Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 35


__ADS_3

ketika waktu terus berlalu. aku mengamati monster tangan panjang itu perlahan mulai menghilang dari pandanganku ..


"humm ?? "


aku menggerakan kepalaku untuk lebih fokus lagi mengamati pergerakan para monster itu, para monster ini jika diperhatikan seperti ada seseorang yang mengendalikan mereka untuk kembali. layaknya pengembala domba yang menggiring dombanya untuk kembali pulang


kalau dipikir-pikir lagi. kenapa monster-monster itu seakan fokus untuk menargetkan kami. padahal sebelumnya saat aku bersama dengan marissa dan clara tidak ada kejadian seperti ini. bahkan aku tidak menemukan para monster bertangan panjang itu sekalipun.


humm.., ini membingungkan..


" apa itu ? "


sontak aku terheran memandangi dari arah kejauhan. aku seperti melihat ada sesuatu yang begerak cepat dalam bayangan..


kalau diperhatikan secara detail bentuknya tidak begitu jelas, tapi bisa aku pastikan kalau itu bukan manusia.


apa makhluk ini yang sebelumnya dilihat oleh rara dan clara di bukit waktu itu?


makhluk mengerihkan apa lagi kali ini??


aku berharap dia tidak datang untuk menyerang kami..


semoga..


fajar telah tiba. bersamaan dengan kicauan burung-burung yang tidak pernah ku dengar sebelumnya.


tentu saja..


biasanya kicauan burung itu menandakan langit dan suasana yang cerah.. tapi disini tidak ada hal seperti itu, hanya ada kegelapan hutan dan kabut yang tebal.. meski begitu aku masih beruntung bisa mendengar suara tersebut. itu menandakan aku masih hidup di bumi yang sama


" hup "


aku melompat turun dari pohon yang ku panjat sebelumnya dan kembali memeriksa keadaan rekanku yang berada di batu besar yang berdiri tegak itu.


aku penasaran. ada semacam pola ukiran di batu itu saat aku menyongkelinya tadi malam, tapi dikarenakan gelapnya malam hari di tambahnya kepanikan saat para monster mendekat aku jadi tidak leluasa memeriksanya..


" kalian sudah bangun?? " tanyaku dari bawah batu yang berdiri tegak itu memanggil rara, nico dan marissa yang berada di atasnya


" vinn ?? " jawab rara melihat ke bawah dari atas batu dan buru-buru turun kebawah setelah melihatku.


" apakah kalian baik-baik saja berada di atas batu ini ? "


" cih. mungkin itu akan nyaman kalau bukan karena nico yang begitu berisik.. " ucap marissa mengerutkan mulutnya


" berisik ? "


" tsk, si nico itu bahkan belum bangun setelah tidur begitu nyenyak tadi malam "


" humm ?? apa kalian bahkan berpikiran untuk bisa tidur diatas sana dengan para makhluk yang masih menyebar di bawahmu ? "

__ADS_1


" tadinya situasi begitu mengerihkan saat para monster itu berusaha untuk memanjat batu besar ini. tapi setelah beberapa waktu suasana menjadi lebih baik saat para monster tak berdaya untuk memanjat ke atas batu itu.." ucap clara sambil melangkah berjalan mendekat ke arahku setelah turun dari atas batu


" humm.., ya syukurlah kalian tidak apa-apa. hanya.., bagaimana bisa si nico itu tertidur dalam keadaan mencekam seperti itu. "


" mungkin dia kelelahan ? "


" sekalipun dia kelelahan ra.. " aku mulai memegang keningku membayangkan betapa santainya si nico ini saat tidur diatas batu itu " haaa.. lagian memang nico itu tidak bisa tenang sebentar dan langsung tidur "


" hihi "


" oh ya apa diantara kalian ada yang mengamati bentuk batu besar yang berdiri tegak itu ? "


" benar kak. aku sempat merasa heran bagaimana bisa batu setinggi empat meter ini memiliki ukuran yang hampir serupa dengan jarak yang seperti sudah di atur "


pengamatan clara ini memang hebat. dia memperhatikan lingkungannya dengan baik.. dia tidak hanya sembarang berjalan di tempatnya melangkah


" apa kamu berpikir bentuk batu ini juga terlihat aneh kak ? "


