GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 8


__ADS_3

Episode 8)


di kantin terlihat rosella cs sedang makan... namun makanan mereka harus terhenti karna sosok pemuda sedang berdiri di samping mereka.


"ngapain Lo disini?"tanya rose saat menatap pemuda yang tak lain adalah Gibran.


"gue memiliki urusan dengan sahabat kalian... gue pinjam dulu"ucap Gibran yang langsung menarik tangan grizella... di saat gadis itu sedang meminum minumannya...


"eee Lo kenapa tarik² gue? asal Lo tau yah... makanan mubazir kalau di buang"ucap grizella yang terus melayang kata² di setiap langkah mereka.


sampai tibanya mereka di sebuah rooftop...


grizella menatap sekelilingnya.... "wdih, ini rooftop atau apartemen? tapi apartemen jauh lagi deh... luas ruangan ini kayak luas ruang tamu gue"batin grizella.... yah meski grizella atau gristella adalah orang kaya.... tapi melihat beginian hatinya meleyot gais...


"gila siapa yang membangun ni rooftop.... jika gue tau... gue akan tepuk tangan dan mengucapkan selamat karna telah menghambur-hambur uang." dia memang gak sayang uang... mungkin baginya mendapatkan uang itu cara yang mudah kali jadi dia berbuat seperti ini... gue aja orang kaya kedua... mana berani hambur² duit sebanyak ini hanya untuk membangun ginian..."


tanpa di sadari setiap gerak gerik grizella di perhatikan oleh Gibran.


setelah puas mengamati ruang yang ada di rooftop... pandangan zella tertuju pada Gibran yang sedari tadi diam.


"kalau gak ada yang ingin di omongin gue keluar"ucap grizella kepada Gibran yang asyik diam


"rencana apa yang sedang kamu buat zell"tanya Gibran yang kini memulai membuka bicara. sambil menatap grizella tajam


sepertinya saran yang dari mommy Sofia sepertinya dilupakan oleh Gibran... atau pemuda itu saja yang sedang grogi saat berdekatan dengan sang kekasih jadi membuatnya asal bicara.


"maksudnya apa? gue gak ngerti "jawab grizella yang memang tidak mengetahui maksud ucapan Gibran.

__ADS_1


"njin ni cowok seremin banget sih... udah narik gue kesini gue kira dia mau misi-misu tentang cinta, eh malah mendapatkan pertanyaan gak jelas"batin grizella takut namun bersamaan itu dirinya juga kesal.


"kamu jangan bohong zella? aku tau kamu sedang merencana sesuatu... pliss berhenti merencanakan apapun itu yang sedang kamu rencanain"


"maaf gue rasa Lo salah paham... gue gak sama sekali sedang. apa yang Lo bilang tadi"ucap grizella yang masih sabar.


"aku tau kamu kayak gimana zell... pliss jangan memanfaatkan hubungan kita untuk menyatukan mereka"ucap Gibran yang tanpa di sadari akan menjadi Boomerang untuknya.


"maksud kamu?" kamu menganggap aku menerimamu karna itu.... jika kamu tau aku menerimamu karna itu... kenapa kamu masih mempertahankan hubungan ini?"tanya grizella lirih sambil menundukkan kepalanya


"kamu bodoh zella... kenapa kamu mempermainkan perasaan pemuda itu seperti ini? padahal pemuda ini tulus mencintai kamu.... kamu tau disini aku sangat iri dengan kehidupan kamu... kamu bisa mendapatkan cinta dari sosok pemuda yang mencintaimu"


"sedangkan aku... aku sama sekali tidak mendapatkan itu aku hanya mendapatkan kepalsuan' keluarga, sahabat,dan cinta itu semua palsu mereka semua palsu"batin grizella menangis


"tapi kenapa kamu sama sekali tidak bersyukur... mendapatkan kehidupan seperti ini"batin grizella aka gristella yang iri dengan grizella novel.


"bukankah sedari awal seperti itu, kamu memang ingin menyatukan mereka"ucap Gibran sambil tersenyum kecut menatap grizella.


"kamu masih bertanya apa aku terbebani? tentu aku terbebanin dengan perlakukan kamu zell... jika kamu masih memaksa untuk menyatukan mereka aku terpaksa mengakhiri hubungan ini"ucap Gibran yang mencoba menakut-nakutin zella.


karna dia yakin zella pasti tidak mungkin mengakhiri hubungan yang menguntungkan ini untuk sahabtnya... namun sayangnya apa yang dia pikirkan tidak berjalan sesuai rencananya...


