
Episode 9)
"zella ada yang ingin ayah bicarakan apakah kita bisa berbicara"tanya Rendy yang sedang duduk di sofa sambil menikmati secangkir kopi.
"apa yah? apa ada masalah?"tanya grizella yang sangat jijik menyebut pria baya itu dengan ayah.
"mm gini... Apa ayah akan selamanya menjadi asisten di perusahaan kamu nak?"tanya Rendy sedikit ragu membicarakan pembicaraan ini.
karna ini sangat terburu-buru dirinya takut, jika zella curiga dengan dirinya. itu bisa gawat baginya.
"memangnya kenapa yah? apa ayah tidak suka menjadi asisten di perusahaan ku?"tanya grizella sambil tersenyum tipis. saat mengetahui arah mana pembicaraan ini.
"ch tua Bangka ini... aku tidak akan membiarkanmu mengambil apa yang menjadi milik zella atau yang sekarang menjadi milikku ... sudah cukup dia pernah menipu bundaku... aku tidak akan membiarkan mengulanginya lagi"batin grizella menatap penuh kebencian kearah Rendy.
"bukan begitu... aku ini ayah kamu zella. seharusnya kan sebagai ayah kamu... kamu menempati ayahmu ini sebagai CEO perusahaan itu bukan orang lain"ucap Rendy yang sedang menyindir asistennya hans
"maksud ayah Hans... Hans bukanlah orang lain dia sudah ku anggap sebagai kakak laki-laki saya.. jadi ayah Hans bukanlah orang lain"ucap grizella yang menekankan bahwa Hans bukanlah orang lain melainkan kakaknya.
gluk...
"si*l sepertinya aku salah bicara.... jika sampai grizella marah... Rancana yang aku susun akan hancur. tidak rencana ini harus jalan sesuai rencana"batin.
"maafkan ayah nak... ayah tidak tau kalau kamu menganggap Hans sebagai kakakmu..."ucap Rendy "tapi apa kah Hans akan tetap menjadi wakilmu?"tanya rendy
"tidak masalah itu juga karna ayah tidak mengetahuinya jadi aku akan maafkan... tapi jika ayah mengulanginya aku tidak akan memaafkan ayah"ucap grizella. "dan soal Hans yang menjadi wakilku. ya dia tetap akan menjadi wakil perusahaan ku sampai aku sudah lulus SMA"ucap grizella sambil menatap rendy
"apa ayah tidak nyaman menjadi asisten Hans?"tanya grizella
"ya... ayah sedikit tidak nyaman"jujur Rendy... tentu saja tidak nyaman itu di karnakan harga dirinya sedang di injak² oleh orang yang di anggap kakak oleh putrinya. padahal dirinya ayah kandung zella tidak seperti Hans yang bukan siapa-siapa.
"lalu apa yang bisa zella bantu agar ayah nyaman bekerja di perusahaan zella?"tanya grizella yang sedang berpura-pura tidak tau apa yang lelaki baya ini inginkan.
"apakah ini saat yang pass? tapi aku takut apa yang aku pikirkan tidak jalan sesuai rencana. tapi ini adalah saat yang sangat menguntungkan dirinya karna zella mempertanyakannya"batin Rendy
"itu bisakah zella menjadikan ayah menjadi CEO dia perusahaan zella?"tanya Rendy dengan hati²
"Mm itu maaf ayah, zella tidak bisa menerima permintaan ayah"ucap grizella dengan raut wajah bersalahnya yang di tunjukkan kepada Rendy.
"apa itu karna kamu tidak percaya dengan ayah, jadi kamu tidak bisa menerima permintaan ayah?"tanya Rendy dengan nada sedikit ketus
"i-itu maaf, tapi "
"tidak perlu, ayah sudah tau kamu masih belum percaya dengan ayah bukan, jadi kamu meragukan ayah"ucap Rendy dengan wajah sedihnya untuk mencari simpati kepada zella.
