
"hah.. hah... hah " bersamaan dengan suara nafas yang terdengar tak beraturan itu, kami berlari menjauh dari kejaran para monster bertangan panjang yang mengerihkan
" vinn, apa monster itu masih mengejar kita ?? " tanya rara sambil memacu langkahnya berlari beriringan disampingku
" ya. aku tidak tau pasti.., tapi para monster itu ketika sudah melihat atau mencium bau manusia. mereka akan terus mengejar kita hingga fajar menjelang.
" huh.. mengerihkan sekali.. "
" bro.. apa kau yakin kita bisa selamat dari kejaran mereka ini ?? " sambil memeriksa arah belakang nico berlari dan bertanya padaku
" dari pengamatanku mereka itu lebih lambat dari rata-rata manusia yang berlari.. tapi stamina mereka seperti tidak ada habisnya "
" ehh?? bukankah itu gawat ? kalau kita berhenti karena kehabisan nafas ?? "
" kau akan digigit mereka lalu menjadi zombie yang jelek nico.. "
" hihhh !! aku tidak mau menjadi jelek ! "
apa maksudnya dia mengatakan tidak mau menjadi jelek ?? bukankah dia harusnya berkata tidak mau menjadi zombie ??
" vinn.., jika berlari terus seperti ini, aku tidak akan sanggup untuk beberapa waktu lagi " ucap marissa dengan nafas tersengal
" gimana ini kak ? apa tidak ada solusi untuk menghadapi para monster itu ?? " tanya clara memegangi perutnya sambil berlari. sepertinya clara akan mencapai batasnya sebentar lagi
" bro. kenapa kita tidak melawannya saja. bukankah kau pernah menahan mereka sendirian ?? "
" humm?? " aku tertegun mendengar kata-kata nico yang seolah berubah menjadi pemberani itu. tapi sayangnya keberanian itu tidak tepat untuk sekarang.
jika aku tau para monster itu yang menyebabkan para bajak laut menjadi seorang zombie. tentu aku tidak mau menahan mereka untuk kalian.. membayangkannya kembali saja sudah membuatku takut sampai sekarangg..
" keberanianmu membuatku takjub nico.. tapi tidak untuk sekarang. aku melihat mereka jauh lebih banyak. coba bayangkan jika salah satu dari mereka melompat menggigit lehermu "
" hihhh.. ! jadi bagaimana solusinya bro.. "
" saat itu aku memanjat sebuah pohon yang tinggi untuk menghindari serangan mereka. tapi itu bukanlah sebuah solusi untuk kita sekarang.. ada para gadis disini yang tidak bisa memanjat sebuah pohon.. "
" ya. aku juga tidak bisa sih..
benar. aku lupa bahwa nico ini sangat payah. baru memanjat dua meter saja sudah jatuh kebawah..
wajahku semakin ketat memikirkan masalah ini.
solusi? apa yang bisa aku pikirkan dalam keadaan bahaya begini.. ini pengalaman pertamaku menghadapi para monster seperti itu..
coba ku ingat..
dalam ingatanku di sebuah film. menghadapi monster kegelapan adalah cahaya..
" cahaya ? "
" bro. apa kau menemukan sebuah ide ? "
" ya. makhluk mengerihkan ini datang saat tengah malam kan ? apa mereka takut dengan cahaya ? menurut pengamatanku mereka pergi ketika fajar tiba.. "
" hooh.. begitukah bro ? "
" ya.. kemarikan bajumu "
__ADS_1
" maaf ? "
" buka bajumu nico. dan serahkan padaku.. "
" heeeeh ? tidak bro.. " teriak kecil nico mendekap bajunya erat dengan kedua tangan menolak keras permintaanku
" kau mau selamat atau tidak ? "
" nico ikutin aja arahan gavinn ! " ucap marissa memaksa nico
" benar, berikan itu nico " sambung rara dan clara
" huh.. bro tolonglah jangan " ucap nico menatap ke arahku sebelum mulai mendekat dengan berbicara pelan ke telingaku "bro.. aku malu menunjukan badanku yang penuh lemak ini dihadapan para gadis. badanku tidak sebagus milikmu.. apa kau tidak punya perasaan ?! "
" cih. saat genting seperti ini kau masih memikirkan perasaan malu?! "
" ba.baiklah.. "
perlahan nico membuka baju yang dia kenakan sambil menundukan pandangannya ke bawah. dia tampak begitu malu menutupi badannya yang gempal dengan menyilangkan tangan
meski begitu. tidak ada reaksi dari para gadis yang ingin mengejeknya.. saat ini semua orang sedang tegang dan takut untuk memikirkan keselamatan diri. tidak ada waktu untuk berpikir menghina orang lain.. jikapun ada yang berani mengejeknya aku pasti akan memarahinya..
