GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 2


__ADS_3

Episode 2


di sebuah tempat....


terlihat seorang lelaki sedang menatap pantulan dirinya dari cermin.


"Stella aku tidak akan membiarkanmu mati atau pergi dari ku, kau hanya untukku selamanya. kau lah yang aku cintai gristella amaudya thoender. dimana pun kau berada aku akan mencarimu, meski jika itu beda alam sekali pun"ucap lelaki itu mengepalkan tangannya. beranjak ke pintu kamar.


sedangkan di tempat Stella gadis itu baru bangun, entah sejak kapan dia tidur.


hosh..hosh..


"mimpi yang aneh"ucap gristella yang terbangun karna mimpinya.


tiba-tiba saja


seseorang mengetok pintunya dengan kuat. dengan segera Stella bangun. menuju pintu yang terus saja di ketok tanpa henti


krekk


"Rizal ada apa?"tanya gristella saat tau siapa malam² begini mengetok pintunya.


"ganti uang aku"ucap Rizal


"maksud kamu apa ganti uang? aku engga ada pinjam atau utang sama kamu"ucap gristella sambil menatap Rizal jijik.

__ADS_1


jika dulu Rizal datang kerumah dirinya akan terus menatap Rizal penuh cinta. tapi setelah Stella bangun kini dirinya menatap Rizal jijik.


"kamu memang gak pinjam atau utang sama aku, tapi gara² kamu gak Dateng saat aku telpon, aku harus bayar ganti rugi sebanyak 7 juta gara² gak sengaja tabrak mobil orang, jadi aku harus bayar denda kerusakan itu"ucap Rizal.


"kamu harus ganti rugi, uang yang aku keluarkan gara² membayar denda kerusakan itu"ucap Rizal tidak tau malunya.


"ganti? kamu bilang aku harus ganti uang yang kamu keluarkan? itukan salah kamu sendiri, kamu yang nabrak sudah seharusnya dong kamu yang bayar, ko kamu malah minta ganti uang kamu, memangnya kamu siapa aku? mama kamu?"hina gristella lelaki macam Rizal tidak bisa lembutin. jika di lembutin dia akan semakin menjadi-jadi.


"kamu sudah berani sama aku"tanya Rizal dia tidak percaya bahwa Stella sudah berani melawan kepadanya.


"memangnya kenapa? apa yang harus aku takuti dengan cowo modelan kayak kamu"tanya gristella sambil menatap Rizal.


Stella tiba² merasa jijik terhadap dirinya. apanya coba dia suka dari Rizal di kehidupan pertamanya. lihatlah wajah pas² begini. udah kere, emosional,penipu. apa yang bisa di banggakan coba dengan dia.


sumpah dia menyesal telah membatu keluarga mereka. andai tuhan mengembalikannya sebelum bertemu dengan mereka. Nessa tidak akan memungut dan membatu keluarga mereka di jalan. dia akan membiarkan mereka mati kelaparan dan kedinginan.


"lihat apa? lihat kau mau mengemis nantinya"batin gristella sambil menatap kepergian Rizal.


syukurlah Rizal pergi, itu lebih bagus dari pada banyak bac*ot.


lebih baik dirinya masuk, dan sambung tidur. apa lagi ini baru jam 9 malam.


di kediaman keluarga Rizal.


ruang tamu

__ADS_1


"pah, kenapa ko mukanya bisa kusut gitu, apa ada masalah?"tanya perempuan duduk di sebelah sang suami sedang melihat perhiasan di hpnya.


"papah baru saja di pecat mah"ucap Gunawan sambil memijat kepalanya


"apa!! di pecat ko bisa pah"tanya gendis kaget, dia menatap sang suami.


"papah ketahuan korupsi mah"ucap Gunawan


"apa!! terus gimana? dong pah, gimana kalau papah di laporkan polisi"tanya gendis, wanita baya itu kaget+plus panik


"mamah tenang saja, bos papah gak akan melaporkan papa kepolisi, dia hanya memecat papah saja"ucap Gunawan


"bagus deh kalau begitu. terus penghasilan kita gimana pah, kalau papah di pecat"tanya gendis. dia tidak ingin jatuh miskin dan hidup di jalan.


dia tidak mau, itu akan sangat memalukan untuknya. dia tidak ingin kembali ke jalanan, memakan makanan di tong sampah.


"itu dia mah, papa juga tidak tau nama papa sudah di masukkan dalam daftar hitam, yang artinya dimana pun papa kerja tidak ada yang menerima papa kerja"ucap Gunawan.


"pokoknya bagaimana pun papa harus bisa mendapatkan uang, aku gak mau miskin pah, aku gak mau hidup di jalanan kayak dulu lagi"ucap gendis. sambil menggoyang-goyangkan tangan sang suami.


"mamah kira, papah juga mau hidup seperti dulu"ucap Gunawan yang geram dengan gendis.


"terus bagaimana pah"


"papah juga tidak tau, papah pusing, jangan ganggu papah"ucap Gunawan segera dia beranjak dari sana menuju kamar meninggalkan gendis sendirian di sana.

__ADS_1


"gak aku gak mau hidup di jalan apa yang harus aku lakukan? iya benar Stella hanya Stella yang bisa membantu keluargaku. besok aku harus kerumahnya "ucap gendis. entah apa yang gendis ingin katakan dengan Stella.


__ADS_2