
" nico ?? "
" hey nico kau dengar aku ?? " ucapku berusaha menyadarkan nico yang berdiri mematung dengan tatapan kosong
" hey " sekali lagi aku memanggilnya dengan menyentikan jariku tepat ke keningnya..
" aw.. uh aku tidak melihat apapun ! sungguh.. aku hanya patung.. aku cuma patung "
ku yakin orang ini pasti melihat adegan memalukan tadi. melihat reaksinya pasti dia sedang membayangkan yang tidak-tidak
" nico. apa yang terjadi selama aku pergi. ada satu mayat monster terbaring disana " sambil menunjuk arah mayat monster yang tergeletak dilantai aku bertanya pada nico yang masih mengusap keningnya
" uh bro. kau cukup berani juga ya hehhehe.. sungguh jantan sekali hoho.. " ucap nico menutup mulutnya dengan satu tangan dan tertawa kecil seakan mengejekku
entah kenapa melihat ekspresinya yang menyebalkan itu membuatku merasa kesal.
" berhenti memikirkan hal yang tidak penting. " jawabku dengan wajah datar
" tentu saja ini penting." nico yang berbicara dengan muka cengengesan mendekatiku dan mulai berbisik "apa itu terasa manis bro "
orang ini...
aku mulai memasang wajah seriusku dihadapannya setelah beberapa saat memejamkan mataku untuk menahan rasa kesal
" jika kau tidak berhenti bercanda. aku akan menendangmu sekarang juga "
" cih. kau membosankan bro "
" aku tidak perduli. saat ini yang terpenting adalah kita harus secepatnya pergi dari sini.. aku sudah menemukan airnya "
" woahh. sungguh ?? " mata nico seketika terlihat berbinar ketika aku menyebut nama air itu
" ya. dan bukankah kau melupakan sesuatu ?? "
" melupakan sesuatu?? "
" tsk ! aku tanya padamu apa yang terjadi selama aku tidak ada disini nico sialan "
hah.. aku benar-benar habis kesabaran dibuat yang satu ini
" tahan bro.. aku hanya bercanda.. "
nico mulai memasang wajah serius seakan ingin menceritakan sesuatu yang menegangkan.
"dibalik kegelapan lorong itu sesosok makhluk monster bertangan panjang itu keluar menunjukan kengeriannya dan ketika..
" tak ! " sekali lagi aku meluapkan emosiku mendaratkan tanganku ke kepalanya
" uh. aduh.. kenapa kau menimpukku bro ?? "
" aku sedang tidak menyuruhmu bercerita. gunakan bahasa yang lebih singkat ! "
aku benar-benar kehilangan kesabaranku..
hah..
dan sekali lagi nico pun menceritakan kejadian yang terjadi padaku.
__ADS_1
kesimpulannya adalah..
satu monster tiba-tiba muncul menyerang rara yang berdiri di ujung penerangan cahaya api obor. beruntung saat itu rara dapat meloloskan diri dan dibantu oleh nico yang membunuh monster itu dengan pedang ditangannya.
aku yang mendengar hal itu dari nico kini berjalan mendekati rara yang tampak kelelahan tertidur tersandar kedinding ruangan.
nico mengatakan padaku. dia dengan gelisah menungguku kembali dengan wajah penuh harap..
dasar bodoh... kalau kamu terluka aku juga yang kesulitan.
aku mulai memperhatikan tubuhnya yang lelah tersandar ke dinding itu..
" terimakasih.. " bisikku dihadapan rara yang tertidur itu
" urmm.. " rara mulai menggerakan tubuhnya. bisikanku sepertinya membangunkan rara yang tertidur itu..
" vinn ?? kamu sudah kembali. " ucap rara mengusap matanya yang terlihat begitu lelah. " kamu tidak apa-apa kan vinn ?? " tanya rara dengan raut wajah yang terlihat cemas
sempat-sempatnya dia menanyakan keadaanku sementara dia sendiri hampir kehilangan nyawanya karena menungguku.
" humm. aku baik-baik saja.. " jawabku dengan senyuman kecil yang kubuat di wajahku.
