GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 14..


__ADS_3

Episode 14


kini Stella sudah berdiri di depan mansion yang lumayan besar,


"wah mansion ini sangat besar ayah"ucap gristella menatap mansion Yudhoyono dengan mata berbinar-binar.


melihat sifat kampungan Stella , membuat Rakan mencibirnya dalam hati "ck dasar anak kampungan, untung saja kau bukan putriku, jika kau putriku bisa² aku malu"batin Rakan.


"ayo nak, kita masuk"ucap Rakan. dengan segera mereka berjalan menuju pintu masuk mansion.


krekk...


saat pintu terbuka, mereka di sambut dengan suara seorang perempuan.


"mas kamu sudah datang, mas apa dia putrimu yang kamu katakan"tanya Andini sambil menatap Stella dengan senyum lembut.


"benar mah, ini adalah Stella putri kandungku"ucap Rakan memperkenalkan Stella dengan bangga.


sedangkan Stella hanya bisa menatap miris dirinya. saat kedatangan pertamanya di keluarga Yudhoyono. dia kira mereka benar² menerimanya.


dia tidak tau, jika itu semua hanyalah topeng untuk menutupi sifat asli mereka.


tapi sekarang tidak lagi, dia yang dulu dan sekarang berbeda. dia sudah tau sifat asli mereka. dan dia tidak akan termakan tipu muslihat mereka. "lihat saja aku akan membikin kegaduhan di dalam mansion ini"batin gristella.


"hy Stella"sapa Andini sambil ingin merangkul Stella


namun Stella segera menghindar dari Andini.


"pah apa dia istri papah?"tanya gristella sambil menatap Andini.


"iya sayang, dia istri papah"jawab Rakan. dengan kening naik.


"ada apa"tanya Rakan


"aku tidak suka dengannya "ucap gristella sambil merangkul tangan Rakan meski Stella jijik merangkulnya.

__ADS_1


"me..mengapa"tanya Rakan.


"ibu tiri itu sangat jahat, dan bermuka dua di depan orang²"ucap gristella sambil menatap Andini dengan seringainya.


"mengapa kamu mengatakan begitu"


"aku mengatakan itu, karna salah satu sahabat ku mengalami seperti itu, di rumah ayahnya sendiri dia di jadikan pembantu dan kamarnya yang dulunya besar kini kecil, apa aku juga seperti itu pah? apa kamarku juga kecil apa dia yang mengatur letak kamarku yah"tanya gristella yang membuat kedua pasangan itu agak sedikit susah meneguk air liurnya.


"ayah apa aku putrimu?"tanya gristella dengan mengandung makna dalam perkataannya.


"tentu...tentu saja kamu adalah putriku, mengapa kamu mengatakan begitu"ucap Rakan


"jika aku putrimu, pasti aku harus memiliki kamar yang luas dan berada di lantai atas kan ayah"tanya gristella lagi.


Rakan yang mendengar itu menoleh ke arah Andini, mereka saling bertatapan.


"itu, maaf sayang kamar di lantai atas hanya ada tiga kamar... dan kamar di lantai atas sudah di tempati"ucap Andini


"siapa yang menempati kamar itu?"tanya gristella.


"kalau begitu suruh saja salah satu dari mereka pindah, aku ingin tinggal di lantai atas"ucap gristella.


"gak bisa gitu nak"ucap Rakan.


"kalau begitu, ya sudah aku lebih baik pergi saja dari sini, disini aku sama saja seperti tidak di hargai, padahal aku adalah putri kandung ayah"ucap gristella yang kini membalikkan badannya Henda pergi


"tunggu baiklah, kamu akan tinggal di lantai atas, tapi bisakah kamu menunggu nak, papah akan menyuruh Maid untuk mengemas dan memindahkan barang² yang ada di dalam kamar untuk kamu tempati"tanya Rakan


"baiklah aku akan menunggu, tapi aku tidak menunggu dengan duduk diam, papah tau kan aku tidak memiliki baju, semua baju aku di tinggal di rumah mendiang mamah"ucap gristella


"oh baiklah ini adalah kartu kredit, beli lah apa yang kamu beli"ucap Rakan sambil memberikan kartu kredit kepada Stella.


tanpa menunggu lama, Stella menerimanya dengan senang hati.


"terima kasih ayah"ucap Stella. "kalau begitu Stella pergi dulu"ucap gristella melangkah pergi dari kediaman Yudhoyono dengan menaiki mobil.

__ADS_1


"Mas, mengapa kamu bicara seperti itu, terus kamar siapa anak itu tempati, tidak mungkin salah satu kamar putri akukan pah"ucap Andini.


"yang akan di tempati adalah kamar kita mah"ucap Rakan.


"apa!! kamar kita mas, gak aku gak mau pindah di kamar aku mas yang luas itu"ucap Andini


"mah, kita harus mengalah untuk sementara mah, apa mamah mau anak itu pergi, apa mama mau salah satu putri kita menikah dengan tuan Harto"tanya Rakan


"kita harus mengalah dulu mah"ucap Rakan.


"tapi... baik tapi kamu harus janji, sama aku kalau kedua putri kita tidak akan menikah dengan pak Harto"ucap Andini


"aku janji mah"ucap Rakan.


Disisi lain.


terlihat dua pasangan sedang duduk di kursi.


"aku tidak percaya, kalau Stella adalah adik kamu"ucap Rizal dengan mata tidak penuh kepercayaan.


"aku juga begitu, aku juga tidak percaya kalau Stella adalah adik aku"ucap Naura


"ehm Naura aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu"ucap Rizal dengan gugup.


"kamu ingin mengatakan apa?"tanya Naura


"sebenarnya aku.... aku bukanlah lelaki romantis seperti lelaki pada umumnya, yang harus membawamu ketempat mewah dan menembakmu dengan kata² penuh cinta, selama ini aku sudah menaruh rasa cinta di hati aku untuk kamu, namun aku tidak berani mengatakannya saat aku mengetahuimu adalah anak orang kaya, aku ingin menghilangkan rasa cinta ini namun aku tidak bisa. rasa cinta ini terus saja menambah, Naura kamira Yudhoyono aku ingin mengatakan kalau aku mencintaimu"ucap Rizal sambil memegang telapak tangan Naura.


sedangkan Naura yang mendengar itu terdiam, sebelum wajah cantiknya itu menimbulkan seringai.


"Rizal, aku juga sama, aku mencintaimu aku mau menjadi pacar kamu"ucap Naura dengan semburan merah di pipinya.


"apa benarkah,aku tidak bermimpi, kamu menerima aku"tanya Rizal tidak percaya.


"iya aku menerima kamu"ucap Naura

__ADS_1


"kalau begitu kita harus merayakan hari jadian pertama kita"ucap Rizal antusias.


__ADS_2