
(episode 17)
pov Rosella kecil
lelaki kecil itu terus membujuk rayu Rosella kecil agar berhenti menangis, usahanya akhirnya tidak mengecewakan. Rosella kecil berhenti menangis hanya saja dia masih segugukan.
"ayo kita pergi dari sini, kita harus menjauh dari kayu yang terbakar itu"ucap lelaki itu bijak. dia menggenggam tangan Rosella kecil dan membawa pergi dari kobaran api yang kini sedang melahap benda² yang menurutnya mudah terbakar
mereka terus berjalan dan sesekali menghindar dari kayu yang berjatuhan.
"jangan takut ada aku, aku akan menjagamu mengerti"ucap anak kecil itu dan di balas anggukan oleh Rosella kecil.
"jangan lepaskan genggamannya"ucap anak lelaki itu.
sampai akhirnya mereka bisa keluar dari wahana kebakaran itu.
"kita sudah aman, kita hanya perlu mencari orang tuamu"ucap anak lelaki itu.
"aku Niel nama kamu siapa?"tanya anak lelaki itu
"lecella"ucap Rosella kecil.. yang hanya di angguki oleh Niel meski tidak mengerti. namun pandangan niel tertuju pada sebuah kalung yang di pakai oleh Rosella.
disana kalung ini bertulisan rosella B. niel hanya bisa menebak bahwa nama anak perempuan ini adalah Rosella, hanya saja anak perempuan itu masih cadel.
"oh Rosella"ucap niel yang di angguki oleh Rosella.
"ini pakai jaket aku pasti kamu kedinginan"ucap niel yang melepaskan jaketnya untuk di pakai oleh Rosella kecil...
sedangkan rosella tanpa menolak dia memakai jaket Niel. Rosella kecil membuka kalungnya dan memberikannya pada Niel... sedangkan anak lelaki itu hanya menatap bangun dengan kalung itu.
"ini untuk kael"ucap Rosella,Niel tanpa sungkan juga mengambilnya.
sebelum sebuah suara meneriaki salah satu di antara mereka.
"Ella kamu tidak apa²kan sayang? kamu baik² aja maafkan bunda, ini salah bunda yang tidak menggenggam tangan Ella maafkan bunda pasti Ella takut"ucap perempuan yang mengaku sebagai ibu dari Rosella.
"aku gak papa ko mah kakak ini menolong aku"ucap Rosella yang berbicara cadel.sambil menunjuk kearah Niel
"terimah kasih nak, sudah menolong putri Tante, Tante tidak tau harus mengatakan apa lagi selain terima kasih"ucap mama Rosella.
__ADS_1
"sama² Tante"jawab Niel seadanya.
"kakak kedinginan ini syal punya Ella buat ka El"ucap Rosella kecil.
*********
"jadi karna itu... terus dari mana Lo tau kalau anak kecil itu Michel?"tanya Kayla.
"itu karna Michel memakai syal yang pernah aku bagi dengan anak lelaki itu"ucap Rosella.
"tapikan ros belum tentu Michel itu adalah anak kecil itu, syal seperti kamu mungkin banyak "celetuk Chelsea yang di dapat anggukan oleh Kayla dan zella
"tapi gue sangat yakin itu adalah Michel, gue pernah manggil dia El dan tanggapan Michel merespon dia menatap gue saat gue manggil dia el"ucap Rosella yang masih kekuh kalau Michel adalah anak kecil itu.
"seterah Lo aja deh, tapi pilss dengerin kami, sebagai sahabat kami gak mungkin melihat Lo tersakiti, jadi gue mohon lupakan Michel "ucap grizella menepuk pelan pundak Rosella sebelum berlalu meninggalkan Rosella agar sahabatnya bisa berpikir untuk dirinya.
dua hari berlalu setelah kejadian di lapangan dan cerita tentang Rosella yang mengapa dirinya mengejar Michel itu di karnakan masa lalu... tidak berhenti disitu saja berita tentang kediaman Walker terbakar juga menjadi kehebohan.
yang membuat Monica dan Rendy. marah bukan kapayang. sungguh sangat sial... entah siapa yang berani membakar kediaman Walker... hal terbesit di pikiran mereka hanya satu yaitu pelakunya adalah zella.
namun mereka tidak mungkin menuduh zella jika dia adalah dalang dari semua itu... di karnakan mereka duluan yang memulai berpura-pura jika kediaman Walker terbakar. apakah ini karma buat mereka.
di parkiran terdapat dua bus terparkir...
