
(Episode 15)
brukk
"kenapa dua benalu itu cepat sekali datang kesini? tapi gak papa deh itu juga bagus... jadi sebelum empat bulan semua alur ceritanya selesai sebelum gue pergi"
namun saat mengucapkan kata pergi... perasaan zella sedih.. "jika gue di beri permintaan, gue hanya ingin bersama Gibran, jika bisa Gibran ikut aku pergi kedua asliku"batin grizella
"gimana ya nasib Gibran jika gue pergi dari sini?, apa dia sedih atau..."jedanya sambil berpikir. "tapi semoga baik² aja deh" yang mencoba menghilangkan fikiran yang tidak².
"lebih baik gue pergi tidur sebelum besok bersiap kesekolah"ucapnya.... "tapi sebelum itu gue harus memberi mereka sebuah hadiah pasti mereka suka bahkan berjingkar senang karna di beri hadiah yang tak akan mereka lupakan"ucap grizella dengan segera zella mengambil hape nya dan menakan tanda telpon.
tut...Tut..Tut..
"halo non zella ada yang bisa saya bantu"tanya seseorang di seberang.
"bisa tolong lakukan sesuatu untukku ka Hans?"tanya grizella yang rupanya gadis itu hubungi adalah Hans.
"apa yang bisa saya bantu nona"tanya Hans
"bisakah ka Hans memanggilku sebutan adik?"tanya grizella yang mendapatkan keterdiaman dari Hans.
"baiklah adik apa yang bisa kakak bantu?"tanya Hans yang tidak menolak permintaan zella... karna Hans sudah lama mendambakan zella memanggilnya kakak...
Hans adalah anak yatim piatu... sebelum dia di pungut dan di jadikan anak oleh seseorang perempuan yang tak lain ada Adelia ibu dari zella. di situ zella masih dalam kandungan yang berusia 7 bulan....
"bisakah ka Hans......"
"baik' zella hanya tunggu berita yang zella inginkan, jika begitu kakak akan matikan sambungan"ucap Hans.
"Mm hati²"ucap grizella yang membuat perasaan Hans menghangat. karna zella akhirnya menerimanya sebagai seorang kakak meski mereka tidak memiliki hubungan darah.
********
pagi hari yang cerah tidak secerah wajah grizella di pagi hari... saat melihat dua benalu duduk bersama mereka di meja makan. jika di lihat mereka seperti keluarga yang harmonis... ya sangat harmonis untuk para benalu saja.
"bi Siti"panggil grizella.
"ya non ada apa?"tanya bi Siti yang datang dari dapur
"sini bi duduk di sebelah aku"ucap grizella yang langsung mendapatkan banyak mata menatapnya.
"saya tidak ingin ada penolakan"ucap grizella menatap tajam bi Siti yang tadinya ingin menolak.
"baik non"ucap bi Siti yang tanpa basa basi langsung duduk di sebelah grizella dengan pandangan menunduk.
__ADS_1
"Lo ko zella dia ko ikut makan dengan kita sih?"tanya Freya sambil memandang jijik bi Siti.
"memangnya kenapa kalau dia ikut gabung makan"tanya grizella sambil menaikkan satu alisnya
"dia kan pembantu"ucap Freya yang tidak menyadari bahwa dirinya juga pembantu di rumah grizella.
"gak sadar Lo juga disini pembantu, seharusnya Lo gak makan satu meja dengan gue... meski orang tua Lo sahabat mokap gue"ucap grizella ngelirik Tante Monica"dan ingat selama Lo disini Lo harus panggil gue non... kita gak sedekat itu Lo panggil dengan nama gue apa lagi sekarang Lo disini pembantu di rumah gur"ucap grizella lagi... yang membuat Freya hanya mampu mengepalkan tangannya di bawah meja.
"ko kamu bicara gitu sih dengan Freya"ucap Kenzo yang tak terima adiknya di hina dan direndahin.
"memangnya kenapa dia duluan ko yang mulai... bahkan dia berani sekali memandang bi Siti dengan jijik... bi Siti itu sangat berjasa buat gue... jadi gue gak akan terima jika ada yang memandang bi Siti dengan rendah atau apapun itu"ucap grizella yang sedang memperingati para benalu agar tidak semenah menahnya.
"udah cukup... segera kita makan"ucap papa Rendy yang menyudahi pertengkaran... jangan sampai mereka membuat grizella marah jika itu terjadi takutnya mereka akan di usir... dan rencana mereka yang selama ini di susun malah berantakan.
beberapa menit akhirnya mereka sudah menyelesaikan acara makan mereka. dengan segera mereka meninggalkan meja... untuk berangkat menuju tempat yang mereka tuju.
"zella aku numpang ke sekolah sama kamu yah"ucap freya penuh harap...
