GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 12


__ADS_3

Episode 12


sedangkan di luar restoran terlihat maira dan Arnold tertawa.


"aku yakin pasti Stella merasa malu sekarang, untungnya kita segera keluar dari restoran itu, jika tidak bisa² kita yang membayar makanan kita"ucap maira.


"kamu benar sayang, dan aku semakin cinta sama kamu"ucap Arnold mencium bibir maira.


"ya udah kita pergi urusan kita disini sudah selesai"ucap maira setalah ciuman mereka lepas.


"oke" ucap Arnold segera dia mengambil kunci motor miliknya dari poket celana. tapi tiba-tiba saja ekspresi Arno berubah.


"kenapa sayang?"tanya maira.


"kunci motor aku gak ada di poket sayang"ucap Arnold yang mencari sana sini kunci motornya.


"ko bisa, apa jangan-jangan kunci motor kamu ketinggalan lagi di meja"ucap maira.


"mungkin, tapi bagaimana kita bisa masuk, jika kita masuk bisa² kita di tagih lagi, mana Stella belum keluar"ucap Arnold sambil menatap pintu masuk restoran.


"terus gimana ni sayang"tanya maira dengan panik.


"aku juga gak tau, eh itu Stella"ucap Arnold saat melihat Stella berjalan keluar dari restoran menuju motor sport yang terparkir sedikit jauh dari tempatnya.


"ko Stella bisa keluar sih? Apa jangan-jangan dia sudah membayar lunas tagihan makanan kita sayang"ucap maira sambil menatap kepergian Stella dengan motor sportnya.


"mungkin saja, tapi katanya dia tidak membawa banyak uang"ucap Arnold.


"mungkin dia sedang menipu kita sayang dengan mengatakan bahwa dia hanya bawa uang seratus ribu jadi dia tidak ingin membayar makanan kita, namun sayangnya kita lebih pintar dari dia, dan sekarang dia membayar makanan kita"ucap maira.


karna bukan sesekali Stella membayar makan mereka. bisa di katakan setiap kali. setiap dia mengajak Stella makan di restoran atau kafe Stella akan terus membayarkan makan yang mereka makan meski itu makanan termahal sekali pun.


"kamu benar sayang, ya udah kamu tunggu disini aku akan mengambil kunci motor aku di dalam"ucap Arnold dengan segera di melangkah masuk menuju restoran.


disisi lain.


di kediam gadrian....


"mm, gadrian kapan kamu mengajak calon istri kamu ke sini"tanya sakura.


"mungkin besok mah, aku akan mengajak menantu mama kesini, tapi tidak pagi, karna menantu mama harus ke kampus"ucap gadrian.


"uhk apa jadi menantu mama masih seorang pelajar"tanya sakura kaget.

__ADS_1


"tentu saja tidak mah, menantu mama ini bukan lagi pelajar, karna menantu mama ini sudah kuliah sudah masuk kampus"ucap gadrian.


"tapi sama saja gadrian, kampus itu kan tempatnya guna belajar juga... gak ada bedanya sama pelajar sekolah SMK dan SMA gak ada bedanya"ucap sakura yang tidak mau kalah


"terus sekarang berapa umur calon menantu mama"tanya sakura.


"19"ucap gadrian yang membuat sakura semakin di buat terkejut


"gadrian kamu sengaja ingin membuat mama serangan jantung, umur 19 belas kamu tidak salah Kamu itu tidak cocok dengan perempuan seusia muda. kamu itu tidak lama lagi menginjak kepala tiga tapi kamu malah suka perempuan yang masih labil tidak² mama tidak mau kamu menikah dengan perempuan yang masih muda"ucap sakura.


"mah tapi gadrian menyukai perempuan itu, dia tidak seperti perempuan muda lainnya dia itu berbeda apa lagi dia itu memiliki perusahaan di usia mudanya itu lah membuat gadrian tertarik dengan dia"ucap gadrian


"apa dia memiliki perusahaan? Apa nama perusahaan itu"tanya domanix yang sedikit tertarik dengan calon menantunya.