"ch aktingmu terlalu buruk pak tua"batin grizella menatap jijik kearah Rendy "apa aku salah? meragukan ayah? aku hanya takut dan ragu, karna saat kepergian bunda lima bulan ayah baru datang dan mengaku sebagai ayahku? kemana ayah lima belas tahun ini? kenapa ayah tidak muncul saat bunda masih ada? kenapa ayah muncul di saat bunda sudah pergi? apa aku salah tidak mempercayai ayah?, dan aku masih ragu apa ayah memang adalah ayahku, atau hanya menyamar saja?"ucap grizella yang kini menampilkan wajah menangisinya
"tidak kamu tentu tidak salah, yah memang kamu harus meragukan pada orang yang mengaku sebagai ayahmu, ini salah ayah yang tidak bersamamu waktu kecil sampai tumbuh dewasa seperti ini"ucap papa Rendy yang kini menampilkan ekspresi ramahnya.
"lebih baik zella kekamar, bukan kah besok zella kesekolah, jangan terlalu banyak pikir yah"ucap papa rendy
"baiklah aku akan naik keatas dulu"ucap grizella segera pergi dari ruang tamu menuju lantai atas.
"hm...."
selepas kepergian grizella... dengan segera Rendy memasuki kamar yang dia tempati...
__ADS_1
brakk
"ah sial*n bagaimana aku bisa mendapatkan perusahaan itu, jika anak itu saja masih meragukan ku sebagai ayahnya. aku harus merencanakan sesuatu agar dia tidak lagi meragukan ku. dengan begitu dia pasti akan memberikanku perusahaan itu"ucap Rendy dengan seringai licik nya entah apa yang sedang dia rencanakan untuk zella.
*******
pagi hari di sekolah
kini para penghuni sedang di gemparkan dengan pemandangan yang mereka lihat....
disana mereka melihat Gibran sedang membonceng sosok perempuan... dan yang membuat mereka terkejut adalah perempuan itu adalah grizella....
"oh apa sekarang matahari terbit di bagian Utara?"
"salah bodoh barat"
"tapikan aku ingin kata² gaul aku ingin berbeda dari yang lain"
"suka hati kau lah"
"tapi sejak kapan grizella mau di bonceng oleh Gibran?"
"aku tidak tau? apa zella sudah menerima Gibran dengan tulus?"
"tidak tau... tapi seperti ia... karna beberapa hari ini zella seperti berbeda dari biasanya"
"berbeda seperti apa?
"dia sekarang,lebih cantik,imut lihatlah pipinya itu aku ingin sekali mencubitnya"
"ck ku kira apa... tapi ia lah aku juga ingin mencubit pipinya yang uwul²itu"
"zell ini beneran apa yang gue lihat dan dengar? Lo udah terima Gibran?"tanya Kayla yang di balas anggukan oleh zella
"Aaaaaa.... demi apa? tapi itu bagus gue lihat Gibran sangat tulus mencintai Lo gue dukung deh Lo sama dia"ucap Chelsea yang membuat wajah zella semakin merah seperti kepiting di rebus.
"udah jangan membuat zella semakin malu deh... kalian gak lihat wajahnya itu?"ucap Rosella yang ikut menimpali juga...
"ah kalian ini nyebelin deh"ucap grizella yang kini malu setengah mati...
"cieee ada yang malu ini"ucap Rosella cs(zella) yang semakin menjadi-jadi menggodai zella.
******
di kantin kini Rosella cs sedang makan siang mereka...
namun makan siang mereka harus terhenti... karna kedatangan seseorang yang tiba² saja langsung duduk di sebelah zella
"boleh gabung?"tanya alan yang berada di samping Kayla...
