GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 11


__ADS_3

Episode 11


masih di restoran bintang dua.


setelah kepergian maira. terlihat Arno sedang di Landa gelisah.


"kamu gak papa no? ko aku lihat kamu gelisah banget"ucap gristella kepada Arnold.


"engga, aku gak papa Lo salah lihat saja"ucap Arnold yang mencoba menenangkan diri.


"oh ya aku kesana dulu, aku mau bayar"ucap gristella yang ingin berdiri dari duduknya.


"eh jangan tunggu dulu Stella temanin gue dulu disini, tunggu maira sebentar kita sama² bayar"ucap Arnold memberikan sebuah alasan untuk menahan Stella pergi.


"tapi"


"udah tunggu saja"ucap Arnold yang kini sudah pindah tempat ke samping Stella.


Arnold menatap Stella, "kamu cantik,pintar dan baik aku menyukaimu"ucap Arnold kepada Stella. pemuda itu memegang telapak tangan Stella dan mengelusnya dengan lembut.


sambil menatap stela penuh cinta, agar Stella percaya dia mencintainya.


"ehm Arno, kamu jangan bercanda nanti maira melihat kita dan maira akan salah paham dengan ini semua"ucap gristella yang pura-pura takut jika maira melihat dia dan Arno sedang berpegang tangan.


"kamu gak perlu khawatir, urusan itu biar aku saja yang selesaikan "ucap Arnold yang mulai berani memegang mengeluas wajah Stella. tanpa Arno sedari tangan Stella mengambil sesuatu dari poket celananya.


"Arno kamu jangan seperti ini, aku takut jika sampai maira melihat kita begini dia akan marah, dan aku sama maira persahabatan kami akan hancur"ucap gristella yang ketakutan namun sedikit malu saat Arno masih saja mengelus wajahnya.


di toilet.


terlihat maira sedang bercermin." apa Arno sudah melakukannya? semoga sudah ini sudah tiga menit aku disini"ucap maira. di melihat pantulan dirinya di cermin sebelum dia menegaskan untuk keluar.


di negara sebrang.


terlihat seorang perempuan cantik sedang melangkah kakinya masuk sebuah mansion besar. perempuan itu melangkah dengan anggun.


namun langkah perempuan cantik itu terhenti saat mendengar seseorang memangilnya.

__ADS_1


"amera"panggil seorang lelaki baya, lelaki baya itu adalah ayah dari perempuan cantik itu


"ya Dady"jawab amera


"Dady ingin berbicara dengan kamu"ucap ayah amera bernama Willys


"apa yang ingin ayah katakan?"tanya amera sambil melangkah menuju dekat sang Dady.


"kapan kamu bisa mendapatkan gadrian"tanya Willys kepada amera.


"aku tidak tau, gadrian sangat susah untuk di dekati dad, gadrian tidak seperti dulu lagi setelah perusahaan smiht bangkit"ucap amera dengan kesal.


"Dady tidak ingin tau, jika kamu tidak bisa mendapatkan gadrian terpaksa kamu menikah dengan julian"ucap Willys.


"what gak bisa gitu dong Dady. aku sudah gak cinta dengan Julian, aku cintanya dengan gadrian seorang pengusaha sukses di bandingkan Julian meski Julian jenius tapi gadrian lebih jenius lagi"ucap amera kesal bahkan dia membandingkan tunangannya dan gadrian.


dulu dia memang sangat mencintai julian, karna Julian adalah seorang Junius, dan tuan muda terkaya dan latar belakang yang terpengaruh tentu saja dia mencintai Julian di bandingkan dengan gadrian bodoh dan arogan apa lagi marga yang tersemat di belakang gadrian bukanlah apa².


namun sesuatu terjadi setelah tiga hari pertunangan dia dan Julian, gadrian berbeda tidak ada lagi arogan dan bodoh. namun dia tidak menghiraukannya dia pikir itu tipu muslihat dari gadrian. karna lelaki itu menyukainya.


perusahaan yang berada di posisi tujuh itu kini mulai naik, keperusahan yang dulunya di posisi ketujuh kini berpindah keenam dan semakin lama posis itu naik menuju kelima dan ketiga.


saat tahun berganti dua bulan perusahaan smiht yang berada di posisi ketiga itu menggeser kan nama perusahaan yang di kelola oleh sang Dady dan mengambil alih posisi itu. dan tiga bulan kemudian perusahaan smiht itu juga mengambil posisi perusahaan Delson yang tak lain perusahaan tunangannya.


dan pada akhirnya perusahaan smiht kini menduduki posisi no satu di negara New York... namun beberapa bulan kemudian sebuah berita terdengar perusahaan smiht di beberapa negara kini menjadi no satu.


sekarang ini perusahaan Allison berada di posisi ketiga setelah perusahaan Delson dan smiht.


