GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 7


__ADS_3

Episode 7


di negara seberang....


terlihat seseorang baru saja selesai menerima panggilan...


orang itu segera berjalan duduk di sofa dengan ekspresi wajah syoknya.


"Mah kenapa ko kayak kaget gitu, memangnya telpon tadi dari siapa?"tanya seorang lelaki baya,


"itu dari zayyan pah"ucap perempuan dewasa.


"terus apa hubungannya dengan ekspresi kamu itu?"tanya lelaki dewasa.


"zayya bilang kita harus ke Indonesia pah, karna putra kita gadrian pah dia akan menikah"ucap perempuan itu yang rupanya adalah ibu dari gadrian.


"apa menikah!!!"teriak lelaki dewasa itu bernama domanix


"iya pah, katanya Gerland akan menikah Minggu depan"ucap bunda gadrian bernama sakura.


*domanix smiht, lelaki usia 45 tahun, kepala keluarga smiht yang baru.


"sakura frodina Delson atau smiht, umur 42 THN.


pernikahan sakura dan domanix tidak di restui oleh keluarga tetua Delson. karna keluarga smiht terlalu rendah di bandingkan mereka. tidak memenuhi syarat menjadi bagian keluarga Delson.


namun sakura bisa menikah dengan domanix, atas izin dari sang nenek yang merestui hubungan mereka satu²nya di banding yang lainnya.


namun sang nenek telah pergi mengahadap tuhan. setelah kepergian sang nenek, keluarga Delson kini mulai berani menginjak keluarga smiht, bahkan mereka tidak segan² menghancurkan apa yang bisa membangkitkan smiht.


namun saat keluarga smiht di ambang kehancuran perubahan terjadi, dimana sang putra mereka Gerland mengubahnya. membangun kembali perusahaan yang tadi di ambang kehancuran kini tidak lagi bahkan dalam setahun perusahaan smiht menjadi pembisnis no satu di New York... dan dua dan tiga tahun cabang perusahaan smiht kini sudah marahela di negara lain.


Bukan itu saja bahkan sifat putra mereka juga berubah, yang dulunya arogan dan suka semena-mena kini tidak lagi. kini putranya berbeda dengan tatapan dingin yang di tunjukkan membuat orang tidak berani, bahkan putranya juha bisa menaklukkan dunia bawah dan membuat keluarga Delson tidak bisa membayar pembunuh dunia bawah untuk menghabisi keluarga smiht.


"anak itu tidak berhenti-hentinya membuat kita terkejut, segera suruh para maid kemasih pakaian dan buat di koper, tidak perlu banyak cukup lima pasang saja, setelah kita sampai disana kita bisa beli lagi"ucap domanix

__ADS_1


"iya pah, bi Lena, BI nila"panggil sakura pada pembantunya.


tak..tak..tak..


"ada apa nyonya?"tanya bi Lena dan bi nila bersamaan.


"tolong masukka lima pasang pakaian saya dan suami saya ke dalam koper"perintah sakura kepada dua pembantunya itu.


"baik nyonya"ucap bi Lena dan nila, segera saja mereka berjalan menuju ke tangga Dimana letak kamar tuan dan nyonya mereka.


"papah gak curiga gak sih kalau gadrian itu memiliki kekasih"tanya sakura kepada domanix.


"papa sebenarnya berpikir seperti itu mah, tapi itu mustahil deh mah, setelah kita sampai sana kita tanyakan saja dengan Gadrian nanti"ucap domanix.


"benar pah, dari pada kita mati penasaran lebih baik kita tanyakan saja dengan Gadrian"ucap sakura.


"gadrian kenapa ka"tanya seseorang yang tiba-tiba masuk dan tidak sengaja mendengar separuh pembicaraan antara sakura dan domanix.


"itu Maudy keponakan kamu mau nikah di Indonesiai Minggu depan, jadi kakak dan mba mu ini akan kesana hari ini, karna kakak dan mba ingin bertanya dengan keponakan kamu"ucap domanix kepada adik ketiganya.


"iya, tapi kamu gak boleh ajak teman kamu kesana, karna pernikahan ini di tutupi oleh gadrian, gadrian tidak ingin ada yang tau pernikahan ini"ucap sakura.


"apa mengapa begitu? apa dia menghamili anak orang?"tanya Maudy


"mba juga tidak tau"ucap sakura.


"nyonya kami sudah selesai melakukan perintah nyonya"ucapnya sambil memperlihatkan sebuah koper sedang di sampingnya.


"oh terima kasih"ucap sakura.


*********


"aku mencintaimu, jangan pergi aku mohon jangan pergi lagi, aku benar-benar mencintaimu gristella"........


ha..ha..ha..

__ADS_1


"mengapa aku memimpikan mimpi itu terus, siapa lelaki itu mengapa wajah lelaki itu tidak bisa aku lihat?"batin gristella dengan nafas tersengal-sengal.


ini adalah mimpi ketiga kalinya, seorang lelaki terus mengatakan mencintainya dan melarangnya pergi.


dia tidak kenal dengan lelaki ini, lalu mengapa dia terus memimpikan lelaki ini dengan wajah buram.


Stella bahkan sempat berpikir jika ini bukanlah kelahiran keduanya, karna jika di ingat di kehidupan pertamanya dia tidak pernah berdekatan dengan lelaki mana pun selain Rizal Dan gama lalu dari mana datangnya lelaki itu yang terus mengatakan mencintainya.


Semakin di pikiran semakin membuat kepalanya sakit.


"aku butuh yang segar"ucap gristella segera beranjak dari kasurnya, berjakan menuju dapur dan membuka kulkas untuk mencari air dingin.


"ini cukup sulit, tapi aku harus melakukannya, aku harus melakukan secepatnya untuk menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan"ucap gristella dengan penuh nekat.


tok...tok..tok


"ck siapa lagi sih yang bertamu malam begini, gak tau apa orang lagi ingin istirahat"ucap gristella kesal. dengan segera berjalan menuju pintu depan berada.


tanpa melihat langsung siapa orang yang datang mengetuk, Stella langsung saja membuka pintu dan menatap orang yang tadi mengetuk.


"dia lagi, bikin emosiku naik saja"batin gristella.


"ada apa?"tanya gristella sambil menatap malas ke arah Rizal yang kini sedang berdiri di depannya.


"Stella aku salah, aku salah selama ini memperlakukan mu buruk aku minta maaf, aku akan menjadikan mu kekasihku, kamu maukan menjadi kekasihku"ucap Rizal yang mengatakan kalimat sarkal menurut Stella, karna ini bukanlah Rizal yang akan mengatakan itu kepadanya.


dan apa tadi menerimanya menjadi kekasih dia, mungkin dulu dia pasti terima dan tidak menolak, namun ini bukanlah di kehidupan pertama dia, apa lagi dia sudah tau sifat Rizal.


Stella curiga apa yang di lakukan Rizal ada maksud di balik itu semua


"maaf? ini bukan kamu Rizal, lebih baik kamu katakan sejujurnya dari pada kamu seperti itu"ucap gristella tanpa basa basi.


Rizal yang mendengar ucapan Stella seketika, mengubah ekspresinya.


"apa maksudmu Stella, kamu pikir aku sedang bercanda, aku tidak bercanda Stella aku benar² ingin kamu menjadi kekasihku, bukankah kau juga begitu yang ingin menjadi kekasihku, kau mencintaiku kan Stella"ucap Rizal yang masih pura² tidak tau maksud Stella. bahkan dengan percaya dirinya Stella masih mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2