Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 46


__ADS_3

" hmmhmm ! uhuek ! "


terlihat nico yang berjalan di sebelahku mulai menutup mulut dan hidungnya karena mual.


" bro. aku disini saja, aku benar-benar tidak sanggup lebih dekat lagi dengan mayat-mayat monster yang sangat busuk itu "


" humm. oke "


diruangan yang dingin dan usang itu.. mulai tampak terlihat mayat-mayat monster yang bergelimpangan.


" huh !? "


mataku sekali lagi dikejutkan


dengan kengerian yang ada di hadapanku.


aku baru menyadari bahwa makhluk yang menyerangku sebelumnya adalah monster bertangan panjang dan ditempat ini juga aku melihat ada beberapa mayat hidup yang tergeletak di lantai


rasa cemas yang hebat mulai menjalar di setiap aliran darahku. dan satu pertanyaan mulai muncul memenuhi pikiran


" apa aku akan menjadi mayat hidup ? "


dengan cepat aku memeriksa luka gigitan yang kurasakan sebelumnya..


" bahuku.. lengan kiriku.. ?? "


setelah beberapa kali memeriksa luka gigitan itu. entah kenapa semuanya terlihat mengering..layaknya luka lama.


tidak puas dengan hanya melihat luka gigitan itu. aku mulai mengangkat tangan kiriku hingga sejajar dekat dengan wajahku untuk memastikan waktu.


pukul 23.00pm


ini sudah hampir sembilan jam dari saat setelah aku terkena gigitan..


menurut pengamatan clara. adit berubah menjadi mayat hidup setelah tiga puluh menit hingga satu jam setelah terkena gigitan itu..


seharusnya aku sudah berubah menjadi zombie sekarang..


mungkinkah keberuntungan sedang berpihak padaku.?


itu benar. bisa saja cuma mayat hidup yang menggigitku bukan monster bertangan panjang itu ?


fiuh..


sambil menutup hidung dan mulutku. aku lanjut mengamati mayat-mayat itu lebih dalam lagi.


tubuh mereka hancur tercabik-cabik tidak menentu. ini jelas serangan makhluk buas..


tapi entah kenapa saat ini yang ada dalam benakku adalah membayangkan seekor ular besar yang menghancurkan mereka..


sungguh mengerihkan.


tidak.. tidak mungkin itu terjadi.. seekor ular besar yang kulihat dalam hutan adalah satu-satunya !


aku kembali terdiam.. bahkan dalam hati.. tertegun tanpa bergerak sedikitpun.. mataku melihat lebih fokus lagi ke arah dekat salah satu tiang penyangga ruangan yang ada di hadapanku..


" itu ?! "


sebuah sisik ular terlihat dekat dengan tiang penyangga. sontak kejadian itu membuatku tidak bisa menepis lagi keraguan dalam diriku.


dengan ragu-ragu aku mulai berjalan mendekati sisik ular yang tampak tak biasa itu..


" sungguh sisik yang luar biasa besar "


sisik ini tidak hanya besar namun juga sangat keras..


" glup ! "


entah sudah berapa banyak aku melihat hal yang tidak masuk akal didalam hutan ini. dan entah berapa kali juga aku menelan air liur ketenggorokanku dengan perasaan gugup seperti ini.

__ADS_1


logikaku menyangkal semua kejadian yang telah aku alami. tetapi tubuh ini masih jelas merasakan gemetar akibat kengerian yang kuhadapi..


tidak pernah terbayangkan sekalipun hal seperti ini bisa terjadi dalam hidupku. ini semua diluar nalar manusia !


aku ingin bangun dari mimpi ini...


lupakan.


jika aku lengah.. aku akan benar-benar mati.


rasa sakit menghadapi kematian masih tertanam jelas diingatanku.. goresan luka yang masih terlihat jelas ditubuhku menandakan bahwa aku sedang menghadapi kenyataan.


lalu bagaimana ?


mustahil untuk melarikan diri dari pulau mengerihkan ini..


" bro kau sudah kembali ? apa kau menemukan sesuatu.. seperti petunjuk atau apapun ?? " tanya nico yang menungguku didekat tiang penyangga di tengah ruangan besar itu..


" monster itu. apa kalian melihatnya ?? " tanyaku pada nico dengan sedikit menoleh ke arahnya


" umm.. ya. "


" lalu. apa kalian tidak takut aku berubah menjadi mayat hidup dan menyerang kalian ?? " ucapku berbalik dan mulai bertukar pandangan dengan nico


" haa.. jika itu terjadi, maka ya sudahla.. " jawab nico sambil menghela nafasnya


" humm ?? "


" ya kau tau bro. kami menyadari batasan dan kemampuan kami.. sebuah keberuntungan bisa bertemu denganmu yang mau membawa dan menolong kami. jika bukan karenamu.. mungkin memiliki nyawa yang banyak pun tidak akan cukup untuk bertahan ditempat ini. "


mendengar perkataan yang keluar dari mulut nico itu. aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi..


