Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 36


__ADS_3

" Aku teringat. saat itu aku dan nico mengambil beberapa bambu di dalam hutan dan malamnya para monster itu mulai menunjukan dirinya "


" ah. benar bro sebelumnya kami juga tidak pernah diincar oleh para monster menakutkan itu. tapi setelah kita mengambil beberapa potongan bambu di pemakaman yang memgerihkan itu


" tak ! "


tanganku mendarat sekali lagi ke kepala nico


" aduh ! kenapa lagi bro. "


" pe.. pemakaman ? pemakaman mengerihkan seperti apa yang kalian maksud ? kenapa tidak membicarakannya pada kami..? " seru marissa di hadapanku


cih. si nico ini, sudah aku katakan sebelumnya untuk tidak mengatakan tentang pemakaman itu di depan orang lain. benar-benar orang yang tidak bisa menutup mulutnya dengan benar


" ups. maaf bro aku keceplosan " ucap nico menggaruk kepala bagian atasnya " hehe "


" haaa.. " aku mulai mengambil nafas sejenak sebelum mulai berusaha untuk mengatakan yang sebenarnya pada marissa dan yang lain


" itu adalah pemakaman yang sebelumnya. hanya setelah kami memasuki lebih dalam lagi. pemakaman itu terlihat menjadi semakin banyak "


" lalu kenapa tidak membicarakannya pada kami ? " tanya marissa lagi di hadapanku sembari menatapku dengan serius


" takutnya ketika kami mengatakan kepada kalian hanya akan membuat kepanikan karena lokasi kita menginap dekat dengan makam itu "


aku mulai berpikir dalam sekali lagi mengingat kejadian itu. dan menunjukan ekspresi merasa bersalah


itu karena aku baru menyadari bahwa pemakaman itu ada hubungannya dengan penyerangan monster pertama kali dan membawa kematian kepada adit


" dan.. maaf "


" tidak..tidak kenapa kamu harus meminta maaf ? y. ya tidak apa sih kalau kamu tidak mengatakan itu sebelumnya. tidak perlu merasa bersalah seperti itu.. " jawab marissa dengan ekspresi merasa tidak enak padaku


" ya benar kak. tidak perlu merasa bersalah seperti itu..


" kalian harus tau. " ucapku memotong perkataan clara " jika itu ada hubungannya dengan penyerangan monster pertama kali. itu berarti kematian adit adalah penyebab kecerobohanku "


setelah aku mengatakan hal itu. sontak semua terlihat diam terpaku menunjukan ekspresi terkejut sekaligus sedih dihadapanku


tak beberapa lama setelah itu terdengar suara langkah kaki yang menginjak dedaunan kering mendekatiku.


" tidak apa. kamu tidak perlu merasa bersalah atas kematian adit. bukankah adit sudah bilang dia berterima kasih banyak padamu " ucap marissa yang datang menenangkanku meletakan kedua tangannya memegang pipiku


aku sungguh merasa tenang ketika perasaan hangat mengalir melalui tangannya kepadaku


" ehem. ! itu benar vinn.. kamu adalah orang yang menyelamatkan kita. jadi jangan terus menyalahkan dirimu sendiri.. " ucap rara datang mendekat menggenggam tanganku


" keh.. irinya.. aku iri. ! "


" diamlah nico ! kenapa kamu begitu berisik "


" clara.. bolehkah aku memegang tanganmu sekali.. aku juga ingin di tenangkan "


" iya nanti malam ya. "


" oh sungguh !? "


" ya. nanti malam saat monster tangan panjang itu datang kamu dapat memegang tangannya dengan bebas untuk menenangkan dirimu.. "

__ADS_1


" huu.. hiks "


" hahaha. " bersamaan dengan tawa itu suasana menjadi lebih baik sekarang


" apa kamu yakin kak. jika pemakaman itu ada hubungannya dengan monster yang mulai terus-terusan mengincar kita ? "


" itu satu-satunya kemungkinan. karena tepat setelah itu aku merasa monster terus-terusan menargetkan kita "


" apa ada suatu petunjuk yang meyakinkan dengan pernyataan kakak tentang itu ? "


" sekarang itu masihlah firasatku saja. karena waktunya sangat tepat setelah kami mendatangi pemakaman kuno itu.. tapi aku tidak tau apa yang telah kami perbuat sehingga mereka menargetkan kita "


"dan ada satu hal lagi yang mengganggu pikiranku ! "


" apa itu kak ? "


" rara dan clara. kalian pernah mengatakan melihat sesosok makhluk menyeramkan yang bergerak cepat diantara bayangan kan ? "


" benar. aku pernah melihatnya saat itu, itu monster yang membuatku ketakutan sampai sekarang " jawab rara sambil menggigit kuku ibu jari tangan kanannya


" iya kak. sudah dipastikan itu bukan manusia, itu pasti monster. "


" aku juga sempat melihatnya..