" ini bro.. " ucap nico dengan berat hati memberikan baju satu-satunya yang dia miliki ke tanganku
" oke.. "
aku mulai melilitkan baju itu ke sebatang kayu ranting yang aku dapatkan disekitar..
" bro.. apa maksudmu dengan cahaya adalah menyalakan sebuah api di kayu itu.. ? "
" ya. aku akan membakar bajumu untuk itu.. apa kau tidak apa ? "
dia mengatakan tidak apa sambil menahan nafas yang dalam dan memejamkan mata..
" bagus. kau hebat.. ! aku menghormati pengorbananmu "
" benarkah bro ?! "
setelah mendengar perkataanku yang memberi hormat. dia sontak bersemangat dan kembali membuka matanya yang terpejam dan percaya diri menunjukan bentuk tubuhnya.
" ya tentu.. " jawabku perlahan membakar baju nico dihadapannya " benarkan para gadis. nico hebat ?? "
" umm.. ! " jawab rara, marissa dan clara menggangguk serentak..
aku tidak tau membuat api seperti ini akan berhasil atau tidak. tapi lebih baik mencoba.. biar hasil yang menentukan..
" baiklah aku sudah membuat semacam obor ditanganku.. kalian tunggulah disini aku akan kembali.. "
" vinn.. kamu yakin ingin pergi sendirian.. ? " tanya rara dengan raut wajah yang terlihat cemas
" ya. diantara kita hanya aku yang memiliki kecepatan berlari dan stamina yang bagus. kalau terjadi apa-apa aku bisa kembali kesini dengan cepat.. "
" yahh.. baiklah hati-hati.. "
" hati-hati bro.. "
" kak.. kami akan disini menunggumu "
__ADS_1
" vinn.. kembalilah dengan selamat "
" umm.. oke "
aku mulai melangkahkan kakiku ditengah kesunyian malam itu.. diatas tanah yang lembab aku berjalan membawa sebuah obor ditangan kananku..
rasa gugup mulai memenuhi diriku.. dengan menelan air liur ditenggorokan aku memberanikan diri dan berkata..
" maju saja ! "
setelah beberapa waktu.. aku memberhentikan langkahku di bawah pohon dengan akar yang besar merambat dibawahnya.. tak begitu jauh aku mulai mendengar ******* nafas para monster yang menderu seperti ingin memangsaku
itu dia.. mereka memang begitu banyak kali ini.. merayap menyusuri hutan dari balik pepohonan di depan pandanganku..
" sungguh mengerihkan.. ! "
keraguanku mulai menumpuk dalam.., insting bertahan hidupku menolak keras untuk tetap berdiri ditempat ini.. dengan mengangkat obor ditangan kananku.. aku mulai menyambut kedatangan mereka..
aku mulai menghitung memperkirakan jarak diantara aku dan para monster bertangan panjang itu..
sepuluh meter.. sembilan.. enam.. empat.. dua..
" eh ?? "
" haaaaa!! "
bersamaan dengan teriakan yang tanpa sengaja keluar dari mulutku. aku melemparkan obor itu ke wajah dari salah satu monster yang ada di hadapanku..
tidak berpengaruh.. sama sekali tidak terpengaruh.. obor api yang kunyalakan di hadapan mereka sama sekali tidak berefek apapun..
bagaimana ini.. apalagi yang harus kulakukan? ayolah.. kenapa ini jauh lebih menakutkan daripada di film-film yang aku tonton sebelumnya..
cih.. realita hidup memang selalu berbeda dengan ekspektasi..
dengan nafas tersengal aku berlari untuk menjemput kembali rekan-rekanku yang lainnya..
" kalian.. "
dari kejauhan aku berlari memanggil marissa dan lainnya yang tak jauh berada di depanku " ayo pergi.. ! "
bersamaan dengan teriakan kecilku.. sontak mereka ikut bergerak dan berlari bersamaku..
" bro.. apa cara tadi tidak bekerja ?? " tanya nico dengan ekspresi panik
" tidak.. mereka sama sekali tidak menghiraukan obor yang ku pegang.. "
" hihhh ! "
" sekarang bagaimana ? "
" entahlah.. kuharap kita menemukan sesuatu yang bisa membuat kita selamat.. "
" brak ! "
bersamaan dengan suara itu aku melihat clara terjatuh ke tanah.. dia sudah tidak kuat lagi berlari..
sial.. para monster semakin dekat.. apa yang harus ku lakukan !?
__ADS_1
humm?? itu... bisakah kami menaikinya ?