"gue gak sabar ngelihat perkebunan keluarga smiht"kata Chelsea girang
"m ya apa kita ada kesempatan gak yah bisa memakan langsung buah-buahan itu"ucap kayla
"benar"
"baiklah anak² silahkan kalian naik dan mencari tempat duduk masing-masing.. kita akan segera berangkat 3 menit lagi... Ingat jangan rebutan karna semuanya kebahagiaan tempat"ucap guru bernama Sinta.
dengan segera mereka naik ke bus dan mencari tempat duduk masing-masing.
di bus tempat grizella berada... kini sedang terjadi sedang perebutan kursi... antara grizella dan Freya.
"hisk aku kan cuman ingin duduk dekat Gibran"ucap Freya dengan berkaca-kaca. membuat Michel tidak sanggup melihat sang kekasih yang ingin menangis.
"Enak aja Lo mau duduk di sebelah pacar gue"ucap zella yang kini sedang duduk di sebelah sang kekasih.
__ADS_1
"emangnya siapa Lo... dengan berani mau duduk di dekat pacar gue?"tanya grizella sambil menatap sinis kearah Freya.
"aku pacar ketuanya Gibran"ucap Freya yang sedang menegakkan bahwa dia pacar Michel... agar Gibran
"terus kalau Lo pacarnya Michel apa hubungannya dengan Gibran..."tanya grizella "jangan kira karna Lo pacarnya Michel ketua Genk pacar gue... Lo bertingkah dengan sesuka hati... jika gue mau gue akan suruh Gibran keluar dari Genk itu. pasti dia akan menuruti keinginan gue karna gue adalah kekasihnya dan proritas utamanya buat dia"ucap grizella kepada Freya... yang membuat gadis itu kesal.
"oh ingat ini... sebagai seorang pembantu di rumah gue? berani sekali Lo dengan majikan Lo sendiri mau gue usir?"tanya grizella kepada Freya... yang membuat gadis itu sadar bahwa dirinya sedang berada dirumah zella dan bekerja sebagai pembantu.
"sayang udah jangan marah lagi,udah jangan pedulikan dia anggap angin lalu saja"ucap Gibran yang sedang mencoba menenangkan sang kekasih
"kamu masih mempertahankan dia Michel... setelah dia membuat dirinya malu dan nama kamu sebagai ketua Genk"tanya Rosella yang sedari tadi diam menonton perdebatan zella dan Freya.
dan dia baru tau kalau Freya rupanya berada di rumah grizella dan bekerja sebagai pembantu... Rosella bertanya-tanya kenapa bisa Freya jadi pembantu di rumah sahabtnya? apa duit mereka tidak cukup menyewa apartemen?
dan juga kenapa zella gak beri tahu dia kalau Freya tinggal dirumahnya? mm setelah pulang dari camping nanti dia harus bertamu di rumah sahabatnya nanti... itu lah isi pikiran Rosella.
"lebih baik kamu sama aku saja Michel, ini kesempatan terakhir buat kamu Lo"ucap Rosella... yang langsung mendapatkan berbagai macam tatapan.. sedangkan Rosella hanya menyungging senyum tipis saat dia mendapat tatapan dari para sahabatnya.
"ch Lo masih mengharapkan gue sungguh seberapa rendahnya diri Lo di hadapan lelaki?.. ingat dan dengar baik²... gue gak akan pernah melihat Lo dan gue gak akan pernah mencintai Lo. dan apa tadi kesempatan terakhir sungguh menggelikan..."kata Michel dengan pandangan menghina kearah Rosella.
sedangkan Rosella hanya menampilkan wajah datar... namun tidak dengan hatinya saat mendengar lontaran yang keluar dari mulut Michel... "Lo harus kuat Rosella, masih banyak lelaki lain yang lebih baik di bandingkan dia. benar kata sahabat kamu rose"batin Rosella yang sedang menguatkan perasaannya.
setelah perdebatan panjang itu akhirnya Freya terpaksa duduk di sebelah Michel meski dirinya tidak ikhlas...
Pandangan Freya terus menatap kearah kursi di depannya tatapan iri... saat melihat intreksi antara Gibran dan zella.
seharusnya dia yang berada disana bersama Gibran bukan zella...
di kursi depan terdapat Nathan dan Rosella. mereka berdua sedikit canggung saat duduk berdua... apa lagi Rosella yang kini memiliki banyak pertanyaan yang isi nya hanya seputar Nathan berbagai macam dia ingin tanyakan... namun satu kata pun tidak mampu keluar... saat ingin bertanya kepada Nathan .. dirinya tidak mampu saat menatap wajah Nathan... dan Rosella baru sadar bahwa Nathan sangat tampan tidak kalah tampan dari Michel... kenapa dirinya baru tahu itu... itu lah pikiran Rosella
Nathan dan Rosella
Kayla dan Chelsea. - zella dan Gibran.
Michel dan Freya. - alan dan alarick
.......... ........ - ...... .....
..... ........ - ........... ......
__ADS_1