GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 6


__ADS_3

Episode 6


setelah kejadian di restoran. kini Stella sudah berada di perusahaannya.


Stella mengetuk-ngetuk meje sambil berpikir.


"mengapa aku harus terlibat dengannya. kalau tidak salah di kehidupan pertama. perusahaan smiht hancur. itu karna pertikaian antara keluarga mereka. lalu mengapa perusahaan smiht malah bangkit dan menjadi pembisnin no 1. apa gadrian juga sama sepertiku mengulang waktu? tapi bagaimana dia bisa tau kalau aku mengulang waktu"ucapnya


tapi tidak lama, suara ketukan mengganggunya.


tok..tok..tok..


"nona ini saya"ucap gama dari balik pintu.


"masuk"ucap gristella mempersilahkan gama masuk


"ada apa nona memanggil saya"tanya gama sambil mengerutkan dahinya.


"saya hanya ingin mengetahui, kejadian bagaimana bisa saya berjumpa dengan gadrian argansyah smiht itu"ucap gristella sambil melipat tangannya di dada.


"apa nona melupakan pertemuan anda dengan tuan muda smiht?"tanya gama, karna menurut ini agak sedikit aneh tiba-tiba saja nonanya menyuruhnya mengatakan pertemuan singkat nonanya dan tuan muda smiht itu


"yah aku hanya melupakan tentang pertemuan itu, jadi bisakah kau memberi tahuku apa yang terjadi antara aku dan tuan muda smiht itu? dan bagaimana bisa saya menjalani kontrak perjanjian"tanya gristella dengan penuh harap. semoga saja gama mengetahui segala rinci pertemuan mereka.


"itu di awali saat nona menghadiri sebuah acara pesta ulang tahun teman sekolah nona. tapi saya tidak tau kronologi kejadiannya bagaimana. namun dua hari setelah kejadian itu tuan muda smiht dan asistennya datang berkunjung di perusahan kita"ucap gama


"lalu setelah itu apa? Apa yang terjadi?"tanya gristella penasaran apa yang terjadi.


"saya tidak tau nona, karna saat itu anda hanya berdua dengan tuan muda smiht. setelah kepergian Tuan muda smiht. anda mengatakan anda membuat surat perjanjian tapi anda tidak memberi tahu perjanjian apa itu"jawab gama dengan jujur.


membuat Stella mendesah kesal.


"Baiklah kau bisa pergi"ucap gristella menyuruh gama pergi dari ruangannya, dia butuh ketenangan berpikir dan mengingat.


"baik nona saya undur diri"ucap gama, segera asisten gama pergi dari ruangan Stella


setelah kepergian gama, Stella memijit pelipisnya, ini adalah hal yang rumit menurut Stella. bahkan Stella berpikir sebelum kelahirannya kembali ada seseorang jiwa memasuki tubuhnya dan menggerakkannya.


jika memang itu ada di mana jiwa itu, dan juga kenapa dia tidak mendapatkan ingatan saat pertemuan dengan tuan muda smiht itu.


"lebih baik aku pulang dulu dan melirexkan diri"ucap gristella segera Stella mengambil tasnya dan berjalan keluar.

__ADS_1


krekk


"nona anda akan kemana?"tanya gama. Saat melihat Stella keluar dari ruangannya


"pulang, jika ada berkas kirim lewat email, atau kalau tidak bisa seperti biasa datanglah kerumah"ucap gristella, dia ingin segera istirahat memulihkan diri.


"baik nona"ucap gama. sambil melihat kepergian


Stella dari balik lift.


**************


di hotel...


terlihat tuan muda smiht sedang tersenyum sambil menatap gambar Stella dari balik layar hp.


"zayyan"panggil gadrian


"saya disini tuan muda"ucap zayyan.


"hubungi orang tuaku untuk datang ke Indonesia, katakan jika saya akan menikah Minggu depan"ucap gadrian tanpa mengalihkan pandangannya dari hp


"baik tuan muda"ucap zayyan. segera zayyan pergi dari kamar gadrian.


disisi lain


Stella baru saja tiba di rumahnya... namun yang anehnya pintu rumah Stella terbuka.


dengan segera Stella melangkah masuk kerumahnya. disana dia melihat seorang wanita baya dan pria baya. Sedang duduk santai di sofa ruang tamu.


