Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 52


__ADS_3

di tengah kegelapan itu. aku memastikan penglihatanku sekali lagi ke arah kakikku yang sedang memijak lantai ditanah yang basah..


" ini beneran air kan ?? "


dengan rasa penasaran yang kuat aku mulai memegang tanah yang basah itu.. mencengkramnya dan mulai mencium aroma dari tanah yang basah tersebut


" tidak berbau ? " setelah memastikan tanah yang basah itu tidak memiliki aroma yang bau.. aku berdiri kembali dengan cepat.


rasa semangatku kini semakin meningkat setelah mendengar suara tetesan air itu semakin terdengar dekat.


langkah kakiku semakin tergerak cepat berjalan diatas tanah yang basah itu..


dan benar. saat ini aku melihat sesuatu yang sangat ku rindukan lebih dari apapun didunia ini..


" air... !! "


" uh.. aku sangat merindukanmu.. .. sangat ! "


saat ini rasa senang mulai menjalar ke seluruh bagian tubuhku.


dengan air yang terlihat begitu jernih dan terasa dingin ini.. aku yang sudah sangat haus tidak bisa lagi menahan kesabaranku dan mencelupkan wajahku tenggelam dalam kesegaran yang luar biasa..


" aahhh.. " baru kurasakan hidup tanpa air itu begitu menyengsarakan. melihat air di kubangan ini membuatku merasa bersalah karena pernah membuang dan menyia-nyiakannya.


ternyata benar. air adalah sumber kehidupan bukan cuma sekedar kata bijak saja... saat ini bahkan aku tidak ingin membuangnya hanya untuk sekedar mandi.


sekedar mandi ? sepertinya kata-kata itu agak ?? terserahla..


dalam kesenangan itu. aku yang tanpa sadar mulai melihat kalung giok yang melayang di leherku. ia bereaksi seakan ingin menarikku ke suatu tempat di arah sebelah kiriku.


aku mengikuti arah kalung itu membawaku.


" dia berhenti melayang ? " perasaan senang setelah melihat air.. kini perlahan mulai memudar dan berganti menjadi ketegangan sebelumnya.


" tempat ini ?? "


aku yang mulai mengamati sekitarku. menyadari.. bahwa aku sebenarnya sedang berada di dalam gua.


kalung menyeramkan ini memang sudah tidak melayang. akan tetapi dia masih menyala terang.. dan semakin terang, hingga melebihi penerangan yang diberikan oleh cahaya arlojiku.


cahaya merah darah yang terpancar menyakitkan mata itu mulai meredup. entah kenapa saat ini aku merasa dia seperti habis memanggil sesuatu.


dugaanku benar..


mataku yang habis merasakan cahaya merah darah menyilaukan kini menatap fokus ke dinding gua yang berada di hadapanku.


aku tertegun tak bergerak sambil menelan air liurku...


sesosok mayat...., maksudku sesosok tengkorak manusia yang terlihat masih utuh muncul dari dinding gua yang sebelumnya terlihat tidak ada.

__ADS_1


tengkorak itu duduk tersandar didinding gua . ditangannya terdapat rantai yang membelenggunya.


apa lagi kali ini ?? apa setelah ini tengkorak manusia ini akan berjalan dan menyerangku ??


sambil memperhatikan.. kakiku mulai bergerak memasang ancang-ancang perlawanan.


tangan kananku perlahan ku gerakan mengambil sebilah belati yang ada disarungnya dekat pinggangku..


aku sudah bersiap memasang kuda-kuda untuk pertarungan. akan tetapi tengkorak manusia itu sepertinya tidak bereaksi sedikitpun


" haahh " sambil membuang nafas yang tertahan.. aku mulai mengendorkan kuda-kudaku.


sepertinya aku terlalu terbawa suasana. kejadian yang terus menimpaku membuatku semakin berpikiran aneh..


mana mungkin tengkorak ini hidup dan melayang-layang seperti yang aku bayangkan dalam pikiranku...


jika kulihat lagi. sepertinya orang ini mati dengan cara yang tragis.


dia dirantai disini hingga menemui ajalnya.. sungguh malang.


ya sudahlah. aku juga tidak berniat mengasihani orang yang sudah mati.. cukup doakan dia tenang dialam sana.


cuma orang yang hidupnya seperti terasa mati yang perlu dikasihani.


hmm.. makna dari kata ini sepertinya banyak ?


sudahla itu tidak penting. masih banyak yang harus kupikirkan..


