GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 33


__ADS_3

(episode 33)


siang hari terlihat zella sedang duduk di pinggir kolam... gadis itu sedang menikmati waktu siangnya... tanpa dia sadari seseorang sedang berjalan menuju kearahnya.


tuk..


tuk...


"ihh hewan apa sih yang ganggu waktu siang gue"ucap grizella sedikit kesal... saat sesuatu terus menghantup jidatnya.


saat membuka mata disana dia melihat sosok pemuda yang sangat tampan sedang berada di hadapannya dengan kepala condong ke depan.


"tampan banget sih"guman grizella yang masih di dengar oleh pemuda itu.


sedangkan pemuda itu dia hanya tersenyum saat mendengar pujian dari gadis di depannya.


"udah lihatin-nya aku gak kemana ko"ucap pemuda itu membuat zella sadar. tanpa sadar gadis itu menendang paha pemuda itu... membuat pemuda itu jatuh kedalam kolam...


byurr...


1 detik


2 detik


3 detik


"Gibran"panggil grizella saat dirinya sadar apa yang baru saja dia lakukan.


"Gibran Lo gak papa kan?"tanya grizella saat melihat Gibran berenang ketepian.


"sorry aku kaget, aku kira aku sedang halusinasi tadinya saat tadi kamu ada di depanku... itu juga kamu yang salah siapa suruh ngga ngabarin kalau dateng"ucapnya kepada Gibran. dia merasa bersalah karna membuat sang kekasih basah kuyup... namun dia juga menyalahkan Gibran karna datang tidak bilang² jadi saat dia melihat Gibran di depannya dia hanya berpikir bahwa dirinya sedang berhalusinasi saja.


"halu-nya ko di tengah siang gini sih...tapi gak papa kalau kamu halunya dengan aku"ucap Gibran sambil menatap zella dengan senyum. dia tau pasti kekasihnya sedang merasa bersalah karna membuatnya jatuh.. dengan berinisiatif dia mengelus wajah sang kekasih.


"Gibran jangan bercanda deh, udah yuk kamu ganti baju dulu nanti kamu sakit lagi"ucap grizella sambil menarik Gibran agar pemuda itu bangun dari duduknya.

__ADS_1


"tapi aku gak punya baju cadangan bee"ucap Gibran kepada sang kekasih.


"tenang aja aku punya ko baju lelaki apa lagi ukuran seperti kamu aku punya"ucap grizella yang berjalan duluan.


"kamu punya baju lelaki? Punya siapa?"tanya Gibran


"udah gak usah banyak tanya buruan"ucap grizella...


Kini mereka sudah sampai di kamar zella.


"ni bajunya di ganti sama ini juga"ucap grizella dengan wajah dan telinga yang memerah... karna zella memberikan dua kotak c* lelaki dengan size berbeda kepada Gibran.


sedangkan Gibran yang melihat itu tersenyum karna melihat sang kekasih sedang salting.


"udah tunggu apa lagi sana pergi, aku tunggu di bawah"ucap grizella yang langsung berlalu dari sana meninggalkan gibran.


Gibran pemuda itu menatap lekat baju yang ada di tangannya, sebelum dia mencengkram baju yang dia pegang.


pikirannya sekarang ini adalah siap baju lelaki ini? karna seingatnya zella sudah tidak memiliki sepupu atau keluarga lagi kecuali Hans .. namun tidak mungkin bukan jika ini baju Hans.


namun saat Gibran memperhatikannya lagi disana dia melihat sebuah label baju yang masih melekat di baju itu


di bawah terlihat grizella sedang memukul kepalanya dengan pukulan kecil.


"gila Lo zella, pasti Sekarang Gibran sedang berpikiran kalau gue orangnya mesum, gimana ini gue pengen banget bersembunyi dari Gibran sumpah gue malu banget"pekik grizella dalam hati.


"zella Lo harus tenang... jangan sampai Gibran ngeliatin Lo kayak gini, pasti dia kesenangan dan akan terus meledek Lo"ucap grizella mencoba menenangin dirinya namun semua itu tidak mempan bayangan itu terus menarik nari dalam benaknya membuatnya semakin salah tingkah.


"bee kamu disini, kamu ngapain pukul kepala kamu bee"ucap Gibran saat mendapatkan sang kekasih sedang memukuli kepala sendiri.


"kamu udah selesai gantinya"tanya grizella saat melihat Gibran kini sudah ada di sampingnya.


"kamu jawab kenapa kamu mukul² kepala kamu"tanya Gibran yang kini menatap grizella.


"itu tadi aku, kayak ngelupain sesuatu tapi aku gak tau apa makanya aku tadi mukul kepala aku, siapa tau aku ingat apa yang aku lupakan"jawab grizella dengan kebohongan.

__ADS_1


"tapi lain kali, kalau kamu ngelupain sesuatu jangan di pukul kepalanya bee... nanti kamu tiba² lupa ingatan gimana bee aku gak mau itu terjadi"ucap Gibran yang terus menatap zella.


"ya aku minta maaf"ucap grizella sambil memegang wajah Gibran.


"kamu beli baju ini untuk siapa bee?"tanya Gibran


"untuk kamu ran... bahkan aku beli baju untuk kamu itu ada 5 atau 7, itu aku beli siapa tau gitu kamu mau bermalam dirumah tapi gak punya baju ganti jadi aku beli untuk persediaan... dan lihat sekarang baju itu akhirnya kepakai kan"ucap grizella sambil menarik turun alisnya.


"oh gitu terus kamu ko tahu ukuran punya aku... padahal kamu kan gak pernah lihat"goda Gibran membuat grizella panas dingin.


"si*al kenapa pake ngomong itu segala sih, padahal gue pengen ngelupain bayangan itu".


"kamu apa'an sih RAN gak usah ngomong ngelantur deh, kamu disini dulu aku mau naik mau ganti baju"ucap grizella. gadis itu ingin kabur dari pertanyaan yang membuatnya malu.


sedangkan Gibran, pemuda itu hanya tersenyum kecil melihat tingkah lucu grizella... entah kenapa setiap perilaku salting kekasihnya itu membuatnya candu dia ingin terus menggoda zella agar gadis itu terus bertingkah salting.


beberapa menit kemudian


kini zella sudah berganti pakaian dengan nyaman.


"kamu mau kemana bee ko rapi banget sih?"tanya Gibran.


"mau jalan, bukannya kamu kesini mau ngajakin aku jalan yah?"ucap grizella sambil menatap Gibran.


"aku kesini bukan berarti aku ingin ajak Kamu jalan bee, aku kesini ingin lihat kamu"ucap Gibran


"jadi gak jalan nih?"tanya grizella yang sedikit kecewa. ini juga salahnya karna tidak bertanya untuk kedua kalinya dia di buat malu dengan kelakuannya.


"ya bee"ucap Gibran santai.


"ya udah kalau gitu biar aku saja jalan sendiri"ucap grizella yang langsung melangkah meninggalkan Gibran yang sedang duduk di sofa


*********


di tempat lain

__ADS_1


"jadi kamu sudah tau apa itu?"tanya king


"benar... dan sekarang aku beri nama Pil kejujuran... karna siapa yang memakan ini akan langsung berkata jujur jadi kita tidak perlu mengintimidasi mereka jika mereka tidak ingin menjawab... kita hanya perlu memasukkan pil ini kedalam mulut mereka... maka jawaban atas pertanyaan kita akan dapat"ucap Phoenix sambil menyeringai.


__ADS_2