GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 15...


__ADS_3

Episode 15


Stella kini sedang berada di sebuah restoran bintang lima.


Stella sedang menunggu kedatangan seseorang..


tidak lama orang yang di tunggu sudah datang dengan seseorang di belakangnya.


"ehm maaf membuatmu menunggu"ucap gadrian. yah orang yang di tunggu Stella adalah gadrian dan di belakang gadrian itu adalah kedua orangtua gadrian.


"tidak apa²"ucap gristella santai. sambil menatap kedua orang di samping gadrian.


gadrian yang melihat Stella memandangi kedua orangtuanya segera gadrian memperkenalkannya kepada Stella


"Mereka adalah orang tua saya"ucap gadrian. dan di angguki oleh Stella.


dia tidak peduli, di nilai bagaimana oleh kedua orang tua gadrian, dia tidak peduli apa lagi dia sengaja menunjukkan sifat arogan dan tidak pedulinya kepada kedua orang tua gadrian, agar kedua orang gadrian tidak menyukainya dan pernikahan mereka pun tidak terjadi.


sedangkan kedua orang tua gadrian melihat tingkah laku Stella hanya tersenyum tipis dan menatap Stella dengan sebuah makna yang tersirat di mata mereka.


Di negara seberang.....


"apa jadi gadrian berada di Indonesia"ucap amera


"kapan dia berada di Indonesia"

__ADS_1


"apa!!, kedua orang tuanya juga kesana, apa kau mengetahui mengapa mereka ke Indonesia"tanya amera dengan seseorang di seberang telpon.


"ck gak guna"ucap amera. segera wanita dewasa itu mematikan teleponnya.


"aku juga harus ke Indonesia, aku harus mendapatkan gadrian bagaimana pun caranya, gadrian hanya milikku"ucap amera.


"lusa aku akan ke Indonesia"ucap amera.


*******


di kampus, terlihat maira kini sedang berjalan terburu-buru sambil melihat kesana dan kemari.


"Stella mana sih, dia kekampus atau tidak sih"gerutu maira saat tidak mendapati Stella di kampus


"apa dia gak ke kampus lagi? iiiiii nyebelin² Stella nyebelin, lihat saja nanti jika aku bertemu denganmu aku akan minta ganti rugi soal tadi malam"ucap maira. yang kini sedang menghentak hentakkan kakinya sambil berjalan.


dan pada akhirnya mereka pun bertabrakan.


brukk


"aduh jidat cantik gue!!!"teriak maira saat maira merasakan jidatnya sakit.


tidak beda jauh juga dengan orang yang di tabrak.


"ya ampun Cherry bibir Lo berdarah"ucap perempuan sahabat Cherry. saat melihat bibir sahabatnya berdarah.

__ADS_1


"ahh tisue mana tissue, nau Lo kan selalu bawa tissue bagi gue dong"ucap Cherry kepada sahabatnya.


"ok² tunggu sebentar"ucapnya sambil mengambil tissue dalam tasnya.


"ini ni"ucap Naura buru² membagikan Cherry tisue untuk melap darah di bibirnya


"eh Lo bisa gak sih kalau jalan itu hati²"ucap sahabat Naura kepada maira


"ko malah salahin gue sih, yang salah itu kalian makanya kalau jalan itu jangan tertawa"ucap maira yang ikut marah juga.


"ko malah salahin kami sih, suka kami dong mau ketawa dimana saja itu bukan urusan lo"ucap sahabat Naura.


"bukan urusan gue, eh Lo sadar gak sih ketawa Lo itu kayak kuntilanak di atas pohon yang membuat orang² pada takut, bahkan ngeliat kuntilanak saja mereka gak berani apa lagi ngelihat kembarannya yang tertawa di siang bolong gini"ucap maira yang tidak mau kalah dengan salah satu sahabat Naura.


"Lo samakan ketawa kami dengan kuntilanak, Lo gak gila yah, yang mana² itu kuntilanak ketawa hihihihi bukan hahahaha"ucap Cherry yang ikut menyauh saat dia sudah selesai melap darah di bibirnya


"tapi kan itu sama saja gak ada bedanya, ha dan hi gak beda jauh mereka berdekatan gak seperti he dan ho"ucap maira yang kini mulai berbicara asal


"gila, Lo emang udah benar gila deh"ucap Cherry.


"Sekaten Kate banget kamu ngomong, Lo yang gila Kam*fret, cantik² begini di bilang gila" ucap maira mengibaskan rambutnya ke belakang.


"ch malas gue bicara sama kalian, bisa² gue gila"ucap maira berjalan meninggalkan ketiga perempuan.


"dasar gila!! kenapa kampus sebagus ini menerima orang gila seperti dia sih"ucap Cherry kesal.

__ADS_1


"Naura ko Lo diam saja sih, Lo sedang memikirkannya apa sih"tanya salah satu sahabat Naura.


"gue gak mikirin apa² ko Yura"ucap Naura sambil menatap kepergian maira


__ADS_2