil racun itu sebagai bukti bahwa anda mengatakan yang sebenarnya bukan bualan saja"ucap Dady Sofian santai.
"Apa anda berani"tanya Dady Sofian dengan wajah seringainya.
Rendy tertegun mendengarnya, dia takut jika dia menelan pil racun ini, takutnya nyawanya tidak di selamatkan, namun disisi lain dia harus meyakinkan semua orang bahwa ucapannya bukanlah omong kosong.
"tapi apa anda bisa menjamin bahwa nyawa saya bisa tertolongkan? setelah saya menelan pil ini?"tanya Rendy.
"saya akan menjamin, bahkan kami juga punya penawarnya"ucap Rendy memperlihat sebuah pil berwarna merah...
__ADS_1
"jadi apa anda bisa membuktikan bahwa perkataan anda bukan hanya sekedar omong kosong?"tanya Dady Sofian lagi.
"ya perkataan saya bukanlah omong kosong, saya akan membuktikannya jika saya tidak berbohong atau memutar balikkan fakta"ucap Rendy yang langsung menelan pil kejujuran yang dia kira adalah racun.
semua orang yang hadir menahan nafas mereka, karna melihat keberanian Rendy tanpa memikirkan jika nyawanya menjadi ancaman. namun aksi Rendy membuat orang membuktikan jika omongannya tidaklah berbohong. dia bahkan rela menelan pil racun untuk membuktikannya ucapannya.
semua orang seketika yang menatap Rendy kini berbalik menatap cemoh zella.
"lihat suami saya menelan pil racun itu untuk membuktikan bahwa kami bukanlah seperti kamu maksud yang memutar balikkan fakta"ucap Monica. sebenarnya dia sedikit takut, namun dia memberanikan diri agar zella di permalukan.
namun setelah Monica mengucapkan kata sepatah suara tawa menggema di ruangan itu.
hahahah...hahah.
"apa anda kira itu adalah pil racun?"ucap Gibran yang berdiri di samping zella.
membuat Monica dan para tamu lainnya bingung apa maksud dari Gibran.
"bukan kah itu racun"kata Rendy terheran heran
"kalian salah itu bukanlah racun"
"tapi itu adalah pil kejujuran"ucap Adara yang menyambungkan ucapan Gibran
"pil kejujuran, jika seseorang menelan pil itu dia akan mengatakan semua kejujuran dan dia tidak bisa berbohong, maka dari itu pil itu di beri nama kejujuran"ucap Adara .
"apa"Rendy terhentak mendengar itu, dia memegang perutnya, dia sedikit ketakutan bagaimana bisa? apa yang harus dia lakukan?
namun tiba-tiba dia merasakan sesuatu terjadi dengan dirinya, refleks tubuh Rendy kejang kejang. sebelum dia jatuh tidak sadarkan diri.
"kurasa efeknya mulai bereaksi"ucap Kendrick
BESOK AUTHOR LIBUR BEBERAPA HARI, JADI AUTHOR SUDAH MENYIAPKAN BEBERAPA BAB UNTUK KALIAN BACA.....
__ADS_1
sekian terimakasih 🙏🙏🙏😊