" syukurlah vinn.. aku pikir.. aku takut kamu kenapa-kenapa " ucapnya sekali lagi menunjukan matanya yang tampak berkaca - kaca
" aku sudah berjanji bukan?? aku orang yang menepati janjiku "
" umm. kamu memang orang yang seperti itu vinn. aku percaya padamu " sambil menunjukan senyumannya yang mulai terlihat berat dia mengatakan itu padaku
" yah... sekarang sebaiknya kita pergi dari sini secepat mungkin " sembari berbicara aku mengangkat tubuhku untuk berdiri dari hadapan rara " aku sudah menemukan air "
" ya.. "
sekarang. haruskah aku menggendong clara sampai ke tempat itu ??
sepertinya harus... tidak ada pilihan lain.
aku yang mulai berjalan ke arah clara dihalangi oleh nico. sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu lagi..
" bro apa kau ingin menggendong clara ?? "
" ya. tidak ada pilihan lain "
" kalau begitu biarkan aku yang melakukannya " ucap nico dengan raut wajah serius dan penuh percaya diri
" humm ?? apa kau bisa ?? "
" tentu "
" pernahkah kau menggendong seseorang ? "
" pernah. itu aku lakukan saat aku menggendong kemanakanku. "
" tsk ! kau sedang bercanda ? " tanyaku yang mulai menunjukan rasa kesal
" aku serius bro. "
" kau ingin membunuh clara ?? "
__ADS_1
" huh ? kenapa aku membunuhnya ?? "
" dengar. mengangkat seseorang yang pingsan atau cedera itu butuh teknik khusus. jika kau mengangkatnya secara sembarangan.. itu akan berakibat fatal. jangan main - main.. "
" seserius itu kah bro ?? "
" Mengangkat orang yang pingsan tanpa pengetahuan bisa mengakibatkan orang tersebut mengalami pusing atau mual setelah sadar. Karena ketika sedang pingsan, tekanan darah akan langsung menurun dengan cepat. Akibatnya aliran darah yang membawa oksigen akan sulit sampai ke otak.
dan jika kau secara asal mengangkatnya kau mungkin akan membuat lehernya patah hingga menyebabkan kematian "
" uh.. ! kalau begitu aku tidak berani. "
secara perlahan aku mulai mengangkat tubuh clara yang terbaring dihadapanku. kemudian mengangkatnya dengan memakai teknik sampir bahu..
" nico serahkan obor itu pada rara. biarkan dia yang membawanya. " ucapku melihat nico yang memegang nyala obor ditangan kirinya dan pedang ditangan kanannya
"oke bro "
setelah nico memberikan obornya ke rara. dia menyerahkan pedang yang dibawanya padaku
" hahh.. " aku menghela nafasku sambil memejamkan mata sebelum memandang nico lagi dengan tatapan kesal
" jika kau menyerahkan pedang itu padaku. lalu bagaimana aku akan menggunakannya? "
" oh benar. saat ini kau sedang membawa clara. "
" eh ?? berarti aku yang berada di depan dong ?? "
" apa aku perlu menjawab untuk hal itu ??
tsk. aku jadi ragu bahwa yang membunuh monster itu tadi adalah dirimu "
" itu benar aku bro ! ya tapi kau tau. aku hampir digigit oleh makhluk itu.. sampai sekarang aku masih merasa gemetar ketika membayangkan hal itu. "
aku hanya memasang ekspresi datar sambil mendengarkannya.
" kau harus melakukannya. lawan rasa takutmu itu. itulah cara agar kau terlihat kuat.. " ucapku mulai berjalan melewati nico dengan membawa clara di bahuku " ayo kita jalan "
kami mulai melangkah melanjutkan perjalanan kami, ke tempat yang sebenarnya kurasa lebih menakutkan.
ini resiko karena memiliki indera yang lebih kuat dari manusia umumnya. kau bisa merasakan getaran halus di sekitarmu.. dengan hanya melangkah saja.
aku tidak tau sesuatu apa yang terus mengganggu pikiranku ini. terasa seperti sesuatu yang besar..
kuharap tidak ada yang terjadi..
" kita masuk kedalam ruangan yang mirip seperti gua itu ?? " tanya nico dihadapan ruang yang besar dan gelap
" itu memang gua. " jawabku
" uh ?? "
" vinn.. apa air yang kamu maksud ada di dalam gua yang luas itu ?? " tanya rara yang berada di sebelah kanan
" benar. air itu berada disisi kanan dalam gua itu "
" ayo kita masuk.. "
__ADS_1