
" dimana pak adit ? aku tidak melihatnya.. " tanyaku pada Rara, clara dan nico
tapi mereka hanya terdiam membeku seperti sedang menyembunyikan sesuatu..
apa yang sedang terjadi..,
atmosfer yang kurasakan disini adalah duka dari kematian..
apa mungkin pak adit??
tanpa pikir panjang aku berjalan menuju marissa yang duduk sendirian di dekat mulut gua.
dia tampak sangat tidak bersemangat dan terlihat begitu lelah..
" marissa.. "
" vinn.. ? " dia yang melihatku sontak terkejut dan berdiri di hadapanku mengusap air mata yang jatuh di pipinya " kamu sudah kembali vin, apa kamu baik-baik saja ? "
" aku baik - baik saja.., "
" syukurlah.., "
" kamu kelihatan sangat lelah.., wajahmu juga terlihat begitu sedih ? "
" itu.. "
" apa yang terjadi ? aku juga tidak melihat pak adit disini ? "
" itu.., adit sudah meninggal.. hiks" marissa menangis semakin menjadi dengan menutupi wajahnya
" ?? "
ternyata dugaanku benar...
" bagaimana bisa dia meninggal ? "
" kami membunuhnya.. " sambut nico dari belakangku bersama dengan rara dan clara yang mendekat.
" maksudnya? membunuh gimana !? "
" dia, ntah kenapa berubah menjadi mayat hidup setelah pingsan... kulit wajahnya mulai mengelupas dan matanya berwarna putih keseluruhan.. dia menyerang kami layaknya binatang buas bro"
" kami terpaksa mengepungnya dan mulai menusukinya dengan bambu runcing. dia seperti zombie yang pernah kita temui kak "
cih.., itu sangat mengerihkan.., bagaimana rasanya menikam rekan sendiri??
pantas saja suasana disini begitu memilukan..
aku memang sempat melihat pak adit memegangi tangannya yang berlumuran darah akibat dari gigitan monster semalam..
" apa ada yang tau kenapa dia bisa berubah menjadi zombie ?? "
dan seakan membenarkan pemikiranku marissa menjawab..
" dia terkena gigitan makhluk yang mengejar kita semalam.., perlahan darah yang menetes dari luka gigitan itu berubah menjadi cairan berwarna hijau "
aku terpaku mendengar perkataan marissa tersebut. pikiranku terguncang ketika mendengar bahwa benar adanya hal seperti itu bisa terjadi.
membayangkan jika saja monster-monster itu berhasil menggigitku. pasti aku sekarang sudah berubah menjadi mayat hidup..
ini berbeda daripada apa yang ada di cerita-cerita lain yang pernah aku lihat. aku tidak tau pasti entah itu kutukan ataupun virus... yang pasti jika terkena gigitan monster itu kau akan berubah menjadi mayat hidup secara perlahan.
__ADS_1
tapi sampai saat ini spekulasiku mengatakan bahwa, jika terkena gigitan dari mayat hidup itu tidak akan berubah menjadi mayat hidup seperti yang aku rasakan sebelumnya..
masalah sekarang ada pada monster yang menyerang semalam.., sangat berbahaya sekali.. meski mereka berjalan lambat akan berakibat fatal jika terkena gigitannya.
" kau.. beraninya kau masih menampakan wajahmu disini setelah apa yang kau lakukan ! " doni datang bersama dengan allan dan cindy disampingnya. suasana menjadi hening ketika dia mengatakan hal tersebut kepadaku.
aku tau, ini memanglah kesalahanku yang mengusulkan keputusan itu..
" kenapa kau hanya diam sekarang.. ?! dasar bajingan !.. " doni mulai menatapku dari dekat dengan tangan yang mengepal di samping pahanya " coba katakan sesuatu brengsek !!! "
aku menahan nafasku dan mulai memejamkan mataku untuk menahan emosi.
" apa yang kau lakukan doni !! " ucap marissa melerai doni dari hadapanku.. " apa kau pikir kau bisa selamat jika bukan karena gavin yang menahan para makhluk itu ?! "
" cih.., tapi kalau bukan karena dia yang mengusulkan untuk tetap bertahan. kita tidak akan berakhir seperti itu.. dan pak adit tidak akan mati ! " tunjuk doni kepadaku dengan wajah geram
" benar itu, jika bukan karena dia. kita mungkin akan terhindar dari rangkaian serangan para monster mengerihkan itu. dan pak adit juga masih hidup.. "
cindy ini paling hebat untuk membuat sesuatu menjadi semakin panas.
situasi semakin tegang.. aku terus berpikir bagaimana keluar dari situasi sekarang ini..
setelah mengambil beberapa nafas untuk tenang.. aku mencoba untuk meminta maaf pada mereka..
