GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu

GAT: Transmigrasi Dan Mengulang Waktu
chapter 14


__ADS_3

(episod 14)


Brum...brummm


"udah sampai nih bee"ucap Gibran.


"eh ya... mm gak mau mampir?"tanya grizella


"engga deh bee... karna aku sedang ada perkumpulan nih sama anak lainnya. Lain kali aja aku mampir kerumah kamu yah"ucap Gibran


"oh ya udah. hati² di jalan..."ucap grizella memperingati sang kekasih.


"ya tenang aja bee... besok aku jemput yah ke sekolah"ucap Gibran


"ok... ya udah sana jalan"usir grizella saat sudah turun dari mobil sang kekasih


"iya... tapi kamu masuk dulu... takutnya nanti aku jalan kamu malah mesan taksi online lagi"ucap Gibran


"apaan sih ya enggak lah... ya udah ni aku masuk"ucap grizella berjalan menuju gerbang... dan melangkah menuju mansion thoender.


melihat sang kekasih sudah masuk... akhirnya Gibran menjalankan mobilnya... meninggalkan kediaman thoender.


zella terus melangkah... sampai tiba dia memasuki mansion itu...


krekkk


"zella kamu sudah pulang?"tanya Rendy saat melihat zella sudah datang...


Sedangkan zella hanya menampilkan senyum tidak ikhlasnya... pandangan zella tertuju pada dua perempuan yang sedang duduk di dekat papa Rendy...


melihat pandangan zella tertuju pada dua perempuan itu... dengan segera papa Rendy memperkenalkan mereka.

__ADS_1


"ah zella perkenalkan dia adalah teman mama kamu namanya monica "ucap Rendy yang kini mulai bersandiwara. yang mengatas namakan mendiang mama zella


"oh dia anak kamu mas dengan Adelia? anakmu sangat cantik bahkan dia mirip dengan Adelia"ucap Monica yang kini juga mulai ikut bersandiwara di depan zella... bahkan wanita itu sudah mulai menampilkan wajah dramanya.


sedangkan zella hanya memandang mereka dengan wajah datarnya... itu membuat mereka yang melihat ekspresi zella menjadi sedikit ketar ketir. karna rencana mereka untuk membuat zella sedih gagal.


"apa zella tidak terpengaruh dengan sandiwara kami?"itulah pikiran mereka masing-masing.


"zella jadi kamu anak teman mama aku"ucap Freya "berarti kita bisa berteman dong"


"teman? maaf gue gak ingin punya teman kayak Lo"tolak grizella terang terangan di depan kedua orang tua mereka. zella kini berjalan menuju sofa single.


"jadi bisa jelaskan A.Y.A.H kenapa mereka disini?"tanya grizella yang menekan nama ayah kepada Rendy. yang membuat orang itu meneguk ludahnya kasar


"itu... ayah tidak sengaja bertemu dengan mereka di jalan... katanya rumah mereka habis kebakaran"ucap papa Rendy yang sedang mengarang cerita.


"oh kebakaran atau kebakaran"tanya grizella sambil menyipitkan matanya menatap Rendy.


melihat tingkah sang suami membuat Monica mengambil alih bicara. membuat Rendy menghela nafas lega.


"benar nak zella rumah Tante habis kebakaran, untungnya di jalan Tante berjumpa ayah kamu dia membawa kami kesini..."ucap Monica.


"oh gitu semoga aja rumah Tante beneran kebakaran yah"ucap grizella menampilkan senyum tidak bagus menurut Monica dan Rendy.


entah mengapa senyum itu tersirat akan sesuatu membuat mereka waspada dan khawatir.


"lalu rencana kalian apa? tidak mungkin bukan tinggal disini"ucap grizella yang mana ucapan itu tepat sasaran.


"itu apa yang kamu bilang benar, rencana ayah ingin memberi mereka tumpangan untuk sementara disini"ucap Rendy yang membenarkan ucapan zella.