"perusahaan thoender company "ucap gadrian santai


"apa!! itu adalah perusahan no 1 di Indonesia dan di China"ucap domanix dengan tidak percaya dengan identitas dari calon menantunya.


apa lagi dia mendengar tidak ada yang tau wajah dari pemilik perusahaan no satu itu, mereka hanya tau dia adalah perempuan namun tidak ada yang tau wajah itu karna. setiap ada pertemuan pemilik perusahaan thoender itu selalu menutup wajahnya dengan topeng.


melihat kekagetan dan kekaguman dari wajah sang suami, sakura bisa menebak bagaimana luar biasanya calon menantunya itu.


itu membuat semakin penasaran.


di sisi lain tempat Stella.


saat merebahkan dirinya di kasur, tiba-tiba saja Stella tertawa.


"Aku penasaran dengan keadaan mereka, pasti sekarang ini mereka pasti marah,kesal andai aku ada disana aku sudah pasti ngerekam ekspresi mereka dan mengabdikannya di sosmed. tapi sayangnya aku tidak bisa. semoga saja ada seseorang merekam dan mengabdikan video Arno dan maira"ucap gristella


sedangkan dua orang yang sedang di tertawakan oleh stella saat ini sedang berdebat dengan pelayan restoran.


"bukankah perempuan tadi yang duduk bersama kamu sudah membayar"ucap Arno yang sedang ketakutan.


"oh perempuan Sahabat anda hanya membayar biaya makanannya saja untuk makan kalian dia tidak membayar"ucap pelayan.


"apa kenapa bisa? jika dia tidak membayar semuanya Kenapa kalian tidak menahannya, apa kalian tidak takut dia tidak kembali dan membayarnya "tanya Arno.


"oh itu kami tidak menahannya karna dia memberikan kunci motor mas nya, jadi kami tidak menahannya"ucap pelayan


"apa sekarang mana kunci motor milik aku"tanya Arno


"kami akan tunjukkan setelah mas'nya membayar makan yang kalian makan"ucap pelayan kasir.

__ADS_1


"apa gak bisa gitu dong"ucap Arnold.


"kalau begitu kami juga tidak akan mengembalikan kunci motor mas, sebelum anda membayarnya"ucap pelayan kasir. membuat Arno menggertak giginya.


"Sia*lan kau Stella"batin Arno mengepalkan tangannya.


di parkiran


maira yang tadinya sedang duduk di motor, di buat gelisah karna sudah beberapa menit yang lalu Arno masuk ke dalam restoran tapi kekasihnya itu belum keluar juga.


"masa ngambil kunci saja lama banget sih, lagi ngapain sih dia"ucap maira kesal mana lagi dia di kelilingi nyamuk lagi.


"apa kuncinya gak dapet kali yah"guman maira sambil menatap ke arah pintu restoran.


"lebih baik aku masuk dan melihatnya sendiri dari pada aku nunggu"ucap maira. segera maira melangkah kakinya menuju pintu restoran.


saat maira masuk, maira melihat kekasihnya sedang berada di meja kasir. tanpa curiga sama sekali dia melangkahkan kakinya menuju kekasihnya.


namun saat dia sudah hampir dekat dengan sang kekasih, dia mendengar perdebatan antara kekasih dan bak kasir.


"jadi Stella belum bayar sia*lan kalau begini gue harus kabur"batin maira. segera maira melangkah mundur..


namun baru saja lima langkah mundur maira tidak sengaja bertabrakan dengan orang di belakangnya membuat maira ketahuan oleh Arnold.


"bak hati² dong, lagian mba nya kenapa pakai jalan mundur segala sih"ucap seorang lelaki yang sedang duduk di salah satu kursi.


"maaf mas gue gak sengaja"ucap maira


"maira"panggil Arno saat melihat keberadaan maira.


dengan segera Arno menarik maira ke meja kasir.


"mba aku, gak punya uang jadi kekasih aku yang bayar"ucap Arno kepada pelayan kasir.


"apa aku, kamu itu cowo yang mana² seharusnya cowo yang membayar"ucap maira.


"tapi yang ngajak aku kesini kan kamu"kata Arno gak kalah.


"iya aku memang ngajak kamu, aku kira Stella akan membayarnya lagi seperti sebelumnya"ucap maira kesal


"jadi bak, siapa yang akan membayar tagihan makanan kalian"tanya pelayan kasir.


"dia" tunjuk mereka bersamaan"

__ADS_1


"mba tolong serius, jika mba dan mas tidak bisa membayar terpaksa kami akan membawa kalian ke kantor polisi"ancam pelayan kasir. membuat maira dan Arnold ketakutan.


"jangan dong bak, aku akan membayarnya"ucap maira terpaksa, maira terpaksa harus memberikan gelangnya sebagai tebusan makan yang di makan mereka berdua.


__ADS_2