" hihhh ! " seru nico sambil melihat sekelilingnya " bro jangan bilang ada monster yang lain akan menyerang kita juga ? "


" aku tidak tau soal hal itu. sepertinya monster ini yang mengendalikan monster bertangan panjang. jika monster kuat seperti itu bertindak menyerang kita aku tidak yakin bisa menahannya "


" mengendalikan ? " tanya clara


" ya. sebelum menjelang fajar aku mengamati pergerakan monster tangan panjang yang cukup aneh. mereka seperti kawanan domba yang digiring pulang oleh seorang pengembala. dan aku melihat sepertinya monster yang bergerak dalam bayangangan itu yang mengendalikannya "


" tuhan.. cobaan mengerihkan apalagi saat ini yang akan mendatangi kami. aku akui aku jarang beribadah padamu dan aku tak tau malu sering memanggil namamu sekarang. tapi tolong tuhan setelah aku selamat aku berjanji akan terus beribadah. "


semua orang terlihat menjadi semakin cemas. terlihat mereka ikut menundukan pandangannya setelah nico berdoa dengan bibir yang gemetar


ayah. aku jadi sangat rindu padamu... entah apa yang ayah lakukan sekarang. aku berharap kita dapat berjumpa kembali. tidak masalah kau akan menghukumku atau melatihku secara terus menerus... aku merindukan itu semua


" sudah seharian kemarin kita tidak sempat makan. sebaiknya kita cari makanan disekitar sini "


" benar vinn. rangkaian peristiwa mengerihkan membuatku sampai lupa berpikir untuk makan " ucap marissa menjawabku


" aku juga sungguh ketakutan. bahkan sampai sekarang kak "


" aku bahkan tidak berpikir untuk makan.. bagaimana bisa kalian merasa lapar disaat hati sangat ketakutan seperti ini " ucap nico menunjukan ekspresi tegang


" grukk.. ! grukk ! "


" humm.. kau boleh takut nico. tapi cacing diperutmu itu tidak akan perduli dengan perasaanmu "


" hehe iya " jawab nico menggaruk kepalanya dengan ekspresi malu


" hahaha "


" aku akan mencari makanan ke arah sana " tunjukku mengarah kedalam kawasan patung berdiri itu " kalian tetap disini ? "


" tidak. aku ikut " jawab marissa

__ADS_1


" aku juga vinn..


" aku ikut juga kak "


" kau ikut nico ? "


" jangan ditanya lagi bro. tidak mungkin aku bersanta saja saat kalian mencari makanan buat kita "


" huuh. bilang saja kamu takut ditinggal sendirian disini "


" clara..? bagaimana kamu tau. ah tidak maksudku.. aku akan tetap bersama untuk menjagamu "


" pfftt ! sudah. sudah nico jangan melucu lagi. aku tidak bisa menahan ini lebih lama "


" kamu diam marissa. kamu jangan mengganggu "


" cih. "


sambil menggelengkan kepalaku melihat kekonyolan nico aku mulai bersiap memasuki wilayah dua patung yang misterius itu


aku berharap tidak akan terjadi hal yang buruk. tapi.., ditempat ini mau dimanapun kami berada tetap saja buruk..


" haa.. " tidak ada salahnya berharap..


" vinn.. tunggu. "


" ayo ra. jangan ada yang menjauh dari pandanganku ya "


" siap bro. "


" oke kak. "


" ya vinn "


" oke ayo " bersamaan dengan suara itu kami melangkahkan kaki memasuki daerah tersebut


setelah beberapa waktu kami berjalan..


" bro apakah masih jauh ? "


" apa yang sedang kau tanyakan nico ? kita tidak memiliki tujuan tempat disini. apa kau berpikir kita sedang berkunjung.. "


" ahh.. maaf. itu kebiasaan, maksudku kapan kita akan beristirahat? kukira kita sudah berjalan jauh dengan perkiraan waktu dua jam ? "


" kau ini. kita bahkan belum berjalan satu jam "


" eh ? benarkah.. ? "


" kita akan berhenti ketika kita menemun makanan ataupun air. jika tidak kalian akan aku suruh beristirahat sementara aku akan mencarinya sendiri "


" uhh. baiklah bro.. "


" cih. dasar laki-laki payah "


" clara. aku mungkin lemah, tapi aku orang yang tulus tau. "


" cih.. "

__ADS_1


" vinn.., apa itu seperti reruntuhan bangunan di sebelah sana ?! "


" humm ?? "


__ADS_2