" ya. awalnya aku tidak terlalu memperhatikan bentuk kedua batu yang berdiri tegak itu. tapi, saat aku mencoba membuat jalan untuk mendaki keatas aku menemukan sebuah pola yang unik di batu tersebut "


" umm ? pola seperti apa yang kamu maksud itu vinn ? " tanya marissa mendekat dengan wajah penasaran


" entahlah. tadi malam tidak terlalu jelas karena suasana terlalu gelap "


" humm ?? aku jadi penasaran ? " ucap clara berpikir sambil bertopang dagu


" dugaanku dari struktur dan bentuk dan jarak diantara kedua batu itu. sepertinya itu merupakan dua penanda untuk memasuki suatu wilayah "


" Tak ! " bersamaan dengan suara itu tanganku tanpa sadar mendarat ke kepala nico dengan cepat


" aduh ! bro kenapa kau menjitak kepalaku ?? " sambil memegangi kepala yang sakit dengan kedua tangannya. nico bertanya padaku


" apa aku harus memberikan alasan kenapa aku menjitakmu ? bukankah masih beruntung aku tidak mengayunkan pedangku saat kau mengagetkan semua orang disini "


" hihh ! ja..jangan bro. tewas dong aku kalau kamu main tebas aja. "


" lagian kamu ini ngapain sih nico.


mengendap-endap dan berteriak seperti itu "


" aduh clara.., bukannya aku mengendap-endap. aku hanya tidak ingin mengacaukan pembicaraan kalian yang terlihat serius saat aku baru turun dari batu itu "


" cih. "


" jangan hanya ngomong cih. itu jahat.., apa kamu tidak perduli denganku clara. kepalaku sakit lho.. ".


" enggak ! sama sekali "


" huft.. "

__ADS_1


pancaran sedikit sinar matahari pagi walaupun tidak terang tapi ini bisa membuatku untuk melihat benda yang ada di hadapanku..


" vinn apa yang sedang kamu lakukan ? "


tanya rara padaku yang sedang meraba salah satu batu tegak itu dengan tanganku


" aku sedang memeriksa batu besar ini, dan ternyata benar dugaanku. ini adalah sebuah patung penanda untuk memasuki suatu wilayah "


" wilayah? maksudmu semacam desa atau pemukiman gitu? "


" entahlah. aku akan membersihkan dua patung ini terlebih dahulu untuk memperjelas bentuk dan pola ukirannya "


" bro? biarkan aku membantu "


" oke. ayo bersihkan puntukan tanah yang memenuhi patung tersebut. "


Setelah beberapa waktu aku dan nico akhirnya dapat membersihkan tanah yang menutupi patung-patung itu


" I.ini !? "


sontak kami semua terkejut melihat benda menakjubkan yang ada di hadapan kami itu


patung megah berbentuk layaknya seorang manusia yang memegang tombak dan ada ukiran naga yang melilit tubuh dari patung itu


" ini menakjubkan. sekaligus membuatku merinding hebat " ungkap nico dengan tegang memeluk tubuhnya yang gempal itu


" kalau dari bentuk kedua patung ini. sepertinya ini peninggalan jaman kuno ? "


" sepertinya begitu clara. patung ini seperti penanda untuk memasuki wilayah kerajaan besar di jaman dahulu "


" kerajaan besar ? tapi disini hanya ada hutan lebat dan kabut. " ucap marissa sambil memeriksa sekelilingnya dengan serius


" apa mungkin ini tentang kerajaan gaib atau sejenisnya.. hihhh ! "


" tenanglah nico. ketakutanmu hanya menambah benih-benih ketegangan diantara kita "


" ma..maaf bro. tapi aku benar-benar takut kali ini "


" hmph ! bukannya kamu memang selalu jadi orang yang penakut !? "


" clara..., bisakah sekali saja kamu mendukungku ..? aku sedih nih. "


" cih. bodo amat "


" lalu apa yang harus kita lakukan sekarang vinn ? " tanya rara padaku sambil mendekapkan kedua tangan di tubuhnya. dia sedang berusaha menutupi rasa takut dalam dirinya


" ini.. untuk sekarang kita cari solusi dulu bagaimana cara mengatasi para monster bertangan panjang. aku punya beberapa spekulasi di otakku.. "


" tentang apa itu bro ?? "

__ADS_1


" apa kalian pernah berpikir kenapa para monster itu seakan menargetkan kita selama dua malam ini ? "


__ADS_2