" aku.. minta maaf.. "
sesaat semua menjadi diam ketika aku mengatakan itu.. tapi tentu saja bukan itu yang mereka inginkan
" apa?? kau pikir dengan kau meminta maaf pak adit akan hidup lagi ? " sambil mengatakan itu doni menarik bajuku ke arahnya " jangan berpikir seolah keputusanmu itu selalu benar.. lihat apa yang terjadi sekarang.. kita semua hampir mati karena keputusanmu ! "
" doni.. hentikan !! " teriak marissa dari sampingku
" aku mau.. mulai sekarang aku yang jadi ketuanya " sambil membuka matanya lebar-lebar dia menepuk dada untuk mengatakan hal itu
" tid..
aku menahan marissa yang ingin berbicara dengan isyarat tanganku.
" baik.. jika itu yang kau mau maka lakukanlah "
jika dengan ini ketegangan dapat selesai tidak masalah bagiku tentang siapa yang menjadi ketua.. lagipula aku tidak berniat dari awal ingin menjadi ketua di kelompok ini..
aku tidak mengerti kenapa dia bersikeras untuk jadi ketua dari kelompok orang-orang yang akan mati..
" cih, yasudah.. sekarang kalian harus mendengarkan keputusanku untuk melakukan sesuatu. keputusanku adalah mutlak ! " doni pergi setelah mengatakan hal itu bersama allan dan cindy di belakangnya.
ekspresi cindy tampak begitu puas ketika melihatku tertekan seperti ini..
aku tidak tau, apa aku pernah membuat masalah dengan cindy ini ??
tidak..
pasti selalu saja ada orang yang bersifat seperti ini..
" haa.. "
aku menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. duduk dibawah pohon dengan sedikit rerumputan dibawahnya..
ini cukup nyaman..
" kak.. "
__ADS_1
" ya.. clara.. "
" boleh aku duduk di situ ? " tunjuk clara ke sebelah tempat aku duduk
" tentu.. "
" haa.. " dia duduk disampingku dengan menghela nafas setelahnya
" kamu tampak begitu lelah clara.. "
" hmmm begitulah kak, siapa yang tidak lelah dengan situasi yang seperti ini. hampir setiap waktu kita merasakan bahaya yang membuat nyawa terancam.. "
" benar juga.., tapi kamu tau ?? "
" humm ?? apa itu ?? " ucap clara sambil menoleh ke samping melihatku
" jika kamu terus memasang wajah murung seperti itu. wajah manismu itu akan sedikit berkurang .. "
" hihi.., kamu sempat-sempatnya menggoda ya kak.. "
" aku serius.. apa kamu tidak melihat wajahku yang tampak begitu ketat sekarang ? " ucapku mengangkat tanganku ke belakang kepala sambil memejamkan mata..
" dih.., mana ada orang yang serius memasang gaya santai seperti itu.. "
" haha.. apa aku salah ? "
" kamu ini kak.. haha "
aku mencoba untuk sedikit menghiburnya karena aku sangat tidak nyaman dengan suasana yang kurasakan saat ini...
tapi saat aku menoleh ke arah clara lagi. senyum manis yang sebelumnya terlontar dari wajahnya kini menjadi mengerut kembali..
" kak kamu tau.. "
" humm ? "
" ini tentang pak adit.. "
" oh.. ya, aku turut berduka... aku sala
" tidak kak jangan menyalahkan diri sendiri terus.., kami juga mengambil suara untuk mendukungmu kan.. yang berarti itu juga kesalahan kami.. "
" tapi tetap saja..
" dengar ya kak.. sekali lagi kakak ngomong gitu aku akan marah.. "
clara memasang wajahnya yang tampak begitu ketat. dia menunjukkan keseriusan pada ucapannya itu
" ya..oke "
" aku tuh mau bilang.. sebelum pak adit kehilangan kesadarannya.. dia mengatakan banyak terimakasih kepadamu.. " ucap clara sambil memegang satu tanganku disampingnya
seketika aku merasakan perasaan yang begitu mendalam masuk ke dalam dadaku..
" apa yang dia katakan selanjutnya clara ? " tanyaku yang mungkin saat ini memasang wajah yang sedih
" dia berpesan.. " sampaikan terimakasihku untuk gavin jika dia berhasil kembali dengan selamat.. terimakasih telah menjaga nonaku dan membantuku sampai akhir.. bilang padanya jangan menyalahkan dirinya untuk kepergianku.. "
aku seakan diam membeku mendengar perkataan itu.. berusaha menggigit bibirku yang gemetar menahan duka ini..
terimakasih juga.. dan selamat jalan pak adit..
__ADS_1