Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 59


__ADS_3

" lalu bagaimana cara kita akan mengalahkan monster itu ? " tanya clara memasang ekspresi serius diwajahnya


" selama ini aku selalu gagal untuk keluar dari tempat ini. itu dikarenakan aku kalah dari monster berkepala babi penjaga pintu keluar.. " ucap william


" apa tidak ada jalan lainnya selain dari pintu itu.. " tanya rara kepada william


" tidak. aku tidak menemukan jalan lainnya selain pintu itu.. dan para penghuni lorong ini biasanya keluar melalui pintu tersebut. "


"oh tunggu... bagaimana kalian bisa masuk kedalam tempat ini ? bukan professor itu kan yang membawa kalian ?? " tanya william memandang ke arah kami satu persatu " setahuku hanya satu pintu saja untuk keluar masuk dari sini "


" kami melalui pintu sebelah timur dari bangunan ini " jawabku


" pintu timur ?? humm.. " william tampak terkejut setelah mendengar pernyataanku. dahinya mulai berkerut karena memikirkan sesuatu.. " apa yang kau maksud pintu besar yang berlambangkan dua ular penjaga gav ?? "


" benar. kau tahu itu ? "


" hehhh.." william mulai menghelakan nafas yang panjang sebelum melanjutkan perkataannya. " aku tidak pernah tau pintu itu bisa dibuka. bagaimana cara kalian masuk dari pintu itu ?? "


" dengan ini. " jawabku menunjukan kalung batu giok merah darah kepada william


" ini !? "


william mengernyitkan alisnya seakan tak percaya dengan apa yang ku katakan. " kau serius ?? "


" untuk apa aku bercanda " jawabku dengan tenang tanpa melihat kearah william


" benar apa yang dikatakan gavin. kami juga melihatnya. " ucap marissa menanggapi pernyataanku " saat batu itu bersinar, batu itu seperti mempunyai mata. lalu ketika batu itu menempel di sebuah lubang di tengah - tengah pintu. tak lama kemudian pintu itu terbuka"


" hahaha... kalian benar - benar bisa membuat lelucon. dijaman semaju ini masih ingin membuatku percaya pada pernyataan seperti itu ?? " william tetap tidak percaya. dia menertawakan apa yang kami ucapkan..


tapi reaksi semua orang yang ada disekitarnya menunjukan keseriusan tentang hal itu. dan merubah sikapnya " kalian benar - benar serius?? "


" lupakan jika kau tidak percaya tentang hal itu. kenyataannya semua yang ada dihutan ini memang tidak masuk akal. termasuk dirimu " ucapku mengambil kembali kalung batu giok yang sempat di pegang oleh william. dan memalingkan pandanganku jauh darinya


" uh. ma. maaf.. aku hanya berusaha meyakinkan diriku sendiri. " ucap william memberikan reaksi merasa bersalah dihadapan kami. " sejak dahulu aku tidak pernah percaya dengan hal - hal yang berbau mistis seperti itu. karena aku seorang ilmuan "


" jika kau tidak percaya dengan hal - hal itu. bukankah kau telah mendustai apa yang telah kau lihat ?? " tanya clara dengan ekspresi sedikit kesal pada william


" mendustai apa yang aku lihat ?? "


" ya. seperti monster bertangan panjang dan makhluk seperti zombie. atau monster aneh yang kau sebutkan menyerupai babi itu ?? " sambung clara kembali sedikit menaikan dagunya keatas menatap ke arah william

__ADS_1


" oh itu. kalian belum tau ya ?? "


" humm..? apa kau bisa jelaskan tentang mereka pada kami william " tanya rara dengan tenang kepada william


" monster - monster itu sebenarnya adalah ciptaan dari profesor lim. "


mendengar akan hal itu semua orang memberikan reaksi terkejutnya..


ini memang lebih masuk akal. terhubung dengan laboratorium yang kulihat sebelumnya


" bisa kau jelaskan william. bagaimana monster - monster ini tercipta dan bagaimana bisa berkembang menjadi sangat banyak ? " tanya marissa kepada william


" tempat ini sebenarnya merupakan sebuah laboratorium. tempat proyek BTE dijalankan "


" proyek BTE apa itu ?? " tanya nico menggerakan badannya yang gelisah


" BEFORE the END. ini adalah proyek yang dikembangkan oleh profesor lim untuk memusnahkan manusia ... "


" huh !? " kami yang mendengarkan hal itu tercengang untuk sementara waktu.