"tidak rumahku bukan tempat penampungan untuk orang"ucap grizella menolak

__ADS_1


"zella Tante Monica disini hanya tinggal sementara "ucap Rendy yang kesal tentang keputusan zella.


"mau tinggal sementara atau tidak itu bukan urusanku, kenapa Tante Monica tidak cari hotel atau apartemen saja untuk tinggal, tidak mungkin bukan kartu mereka juga ikut terbakar, jika pun kartu itu terbakar bukankah masih ada uang perusahan yang bisa mereka ambil?"ucap grizella bijak yang membuat mereka menghantup gigi mereka dengan geram.


"anak ini tidak bisa di remehkan, aku harus berhati-hati dengan anak ini... dia tidak bisa di bodohi seperti ibunya"batin Monica.


"jika pun mereka tinggal disini bagaimana dengan suami dan anak pertamanya, tidak mungkin mereka tinggal secara terpisahkan?"tanya grizella yang membuat mereka bungkam tidak bisa mencari kata² lagi


sungguh zella puas melihat keterdiaman mereka, dia sangat ingin tertawa atau memfotoin espresi mereka. dia kira dirinya bisa di tipu dan di per dayain tidak bisa ini gristella yang cukup sekali di hianati dan tidak untuk lain kali. mungkin jika disini masih zella asli mungkin dia akan termakan omongan mereka... Namun ini Stella yang sudah mengetahui alur cerita cinta suci.


"lihat bagaimana gristella dari dunia lain akan mengubah alur cerita ini. aku akan membuat alur cinta suci yang sebenarnya"batin sebelum dia mengingat sesuatu


"Oh ya soal rumah kebakaran... Aku yang baik hati ini akan mengabulkannya ucapan kalian"


"itu suami saya dan anak saya ada di luar kota, dia belum tahu tentang jika rumah kami kebakaran"ucap Monica sambil melirik Rendy.


"benar zella suami Monica ada di luar kota, dia belum mengetahui tentang kebakaran itu, itu makanya ayah sementara ingin mereka tinggal sementara disini sampai kedatangan suami Monica"ucap Rendy yang kini memiliki alasan yang tepat untuk berbicara dengan zella


"mm baiklah mereka boleh tinggal disini tapi tidak gratis"ucap grizella entah mengapa lagi dan lagi perasaan mereka tidak tenang dengan ucapan grizella.


"mereka boleh tinggal disini kecuali mereka mau menjadi pembantu "ucap grizella yang membuat amarah mereka ingin meledak.


"zella tindakan kamu sudah mulai keterlaluan "ucap Rendy yang kini mulai di kuasai amarah.


"jika menurut ayah tindakan aku keterlaluan mereka boleh pergi dari sini gampangkan"ucap grizella sambil bersedekap dada menatap mereka angkuh.


"tapi zella dia adalah sahabat bunda kamu... kamu tidak boleh memperlakukan mereka seperti itu"ucap Rendy yang kini membawa-bawa nama ibu zella... Rendy bermaksud membuat zella sadar kalau ibunya pasti kecewa jika sang putri memperlakukan sahabatnya seperti itu.


"sahabat? benarkah dia sahabat bunda aku? dimana dia saat bunda ada? dimana dia saat bunda sakit? dimana dia saat bunda meninggal? dia tidak pernah muncul di dihadapan bunda jangankan di hadapan muncul saja belum tentu ada"ucap grizella yang kini matanya mulai memarah.


"padahal dia ada di kota ini... saat bunda masuk rumah sakit karna kecelakaan,aku melihatnya sedang bercanda gurau dengan perempuan seusianya di restoran, tidak mungkin bukan dia tidak tau jika sahabat masuk rumah sakit... apa ayah ingin mencari alasan untuk membelanya? aku masih berbaik hati kalian mau tinggal disini menjadi pembantu atau pergi dari sini jika tidak terima di jadikan pembantu?ucap grizella.

__ADS_1


"kami memilih tinggal disini tidak apa² jika harus menjadi pembantu"ucap Monica


__ADS_2