"dady tidak peduli, kamu masih mencintai gadrian atau tidak, kamu tau sendirikan Amer kalau perusahaan kita sedang tidak baik-baik saja kita membutuhkan bantuan dari beberapa perusahaan jika tidak kita akan kehilangan semua ini harta dan kemewahan kita" ucap Willys yang mengingatkan sang putri semata wayangnya.


"Dady akan memberikanmu waktu jika sampai dalam tiga bulan kamu tidak bisa mendapatkan gadrian, Dady terpaksa menikahkan kamu dengan Julian"ucap Willys setelah mengatakan itu kepada amera segera dia beranjak pergi meninggalkan amera dengan wajah merah padam dengan tangan di kepalkan.


di restoran bintang dua


terlihat maira telah keluar dari toilet, maira segera berjalan menuju ke arah dua orang sejoli yang saling bertatapan.


saat hampir dekat dia menarik nafas sebelum dia melakukan sebuah tindakan yang tak terduga.

__ADS_1


"apa yang kalian lakukan"teriak maira saat melihat Arno dan Stella berdekatan bahkan saling berpegang tangan.


seketika dua sejoli yang asyik saling tatapan tadi seketika menoleh ke arah suara yang mereka kenal.


di sana maira menatap mereka dengan marah.


"maira ini salah paham, ini bukan seperti yang kamu kira"ucap gristella dengan tenang.


"tidak seperti yang aku kira, aku melihat kamu berpegang tangan dengan kekasih aku, Stella apa kamu ingin merebut kekasih aku?" Tanya maira di iringan air mata mengalir.


seakan dia tersakiti saat melihat sahabat dan kekasih sedang menjalin cinta diam² di belakangnya.


"aku tidak mungkin merebut Arno, percaya denganku aku tidak mencintai Arno, kamu tahu bukan kalau aku mencintai Rizal jadi bagaimana aku bisa mengambil Arno dari kamu"ucap gristella.


"tapi itu bisa terjadi Stella, kamu tau Rizal tidak menyukaimu siapa tau saja kamu malah menergetkan kekasih aku"ucap maira.


"cukup aku tidak ingin berteman lagi denganmu, persahabatan kita berakhir sampai disini dan kamu Arno kita putus"ucap maira segera pergi dari restoran itu.


"maira tunggu aku masih mencintai kamu, aku gak mau putus dengan kamu"ucap Arnold segera dia mengejar maira yang berlari keluar dari restoran.


setelah kepergian kedua sepasang kekasih itu, Stella segera berdiri dari duduknya dia berjalan ke meja kasir dengan di iringi cibiran dari pengunjung namun Stella hanya biasa saja dia tidak memedulikannya.


"bak saya ingin membayar makanan yang sudah saya makan"ucap gristella tenang


"tunggu sebentar mbak"ucap perempuan kasir, meski dia melihat keributan tadi perempuan kasir itu tidak ambil pusing dan tidak memasang wajah mencemoh kearah Stella


"semuanya empat ratus dua puluh lima ribu"ucap perempuan kasir itu.


"maaf mba tapi saya hanya membayar makanan yang saya pesan, untuk dua orang tadi biarkan saja mereka membayar makanan mereka sendiri"ucap gristella


"tapi mba, mereka sudah pergi otomatis makan yang di pesan terpaksa mba harus membayar"ucap perempuan kasir.


"kalau begitu mba pegang saja kunci ini. ini adalah kunci motor dari lelaki tadi, jika dia datang mencari kunci ini mba bisa langsung tagih dengan dia"tanya gristella.


"kalau begitu saya ambil yah mba, untuk makan yang mba makan tadi totalnya enam puluh lima ribu "ucap perempuan kasir.


"ini mba"ucap gristella memberikan uang pas kepada perempuan kasir. sebelum dia melangkah pergi dari meja kasir

__ADS_1


__ADS_2