
Episode 46
5 detik setelah Rendy mendapatkan reaksi dari pil kejujuran itu, disini lah dia duduk di sebuah kursi dengan mata menutup
"kita akan segera mengetahui kebenaran siapa yang berbohong di antara mereka berdua"ucap Evandri sambil menatap Monica dan Freya yang kini sedang ketakutan.
"tuan Rendy saya ingin bertanya dan tolong jawab dengan jujur pertanyaan saya"ucap Dady Sofian
"baik"jawab Rendy dengan mata tertutup.
"apa benar Adelia pernah menggodamu?"tanya Dady Sofian
"tidak"
seketika mereka semua yang sudah tertipu ucapan Rendy menahan nafas.
"lalu mengapa kau menuduh Adelia telah menggodamu?"tanya
"untuk menghancur perusahan thoender, agar anak itu tidak sok belagu lagi kepada saya"ucap Rendy yang mengatakan secara jujur tanpa sadar.
sekali lagi mereka tidak bisa bernafas mendengar ucapan Rendy, untuk menghancurkan perusahaan thoender??? mereka tidak bisa berkata apa-apa.
"apa kau memiliki masalah dengan zella sampai² anda ingin menghancurkan perusahaan thoender?"tanya mommy Sofia
"tentu saja, hanya masalah kecil anak itu mengusir saya dari rumah thoender"
"memangnya masalah apa sampai kamu di usir dari kediaman thoender?"
"hanya karna saya mencuri proposal perusahaan dirinya dan memukul pembantunya saya malah di usir sungguh anak yang tidak punya hati nurani"
kini wajah semua para tamu yang mendengar itu seketika memerah hanya mencuri proposal perusahaan itu dia bilang masalah kecil?
dan apa tadi anak yang tidak punya hati nurani? jika memang zella tidak memiliki hati nurani bukankah dia sudah mendekam di penjara?.
__ADS_1
"kenapa anda tinggal di kediaman thoender bukankah anda bisa tinggal di kediaman Walker?"tanya Rosella yang sangat penasaran mengapa Rendy malah tinggal di kediaman sahabatnya.
namun Rendy hanya berdiam tanpa menjawab pertanyaan Rosella.
"kamu jawab pertanyaan dari gadis tadi"ucap Dady Sofian
"itu karna saya ingin mengambil alih perusahaan thoender, seperti yang saya lakukan kepada ibunya dulu"ucap Rendy yang berkata tanpa sadar.
"dulu? bisa kamu jelaskan apa maksudnya?"tanya Chelsea
"Ya dulu saya juga melakukan itu kepada ibunya meski ada sedikit perbedaan waktu itu..."
flashback
"nona udah mau berangkat "tanya Rendy persi muda. menghampiri Adelia yang sedikit terburu-buru
"ya, karna saya ada miting pagi ini, saya berangkat dulu "ucap adelia sambil memasuki mobilnya sebelum meninggal halaman kediamannya.
tringggg
"halo ada apa Bu?" Tanya Rendy yang sedang mengangkat panggilan.
"....."
"ini baru setengah bulan loh Bu masak duit gaji mas sudah habis"ucap Rendy dia sangat menyayangkan uang 12juta habis dalam setengah bulan, jika dia bertanya kemana semua duit itu,
jawabannya, sudah di belanjakan keperluan putranya Kenzo yang berumur 3thn...
"...."
"mas belum gaji Bu"ucap Rendy.
"....."
__ADS_1
"baiklah Bu"ucap Rendy yang akhirnya panggilan pun di tutup.
"bagaimana cara aku bisa punya uang banyak? agar aku bisa menafkahi keluargaku"guman Rendy sambil ngelap keringat yang bercucuran di wajahnya.
sedetik kemudian dia menatap mansion tuannya,"hanya ini yang bisa membuat saya kaya, saya harus melakukannya"batin Rendy yang berjalan menuju ke belakang mansion di mana belakang itu terdapat kamar pelayan.
malam telah tiba, terlihat seorang gadis sedang duduk sambil menatap sebuah dokumen di tangannya.
sebelum pintu ruang kerjanya di buka.
"non gak istirahat?"tanya Rendy kepada Adelia.
"tidak mas Rendy, saya harus menyelesaikan pekerjaan saya dulu"ucap Adelia tanpa menatap Rendy.
"gitu, ini saya membawakan kopi untuk non Adelia supaya non memiliki tenaga malam ini"ucap Rendy sambil menyeringai.
"oh makasih mas Rendy"ucap Adelia, dirinya sedikit kehausan jadi dia menerima kopi buatan Rendy dan meminumnya sebelum dia kembali dengan berkas² yang ada di meja.
namun 10 detik dia merasakan sesuatu yang sangat aneh dengan tubuhnya, Adelia merasakan sangat panas meski dia sudah memakai AC
"ko panas ya, Lo mas Rendy masih disini"tanya Adelia, dia kira Rendy sudah keluar dari ruang kerjanya.
"mas Rendy tidak merasa kepanasan?"tanya Adelia dia sudah mengipas² tubuhnya namun rasa panas tidak berhenti.
"ada yang bisa saya bantu non"tanya Rendy sambil berjalan kearah Adelia yang sedang kepanasan.
"tolong bisa kipaskan saya ini sangat panas"ucap Adelia yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya...
Karna gadis itu sedikit polos tentang seperti itu, apa lagi Adelia anak yatim.
namun bukannya mengambil kipas atau mengipasi Rendy malah, menyentuh tangan adelia, yang membuat Adelia merasakan ingin sentuhan lebih bahkan gadis itu sudah hampir hilang kesadaran.
"aku akan membantumu menghilangkan rasa panasnya"bisik Rendy yang langsung mencium bibir Adelia yang kini sudah mulai hilang kendali.
__ADS_1