"Lo lupa panggil gue non... Lo disini itu pembantu jaga panggilan Lo sama tuan rumah"ucap grizella yang memperingatkan posisi Freya di rumahnya
"dan apa mau numpang, sorry gue gak izinin seorang pembantu menaiki mobil gue" ucap grizella. segera saja zella memasuki mobilnya namun sebelum jalan dia sempat mengirim pesan kepada seseorang.. sebelum zella meninggal kediaman thoender.
dia tidak ingin berlama di dekat Freya atau keluarga tocxi itu... karna suasana zella kini sedang bagus... jadi dia tidak mau suasananya buruk di karnakan benalu itu
"sabar mama akan membicarakan ini kepada ayah dan kakakmu untuk mencari cara agar harta kekayaan grizella jatuh kepada kita"ucap Tante Nayla
"pokoknya secepatnya mah"ucap Freya. dia sangat benci dengan zella karna gadis itu harga dirinya di injak².
"terus aku berangkat kayak gimana mah? "
"kamu minta jemput dengan pacar kamu aja lah"ucap Tante Nayla sebelum melenggang masuk kedalam rumah meninggalkan sang putri di luar
*******
di sekolah.... di depan pintu masuk...
terlihat Freya sedang menggerutu karna pintu gerbang sekolah sudah tertutup.
"ini semua karna zella... jadi gue telat masuknya"ucap Freya.
"lihat aja saat tiba waktunya... gue akan membalas semua apa yang Lo lakuin ke gue... Dan gue akan ngerebut semua apa yang Lo punya termaksud Gibran"ucap Freya dalam hati
"terus bagaimana caranya aku masuk kekelas hari ini, masa ia gue harus godain satpam itu sih"ucap Freya sambil melirik kearah satpam yang sedang duduk sambil minum kopi itu.
"iii jijik banget kalau gue godain kakek ke gitu"ucap Freya yang langsung berjingkar jijik.
__ADS_1
"apa yang harus gue lakukan?guman Freya yang kini mulai frustasi di karnakan tidak bisa memikirkan jalan untuk bisa masuk kesekolah... di pikirannya hanya terbesit untuk menggodai pak satpam itu agar bisa masuk.
di dalam sekolah.
"bee kan kemarin aku udah bilang aku akan jemput"ucap Gibran yang kini sedang bersama zella berjalan di karidor
Gibran kali ini merengek bak anak kecil yang tidak di belikan mainan oleh ibunya
"habisnya kamu lama sih jemput aku... aku muak dengar rengekan dan wajah munilatif pacar boss kamu"ucap grizella kepada gibran
"dia ngapain dirumah kamu bee?"tanya Gibran penasaran keberadaan Freya di rumah sang kekasih.
"dia numpang tinggal dirumah aku, katanya rumahnya habis kebakaran"jawab grizella tanpa tutupi.
"gak ada berita masuk tuh kediaman Walker kebakaran"ucap Gibran sambil memandang zella.
pemuda itu tidak pernah bosan memandang Wajak cantik kekasihnya yang polos tanpa di tutupi oleh makeup.
"itu dia, mereka mungkin tidak pintar mencari alasan"guman grizella.
"tapi memangnya mereka siapa kamu bee? sampai² dia bisa tinggal di kediaman kamu?"tanya Gibran tanpa disadari kini dia mulai berbicara banget tidak seperti Gibran dulu yang irit akan bicara.
"dia sahabat munafik bundaku"ucap grizella "kamu ko banyak tanya sih? ran, ini bukan kamu loh yang katanya irit bicara"ucap grizella.
"aku begini cuman di kamu aja bee"ucap Gibran yang berhasil membuat hati zella meleleh mendengar kata manis keluar di mulut gibran.
apa semua lelaki yang irit bicara seperti ini dengan kekasihnya? atau hanya kekasihnya saja. piks zella harus menjaga kekasihnya. dia tidak rela jika kekasihnya di ambil orang lain. jangankan di ambil disentuh sedikit saja dia tidak rela.
"dasar gombal"ucap grizella lain di mulut lain dihati. tidak mungkin bukan zella memperlihatkan sisinya jika dia tersipu dengan kata² manis dari kekasihnya ini.
Gibran yang tau jika kekasihnya sedang tersipu, pemuda itu pun mengacak rambut zella sebelum dia memeluknya dan menghirup wangian dari tubuh sang kekasih
"udah ih jangan lama² peluknya malu tau ini masih di sekolah"ucap grizella mendorong pelan Gibran agar pemuda itu melepaskan pelukannya.
"jadi kalau di luar boleh dong aku meluk kamu"ucap Gibran yang kini mulai menggoda sang kekasih.
"ya engga boleh juga di luar itu tempat umum. banyak orang berlalu lalang disana"ucap grizella ..
"ya udah deh di rumah aja kalau begitu"
"di rumah juga gak boleh nanti di lihat bibi atau mang Ujang... kasihan mang Ujang ya jomblo"ucap grizella.
"ya udah kalau begitu di dalam kamar aja... deh pasti gak ada yang ngeliat"
"ada ko yang ngelihat bahkan lebih parah lagi jika di dalam kamar... bahkan orang itu bisa menghasut pikiran"ucap grizella yang meninggalkan Gibran disana setelah mengucapkan kata²... sedangkan Gibran tidak bisa berkata apa² lagi saat mendengar ucapan kekasihnya. Gibran segera menyusul sang kekasih pergi
__ADS_1