" padahal jika dipikir - pikir kau bisa saja meninggalkan kami begitu saja. tapi kau malah repot-repot membawa beban bersamamu "


itu memang benar. aku juga benci dengan diriku yang memiliki rasa empati begitu tinggi ini. kalau diingat - ingat kembali, aku benar - benar ingin meninggalkan mereka..


" cukup. cukup sampai disitu dulu.. itu bukan pertanyaan penting yang sebenarnya ingin aku katakan padamu "


" heeh ? padahal aku sudah hampir menangis karena terharu.. "


" jangan lakukan itu. aku benci melihat laki-laki menangis di hadapanku. "


" oh. benar.. aku lupa kau orang yang seperti itu bro "


" lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku ?? "


" ini.. tentang hal ini " ucapku menunjukan kalung batu giok yang ada ditanganku dihadapan nico


" itu.. kau ingin menanyakan tentang kalung itu ?? "


" ya. dimana kau mendapatkannya nico !? "


" bro. kenapa kau memasang wajah yang emosi seperti itu. apa kau akan menghajarku ?? "


" tergantung jawabanmu. bisa saja aku akan membunuhmu jika aku merasa kesal dengan jawabanmu "


" uh !? "


aku curiga kalung ini adalah benda yang nico sembunyikan saat berada di pemakaman kuno waktu itu.


kenapa dia seperti orang yang ketakutan saat aku melihatnya memasukan benda ini kedalam saku celananya?


" itu. benda itu aku dapatkan dari ulang tahunku.. itu pemberian dari kakekku.. hehe "


" jangan bohong padaku nico ! aku benci dengan hal itu.. saat ini aku bisa melihat dengan jelas bahwa kau sedang berbohong padaku !? "


" eh ?. umm.. i..tu benar kok "


" mata yang tak berhenti bergerak. senyuman dibuat-buat. berkeringat di belakang leher.. gerak-gerik yang gelisah "

__ADS_1


" eh ?? "


" itu adalah caraku mengetahui kebohonganmu.. "


" sudah aku katakan jangan berbohong bukan !??? "


sial aku geram sekali melihat orang yang berbohong seperti ini. apa aku bunuh saja ??


" b..bro jangan lakukan itu. hiihh ! jangan ! "


teriak keras nico ketika melihatku mulai menarik pedang dengan tatapan dingin dihadapannya..


" kak. jangan lakukan itu !! " clara yang mendengar teriakan nico berlari cepat menghalangiku dengan tubuhnya


" humm ?? "


" minggir clara ! "


" tidak ! "


" minggir kubilang !! "


" kak. apa yang sebenarnya terjadi padamu.. kenapa kamu ingin membunuh nico !? "


" membunuh ?? siapa yang ingin membunuhnya ?? "


" lalu kenapa kamu mengeluarkan pedang dan memasang tatapan dingin seperti itu "


meskipun aku ingin membunuhnya. itu tidak mungkin kulakukan.. aku hanya mengancamnya.


" aku bukan ingin membunuhnya. ya tapi mungkin saja aku akan membunuhnya. yang pasti saat ini aku akan menghajarnya terlebih dahulu "


" hiihh ! tid.. tidak.. aku akan jujur. aku akan jujur bro ! "


" cih. sekarang aku tanya sekali lagi padamu.. dimana kau mendapatkan benda ini ?? "


" itu aku temukan di pemakaman kuno saat kita mengambil bambu kuning waktu itu bro "


" humm ?? lalu kenapa kau menyembunyikannya saat aku melihat..


tidak. itu sudah pasti refleknya menyembunyikan sesuatu yang bukan miliknya..


aku hanya terlalu berlebihan memikirkannya sebagai penghianat..


" me.. menyembunyikannya gimana bro ?? "


" maksudku. kenapa kau berbohong saat aku menanyakan kau mendapat benda ini dari mana ?? "


" itu.. aku hanya tidak ingin mengakui bahwa benda mengerihkan itu aku dapatkan dari kuburan tua itu "


" cih. apa kau tidak berpikir bahwa mungkin benda ini yang menyebabkan kita di targetkan oleh para monster ?? "


" ahh ?? benarkah.. ? aku sungguh tidak tau. aku hanya suka mengoleksi benda-benda antik seperti itu.. "


" kak..., belum tentu juga kan kalung giok itu yang membuat para monster menargetkan kita ?? " ucap clara meyakinkanku


mendengar itu dari clara, aku hanya terdiam dan mulai berpikir dengan tenang kembali..


" ah. benar.. mungkin aku hanya terlalu lelah... maafkan aku.." ucapku berbalik meninggalkan nico dan clara


tidak seharusnya aku seperti ini. ada apa denganku ? emosiku semakin tidak bisa kukendalikan..


di tengah-tengah ruangan itu aku berjalan sambil memperhatikan kalung giok berwarna merah darah yang ada ditanganku..


" benda ini.. apa sebaiknya aku buang saja ?? "


" sssshhh "


" huh ?? "

__ADS_1


__ADS_2