"gak usah tanya... lebih baik duduk aja... tanpa kami izinkan kalian tetap ngotot ingin duduk disini"ucap Chelsea sinis
heheheh
kini posisi mereka
__ADS_1
Nathan
Rosella. - kayla
zella. - Chelsea
gibran. - Freya
alarick. - Michel
Alan
mereka pun mulai memakan makanan mereka kembali. namun beberapa suap masuk dalam mulut tiba² Freya melayangkan bicara.
"kenapa zella makan harus di suapi? kan Gibran juga ingin makan"ucap Freya dengan watadosnya.
"ko Lo protes sih? pacar aku aja ngga keberatan tu nyuapin aku... "jawab zella membalas ucapan Freya.
"ko zella bicara seperti itu? aku kan bicaranya baik²"ucap Freya dengan mata berkaca-kaca.
"zella ko kamu ngomong ke gitu sih dengan Freya... Freya kan cuman tanya doang"ucap Michel yang membela Freya... itu membuat inti Airlangga dan rosella cs geram dengan Michel yang selalu membela Freya
"emang kenapa salah? gue juga bicaranya baik². oh ya kalau gak mau di tegur wanita Lo lebih baik suruh diam jangan pernah protes apa yang gue buat... kalau perlu tu suapin wanita Lo juga... siapa tau dia iri melihat kami ke gitu...dari tadi juga dia terus mencuri pandang dengan kekasih gue padahal dia udah punya kekasih, awas Lo takutnya wanita lo pindah kelain hati. itu bisa bahaya Lo kalau dia jadi pekehor"ucap zella ketus... sambil menyindir dua pasang kekasih itu.
"ha apaan tu pekehor? gue baru dengan bahasa ke gituan"ucal alan yang baru dengar nama yang menurutnya sangat asing dari zella.
"pekehor itu! perebut kekasih orang"ucap zella sambil memandang sinis kearah Freya.
"aku gak se-perti itu"ucap Freya yang terbata-bata
"zella kamu jangan nuduh Freya kayak gitu, dia gak seperti itu"ucap Michel sambil menatap tajam zella.
"lah yang nuduh dia siapa? gue kan cuman bilang aja, atau memang kenyataannya jadi dia terasa tersindir dengan ucapan gue"ucap grizella yang menampilkan wajah terkejutnya dengan tangan berfose menutup mulut karna salah bicara.
"aku-aku"ucapnya terhenti saat sebuah tangan menariknya tangannya.
"kita pergi dari sini"ucap Michel menarik tangan Freya membawanya pergi dari kantin.
"akhirnya pergi juga tu cewek drama"ucap Kayla yang di angguki yang lainnya.
"kalian itu sebenarnya gak risih gak sih saat berdekatan dengan Freya?"tanya Chelsea kepada inti Airlangga.
"sebenarnya risis sih, gue sangat risih saat dia ingin sesuatu tapi tidak bisa di dapatkan dia akan menampilkan wajah teraniaya gitu"ucap Alan jujur
"gue sih jijik saat dia berbicara sok lembut gitu"ucap alarick
"kalau kalian berdua apa yang kalian tidak sukai dari Freya"tanya grizella kepada dua pemuda tampan ya itu Gibran dan Nathan.
"gue? gue benci saat dia suka mencari perhatian, dan merasa dirinya adalah korban"ucap Nathan
mereka pun mengangguk mendengar ucapan Nathan. benar apa yang di ucapkan Nathan mereka juga membenci perilaku Freya yang itu. dia pelaku malah terasa dirinya seperti korban
kini tatapan mereka beralih pada Gibran yang saat ini sedang bermain di anak rambut zella
"apa?"tanya Gibran saat merasakan banyak mata menatapnya.
__ADS_1
"Lo apa yang membuat Lo benci dari sifat Freya?"tanya Rosella... yang membuat zella juga menunggu atas jawaban Gibran
sedangkan Gibran dia menatap zella yang kini menatapnya juga yang ingin tahu apa jawabannya. "gue gak suka jika kekasih gue di buat nangis"ucap Gibran yang langsung membuat zella malu atas jawaban dari Gibran.