" a..apa maksud dari memusnahkan manusia ?? " marissa yang gemetar sambil menggigit kuku jarinya bertanya pada william dengan wajah yang gugup


" ini sudah berlangsung sejak lama. mungkin sudah ada sekitar lima puluh tahun. monster bertangan panjang itu semulanya juga berasal dari manusia "


aku tidak terlalu terkejut mendengar pernyataan william itu. karena aku sudah melihat sendiri bentuk tabung yang didalamnya terdapat tubuh manusia..


" benar. dan yang lebih mengerihkan adalah.. proses perkembangbiakan mereka.. "


wajah nico dan yang lainnya semakin tampak ketat dan emosional..


" apa itu. bagaimana monster - monster itu berkembang biak ?? "


william mulai menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. dan menarik kedua tangan itu ke arah rambutnya.. seakan menandakan dia benar - benar tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya


perasaanku juga semakin memburuk melihatnya yang seperti itu. hal yang akan dikatakannya mungkin akan lebih mengerihkan daripada seseorang yang dirubah menjadi sesosok monster


" katakan william. lanjutkan apa yang ingin kau sampaikan sebenarnya ?? " ucap nico menatap ke arah william dengan wajah serius. dan sesaat nico juga melihatku yang tampak tenang saja mendengar hal itu..


" bro. apa kau sudah tau tentang hal ini ?? "


" apa yang kau maksud nico.. ?? " jawabku menatap ke arah nico dengan pandangan tajam.

__ADS_1


" ah maaf. aku hanya panik.. aku lupa bahwa kau orang yang selalu tenang bahkan dalam keadaan yang sulit "


" monster itu.. berkembang biak dengan cara menggunakan seorang wanita manusia. " sambung william tanpa melihat ke arah kami.


" apa maksud dari katamu itu william ?? " tanya marissa yang mulai membuka matanya lebar - lebar bangkit berdiri dari tempat duduknya..


" mereka menangkap dan membawa wanita kepulau ini. menyuntikan cairan kimia untuk merubah wanita itu menjadi sesosok monster.


dan menggunakan rahimnya untuk perkembangbiakan para monster menjadi lebih banyak lagi.. satu wanita bisa menelurkan anak monster hingga puluhan dalam satu bulan"


ini benar - benar mengerihkan.. aku tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi para korban itu.


" hahhh !!!? apa kau bilang !? "


" marissa. tenangkan dirimu .. " ucapku berusaha menenangkan marissa yang semakin tak terkendali..


" bagaimana bisa kamu bisa tenang saja dengan sesuatu yang mengerihkan seperti ini vinn ?? " jawab marissa menatapku tanpa ragu


saat ini akupun sedang menahan rasa amarahku. bergerak secara sembarangan sama saja dengan menyerahkan diri pada mereka.


aku tidak mau kalian merasakan hal yang sama dengan para korban itu..


" lalu apakah sekarang proyek jahanam itu masih berlangsung ? " tanya marissa sekali lagi dengan berdiri semakin dekat pada william


" masih. dan baru - baru ini aku juga mendengar mereka membawa beberapa wanita dari kapal yang tenggelam. kupikir itu adalah kapal pesiar yang kalian tumpangi sebelumnya "


marissa yang semakin tak terkendali mulai berjalan ke arah keluar gua tanpa sepatah kata apapun


" marissa mau kemana kamu ?? " tanyaku melihat tingkah marissa itu


" tentu saja menyelamatkan para wanita yang saat ini mungkin masih hidup "


tsk. wanita yang satu ini benar - benar tingkat kecerobohannya di luar logika...


" lalu kau juga mau membantunya nico ?? " ucapku bertanya pada nico yang berdiri mendekat ke arah marissa


" kau masih ingin menanyakan ini bro ?? apa kau tidak berpikir bagaimana rasanya menjadi para korban itu "


" cih. apa yang bisa kalian lakukan !? " aku yang berusaha menekan emosiku berdiri dan dengan tegas bertanya kepada kedua orang yang cerobohnya bukan main itu


tapi mereka hanya diam setelah mendengarkan pertanyaanku itu..

__ADS_1


" jika kalian benar - benar merasa bisa mengalahkan salah satu monster kuat yang ada disana maka cobalah untuk menghadapi salah satu diantaranya..


" william tunjukan dirimu yang sebenarnya .. "


__ADS_2