"ada apa kalian datang kerumah saya"tanya gristella dengan sedikit ketus.


sedang dua orang di dalam rumah Stella. Langsung menatap ke arah suara.


"Stella kamu sudah datang"ucap gendis. Saat melihat kedatangan Stella.


"tentu saja saya datang, inikan rumah saya"ucap gristella yang kini sedang mode senggol bacot.


"ada apa denganmu Stella tidak biasanya kamu seperti ini kepada saya"tanya gendis yang heran dengan perubahan Stella. jika Stella seperti ini bisa gawat, mungkin Stella tidak akan bisa membantunya sekeluarga.


"Itu karna saya ingin istirahat, tapi anda berdua datang kerumah saya dan masuk tanpa ada pemilik rumahnya"ucap gristella yang sedang menahan emosi.

__ADS_1


saat melihat dua orang di depannya. Stella ingin sekali membunuh mereka atas kematian di kehidupan sebelumnya.


"oh begitu, maaf jika Tante menggangu kamu Stella"ucap gendis yang menampilkan wajah bersalahnya


"hm, jadi apa yang membuat Tante gendis datang kerumah saya"tanya gristella sambil memandang malas kedua orang itu.


dia tebak, pasti mereka menginginkan sesuatu namun dia tidak tau.


"begini Stella om ini sudah di pecat dari manajer restoran, karna seseorang menuduh om korupsi dan harus membayar denda 70 juta jika tidak ingin masuk penjara. hanya saja om hanya mampu membayar denda itu 15 juta dan masih ada beberapa juta lagi yang belum di bayar, om tidak tau harus cari dimana uang itu semua."ucap Wahyudi sambil menampilkan wajah memelasnya agar Stella luluh dengan keluh kesahnya.


sedangkan Stella mendengar itu senyum miring saja "jadi maksud om datang kerumahku ingin meminjam uang dari aku bagaimana?"tanya gristella yang masih pura² tidak tau.


"yah begitulah Stella, om ingin meminjam uang untuk membayar denda atas tuduhan itu"ucap Wahyudi.


"gimana yah om, bukannya aku pelit dan tidak ingin membantu om, tapi aku juga memerlukan uang itu, apa lagi aku harus membayar SPP semester kampus, belum lagi makan saya, ongkos ke kampus, jika om meminjam uang aku terus aku bagaimana? apa lagi uang yang om pinjam waktu itu kan belum di bayar yah?ucap gristella yang memberi penjelasan dan mengungkit utang paman Wahyudi.


Wahyudi dan gendis yang mendengar ucapan Stella yang mengungkit soal pinjaman itu terdiam.


mereka lupa uang pinjaman yang mereka pinjam dari Stella belum mereka bayar. lalu apa yang harus mereka lakukan sekarang?


"begitu yah, tidak apa² jika kamu tidak meminjamkan kami uang, kalau begitu Tante dan om akan pergi pulang dulu"ucap gendis.


segera gendis menarik tangan Wahyudi keluar dari rumah Stella.


"mah kenapa tarik² sih"ucap Wahyudi yang kesal di tarik oleh sang istri.


"aduh oah diam deh, masih mending mamah langsung narik papah, papah gak dengar Stella mengungkit utang yang kita pinjam dari Stella"ucap gendis


"papah tentu dengar, tapi jangan di tarik juga"ucap Wahyudi


"terus bagaimana kita bisa mendapatkan uang untuk membayar denda itu pah"tanya gendis


"papah juga gak tau"ucap Wahyudi.


"ini semua gara² papah coba saja papah gak korupsi"ucap gendis yang kini sedang menyalahkan Wahyudi.


"ko salah papah sih, ini semua kan juga mamah yang suruh"ucap Wahyudi yang tidak ingin di salahkan.


"terus ini kayak gimana pah, masa rumah kita harus di jual sih untuk bayar denda itu semua"ucap gendis.


"kamu tenang saja papa punya ide, kita suruh Rizal saja meminta uang dengan Stella, kamu kan tau sendiri Stella akan menurut dengan apa yang di minta Rizal"ucap Wahyudi

__ADS_1


"kamu benar mas, ya udah kita pulang dulu"ucap gendis.


besok author libur... by..by


__ADS_2