"baik dan maaf sudah membuat kamu terbebanin dan tersakiti atas ke egois'an ku. terimah kasih sudah menjadi kekasihku... mungkin ini jalan satu-satunya untuk kita berdua... terimah kasih sudah bersabar menghadapi tingkah laku ku... aku terima untuk mengakhiri hubungan ini"ucap grizella yang kini air mata yang tidak dapat di bendung lagi... air mata itu kini mengalir di pipi zella tanpa di ketahui oleh Gibran karna zella saat ini sedang menundukkan kepalanya.


dia mengatakan itu bukan tanpa sebab, karna dia perna ada di posisi Gibran.. posisi yang hanya di manfaatkan oleh orang² yang kita cintai... dia tidak ingin Gibran merasakan sakit seperti dirinya. jadi dia lebih memilih untuk memutuskan Gibran mungkin ini adalah jalan satu-satunya buat pemuda itu.


karna dia ingin Gibran bisa merasakan rasanya di cintai oleh orang yang mencintainya.

__ADS_1


deg....


"tidak bukan ini yang di harapkan... bukan ini ucapan yang ingin dia dengar... tidak aku tidak bisa membiarkan hubungan ini berakhir"batin Gibran yang merasa bersalah mengatakan ucapan itu


saat dia melihat zella akan pergi Gibran segera menarik tangan zella... hingga membuat gadis yang di tarik... segera menabrak bidang dada keras itu


Duk...


"tidak bisakah kamu menarik kata²mu lagi. maksudku tidak bisakah kamu berpikir dulu sebelum mengambil keputusan yang tepat"ucap Gibran yang sedang memeluk zella dia belum bisa menerima keputusan zella secara langsung bahkan gadis itu tidak berpikir dua kali untuk mengambil keputusan.


jika dia tau akan seperti ini. dirinya tidak mungkin mengancam zella untuk mengakhiri hubungan ini. sekarang apa yang harus dia lakukan jika sudah seperti ini.


"ke-kenapa? bukankah kamu merasa terbe-bani dengan hubungan ini? a-ku hanya tidak ingin membuat kamu terbebanin semakin jauh"ucap grizella di balik dekapan Gibran yang nada sedikit terbata-bata


mendengar keanehan dari nada suara zella. dengan segera Gibran melepaskan pelukannya dari zella. pemuda itu mengangkup kedua pipi zella menghadap padanya


betapa sakitnya Gibran saat melihat kekasihnya kini mengeluarkan air mata. dia semakin bersalah karna membuat zella nangis. dengan segera dirinya menghapus air mata yang berada di wajahnya dirinya terus berucap maaf di sela² menghapus air mata zella.


"maaf...maaf karna ku kamu menangis aku tidak bermaksud membuat mu menangis maafkan aku. aku salah"ucap Gibran yang terus meminta maaf. dia tidak sanggup melihat sang kekasih menangis...


mendengar ucapan Gibran yang merasa bersalah karna membuatnya menangis... membuat hati zella semakin sakit. zella semakin menangis sejadi-jadinya. membuat Gibran tambah semakin bersalah... Gibran segera membawa zella kembali ke dekapannya.


beberapa menit kemudian kini zella tidak lagi menangis. gadis itu kini sudah tenang, hanya saja mata gadis itu merah dan sedikit bengkak namun tidak terlalu jika tidak di perhatikan..


kini Gibran dan zella saling bertatapan mata... sebelum zella mengucapkan sepatah kata.


"aku tetap ingin mengakhiri hubungan ini..." membuat Gibran kecewa karna zella yang tetap pada keputusan untuk mengakhiri hubungan mereka, namun sedetik kemudian dia terdiam saat mendengar ucapan zella lagi "mari kita putus... dan memulai kembali dengan awal hubungan ini"ucap grizella

__ADS_1


"ma-maksudnya?"ucap Gibran yang masih mencerna ucapan zella dia masih terkejut itu membuatnya tidak bisa berpikir


"kita akhiri hubungan menyakitkan ini... dan kita bisa memulai lebih awal dan membangun hubungan bahagia tanpa adanya hubungan menyakitkan ini"ucap grizella dengan kepala sedikit di miringkan dan melayangkan sebuah senyuman manis kepada Gibran.


__ADS_2