GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 35


__ADS_3

Episode 35


tak....tak...tak..


"kenapa lu berlarian panik gitu?"tanya Alan sama sosok pemuda yang sedang mengatur pernafasannya.


"itu di lapa-ngan"ucapnya terengah-engah


"kenapa di lapangan?"tanya Alan.


"Rosella sedang duet basket sama putri basket dan tantangannya adalah jika rose kalah dia harus putusin"ucapnya yang tidak berkelanjutan di karnakan gerabekan meja


brakk


"Nathan Lo mau kemana?"tanya Alan.


"tentu saja kelapangan"ucap alarick yang ikut menyusul Nathan dengan di ikuti Gibran yang sudah jalan duluan namun santai.


sedangkan di lapangan kini rose dengan gadis A sudah mulai bersiap mengambil bola yang akan di lemparkan oleh wasit yang tak lain adalah guru mereka.


prettt


suara peluit menandakan mereka mulai dalam pertandingan.


tuk..tuk...


bunyian bola basket yang terus memantul saat mendarat di lantai sebelum melambung ke atas.


"gue pastikan Lo putus dengan Nathan"ucap gadis A.


yang terus menginbai bola di setiap jalannya menuju ring.


"hm"cuek Rosella sebelum dia mengambil alih bola basket dari tangan gadis A.


sedangkan gadis A tidak percaya bahwa Rosella bisa mengambil bola itu darinya... "bagaimana bisa"batinnya terkejut.

__ADS_1


di sisi penonton.


"zella Lo santai banget sih?"tanya Kayla saat melihat zella dengan santainya memegang hp.


"mm ini itu untuk masa dengan sahabat Lo"ucap Chelsea.


"cukup kalian percayakan saja dengan rose, gue sesantai kayak gini karna gue tau kalau dia bisa menang apa lagi lawannya bocah ingusan itu"ucapnya kepada gadis A.


"Dan kalian harus memiliki stok kekagetan atau kecemasan karna akan ada banyak lagi yang akan rose perlihatkan yang akan membuat kalian terpukau karenanya ini bukan seberapa "jelas grizella sambil menatap hp nya.


sedangkan Kayla dan Chelsea terdiam mendengar penuturan zella "apa benar? tapi... sudahlah lihat saja dulu hasilnya yang ini "batin mereka berdua. yang kini sudah menatap kearah pertandingan.


kini Rosella sudah mencetak skors 10 dalam dua menit, sedangkan gadis A baru mencetak skors 5 terlihat sekali bukan perbedaan mereka.


"gue gak nyangka rosella yang tidak bisa ngapa-ngapain bisa bermain basket, bahkan dia mampu melawan putri basket"


"benar apa selama ini rosella menyembunyikan kemampuannya?"


"mungkin tapi mengapa?"


"cinta memang bodoh, pasti Michel menyesal karna menolah Rosella"


begitulah bisik² para murid yang menonton pertandingan basket... mereka di buat terpana dengan kelihaian rose dalam bermain basket hanya dua menit gadis itu sudah mencetak skors 10 dari pada putri basket yang baru mencetak skors 5.


akhirnya pertandingan pun selesai.


dengan segera sahabat Rosella berlari kearahnya.


"Lo tau gak, Lo bikin kami panik"


"iya, tapi gue gak nyangka gue akan melihat sisi lain Lo"ucap Kayla.


"udah kalian tenang saja"ucap rosella dengan santai namun pandangannya tertuju pada sosok pemuda yang kini sedang menatapnya marah... sebelum lelaki itu berbalik melangkah menjauhi lapangan basket.


"lebih baik susulin dia kasihan bayi gedek sedang ngambek"ejek grizella pada kekasih rosella yang tak lain adalah Nathan.

__ADS_1


"ok"ucap rose segera dia berlari mengejar Nathan,tanpa menghiraukan seseorang pemuda menatap Rosella begitu lekat.


"bee kamu belum makan yuk kantin"ucap Gibran berjalan kearah sang kekasih.


"mm gais kita kekantin yuk kasihan bayi kita udah nahan laper sedari tadi"ucap grizella sambil mengelus perutnya yang ingin minta di isi.


"benar gara² dia gue sampai telat makan, awas lu kalau sampai bell berbunyi gue belum kelar makan, gue cari Lo"ucap Chelsea garang sambil menatap gadis A.


"udah yuk kekantin"ajak alarick kepada Chelsea.


disisi lain


krekk


"disini kamu rupanya"ucap rosella saat melihat Nathan sedang berbaring di sebuah sofa


Nathan hanya menatap tajam kearah Rosella.


"kamu marah sayang? hanya karna itu?"ucap Rosella sambil duduk di bawah kaki Nathan.


"hanya karna itu? kamu itu sedang mempertaruhkan hubungan kita jika kamu kalah bagaimana"ucap Nathan marah terlihat rahang pemuda itu mengeras.


"maaf aku hanya ingin membuktikan bahwa aku pantas untuk kamu, agar tidak ada lagi di kemudian hari mereka meremehkan ku"ucap Rosella gadis itu menundukkan kepalanya. dia sadar dia salah karna telah mempertaruhkan hubungan mereka.


Nathan? pemuda itu hanya bisa menghela nafasnya, ingin marah tapi tidak bisa dengan segera dia bangun dari baringnya.


kini pemuda itu sudah berada di depan Rosella yang sedang menunduk.


Nathan pun menangkup kepala gadis itu agar dia menatapnya... betapa kagetnya dia melihat Rosella menangis.


"sweety kamu nangis?"ucapnya kaget... dengan bodohnya dia malah mempertanyakan kata nangis.


"hisk... aku minta maaf... aku tau aku salah... hiss maafin aku hisk..hisk"ucap rosella di sela nangisnya.


"dasar cengeng"ejek Nathan sebelum dia membawa rosella dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2