" humm ? "


apa barusan aku melihat ada cahaya oranye yang masuk kedalam kalung giok ini ??


sepertinya cahaya itu datang dari arah tengkorak


sesuatu yang mengejutkanku terjadi kembali setelah aku membalikan pandanganku ke arah tengkorak manusia itu..


tengkorak yang sebelumnya terlihat utuh kini berubah menjadi tumpukan abu.


lupakan.


aku harus secepatnya pergi menemui rekanku yang lainnya.


memikirkan sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal seperti itu hanya akan membuatku tambah gila lagi.


sekarang saatnya aku memikirkan tentang air yang ada dihadapanku ini.


dari tempat mereka aku sudah berjalan lima belas menit sampai kesini. ditambah dengan aku yang menghabiskan waktuku disini, itu adalah enam belas menit.


jika aku kembali maka aku sudah menghabiskan sekitaran empat puluh enam menit.

__ADS_1


kurasa saat ini clara masih pingsan. dan marissa mungkin akan jatuh juga jika dipaksa berjalan lagi... tidak akan bisa membawa dua orang yang pingsan menuju tempat ini.


baiklah cara ini mungkin agak tidak sopan..


aku berharap tidak ada yang akan berkomentar dalam keadaan sulit seperti ini.


" b.bro kau sudah kembali ?? " ucap nico yang bangkit dari tempat duduknya dengan memegang pedangku ditangan kanannya. dan terlihat juga satu mayat monster di sekitarnya..


aku hanya menoleh kearahnya sambil menganggukan kepalaku.. dan terus berjalan melewatinya


disisi kanan aku juga melihat rara yang sepertinya sedang tertidur duduk bersandar ke dinding ruangan


" uhuk.. uhukk.. hukk hermmm.. v..iin kamu.. uhuk.. sudah kembali " ucap marissa melihatku yang semakin dekat berjalan ke arahnya.. disamping marissa yang terduduk lemah itu terlihat clara yang masih terbaring tak sadarkan diri..


marissa juga mungkin akan jatuh sebentar lagi.. karena kehabisan cairan.


aku berdiri dihadapan marissa yang sudah terduduk lemah itu.. mungkin saat ini matanya mulai samar-samar melihatku.


aku yang berdiri mulai menjatuhkan diriku untuk berlutut didepan marissa.


dengan mata yang sayup marissa memandang wajahku yang berada didekatnya..


maafkan. aku.. aku harus menggunakan cara yang mungkin terasa menjijikan ini. tapi aku tidak punya cara lain..


di saat itu.. di tengah cahaya api obor yang menyala tenang.. aku memegang wajah marissa dan menarik dagunya dekat ke wajahku..


" humm.. ?? " marissa yang terdiam kaget menatap wajahku dari dekat. mulai terpaku dengan mata yang terlihat kebingungan. aku menutup mataku dan mulai menempelkan bibirku ke bibirnya..


perlahan aku mengalirkan air yang memenuhi mulutku ke dalam mulut marissa.


marissa yang menyadari maksudku. memegang kepala bagian belakangku dengan tangan kanannya.


entah kenapa perasaan ini begitu nyaman.. aku seakan tenggelam didalamnya...


saat ini. aku juga merasa marissa juga merespon aliran perasaan yang menenangkan ini. terasa dari tubuhnya yang tidak bergerak sama sekali..


aku yakin saat ini dia juga sedang memejamkan matanya. seperti seorang yang berada ditempat ternyamannya.


apa ini ? sensasi saat lidahnya menyentuh..


" umm !? " aku yang mulai hanyut dalam perlakuan tidak baik itu tersadar dan menarik diriku menjauh dari marissa..


" ma..maafkan aku " ucapku menjauh dari marissa sambil mengelapi bibir dengan tangan kananku.


" uh.. umm... " marissa hanya terdiam terduduk dengan ekspresi yang tenang. tapi ketika dia tersadar.. wajahnya mulai memerah dan dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah lain..


uhh. apa yang kulakukan ?? ya aku tau apa yang kulakukan. tapi.. aku tidak bermaksud menjadi seperti ini.


jantungku berdegup semakin kencang. moment - moment ketika aku mencium.. maksudku memberikan air ke mulutnya terbayang begitu jelas memenuhi pikiranku.

__ADS_1


dalam situasi yang begitu mendebarkan dadaku itu. aku yang terduduk dengan gelisah melihat ke arah nico yang berdiri sambil terperengah.


dia mematung ??


__ADS_2