Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 28


__ADS_3

seekor beruang grizzly ? .. kenapa beruang ini ada disini ?? bukankah dia biasa hidup di bagian amerika utara ??


huh ! besar sekali..!


tanganku gemetaran.. ??


" hrrrgg "


beruang itu terlihat menyeringai di hadapanku..


(sungguh makanan yang lezat ?? )


itukah yang dia pikirkan ??


terdengar suara gemertak gigi yang merapat dari sebelahku. itu adalah nico..


dia tertegun tidak bergerak dengan tubuh gemetar hebat dan menggemeretakkan giginya tanpa sadar..


tangan rara mulai mencengkram bajuku dari belakang tanpa bisa mengeluarkan sepatah kata apapun dari mulutnya..


" v...vinn ?? apa yang harus kita lakukan ?? "


tanya marissa dengan berat mengeluarkan kata-kata dari mulutnya.


disana aku juga melihat clara yang sangat ketakutan. aku khawatir dia akan segera pingsan karena takut..


aku menelan air liur ke tenggorokanku.


gawat.. aku sampai lupa mengambil nafas sakin gugupnya..


aku harus tenang..


perlahan aku mulai mengambil nafas yang panjang untuk menenangkan diriku..


" kalian tetap berada di belakangku.. " ucapku sambil memberikan isyarat tangan pada mereka " tetaplah berusaha setenang mungkin"


cih.. mana mungkin mereka bisa tenang.. apa yang ku katakan? ya terserahlah..


" b..bro kenapa kita tidak lari saja ?? " tanya nico dengan nada yang berat padaku


" itu tidak mungkin.. kamu pikir seberapa cepat beruang ini berlari ?? "


".. ? "


" beruang ini dapat berlari bahkan lebih cepat dari atlet lari internasional. jika kau berpikir larimu yang lambat itu dapat menghindarinya.. bersiaplah untuk jadi makanan penuh protein"


" hiih.. ! "


" jangan coba-coba kabur menjauh dari kelompok tanpa seizinku. jika kalian berlari menjauh.. aku takut mungkin predator lainnya juga akan menemukan kalian.. "


" humm "


mereka hanya menjawab dengan menganggukan kepala.. sepertinya mereka tidak bisa berkata-kata lagi..


nah.. sekarang.. mari kit.


" hoarrgggg " cakar yang tajam itu melayang melewati atas kepalaku. bersamaan dengan itu aku berusaha menunduk sambil melompat untuk menghindarinya. terasa terpaan angin tipis melewati telingaku..


sungguh serangan yang kuat..


" hoargg!!! "


beruang besar itu tampak sangat kesal ketika aku berhasil menghindari serangannya

__ADS_1


dia meninggikan dagunya sambil menyeringai. tatapan mata yang sebelumnya menargetkanku berubah haluan mengarah ke tempat yang lainnya berdiri..


ini gawat.. dia hewan yang pintar dalam memlilih lawan..


" kalian.. awass.. ! "


" woaaahh ! "


teriakan keras serentak terdengar dari nico, marissa,rara dan clara.


huh.. hampir saja..


aku menahan cakar hewan buas itu dengan menaruh kedua tanganku di bagian gagang dan dekat ujung pedangku


" humm..?? "


dengan mata terbuka lebar aku melihat pedangku yang perlahan mulai retak menahan cakar yang tajam dan besar itu..


pedangku patah ?!


secepatnya aku mundur ke belakang melihat pedang putihku yang patah menjadi dua bagian itu..


" oiii!! bagaimana bisa kita melawan monster yang besar ini bro ?? " ucap nico merapatkan giginya melihat kengerian yang ada di hadapannya..


aku membuang pedang yang patah menjadi dua bagian itu ke samping kiriku..


seketika semua menjadi semakin panik melihat hal itu..


" k..kak ? bagaimana dengan keadaan kita sekarang.. " ucap clara menggigiti jarinya menatap wajahku dengan penuh rasa takut..


" vinn.. "


rara juga memanggil namaku dengan nada lirih. sepertinya dia tau kematian akan datang menjemput..


" hrrgghh "


" hoo ?? apa kau sedang tertawa senang sekarang beruang jelek ?! kau pasti berpikir ini sudah berakhir bukan ?? "


ini memang menakutkan.. apa yang bisa dilakukan manusia saat melawan predator mengerihkan tanpa senjata??


tapi ini belum berakhir..


setelah para perompak itu mati.. masing-masing dari kami membawa senjata. tapi meski begitu, tidak mungkin mereka bisa bergerak melawan predator yang mengerihkan ini.. itu terlalu bresiko. lebih tepatnya sama saja mereka menjemput ajal


dan aku sudah memeriksanya. senjata yang dibawa oleh marissa adalah sebilah pedang yang bahannya jauh lebih bagus dari pedang yang ku pakai..


" marissa berikan pedang yang ada padamu.. " ucapku mengulurkan tangan kananku ke belakang sambil tetap memperhatikan gerakan dari beruang itu..


namun, entah mengapa marissa tidak juga memberikan pedang itu padaku..


" marissa ?? " panggilku sekali lagi..


" a.. anu.. pedangnya ku pikir tadi jatuh saat aku melompat ketakutan melihat mayat yang hancur sebelumnya ?! "


" hah ??! " sontak aku terkejut mendengar perkataan marissa itu. rasa percaya diriku memudar.. aku mulai menoleh ke belakang dengan ekspresi putus asa..


" hrrgggh ! " entah kenapa beruang itu tampak sedang menertawai kepercayaan diriku yang menghilang..


" nico.. berikan golok itu.. ! "


" baik.. bro.. "


golok putih berukuran panjang satu meter di berikan oleh nico padaku.

__ADS_1


golok yang tebal. aku merasa benda tidak berguna ini tidak akan dapat melukai hewan buas itu..


tapi aku harus tetap optimis..


" dubt "


bersamaan dengan suara itu. aku mengayunkan golok yang ada ditanganku dengan sekuat tenaga ke tubuh sang beruang..


ya benar.., dari efek suaranya saja bahkan anak kecil juga tau itu bunyi yang tidak membahayakan sama sekali..


golok tebal itu, tak perduli seberapa kuat aku mengayunkannya tidak berefek apapun pada sang beruang . dia bahkan tampak menikmatinya seperti sedang di pijat..


" cih.. "


" clara.. berikan " bersamaan dengan tanganku yang meminta senjata kepada clara. sebuah golok dengan jenis yang sama mendarat di tanganku..


" huh ?? golok lagi.. ?? "


" be..benar kak.. "


" kalian..! lari ke arah mayat sebelumnya dan temukan pedang yang di bawa oleh marissa.. " ucapku sambil menghindar dari rangkaian serangan sang beruang. " rara berikan pedang itu.. aku akan menahannya selagi kalian mencari pedang tersebut. "


" ini pedangnya.. "


rara memberikan pedang yang dibawanya padaku. tapi dengan tatapan cemas dia menarik tanganku kembali. " vinn apa kamu yakin kami pergi meninggalkanmu disini sendirian ?! "


" benar kak.. itu berbahaya.. ikutlah bersama kami .. "


apa yang mereka katakan..? dengan tidak menahan hewan buas ini apa mereka pikir bisa dapat pergi dengan selamat ??


" be..benar bro.. aku mungkin tidak dapat membantu.. tapi aku tidak tega meninggalkanmu "


" pergilah jika kau sudah tau kalau memang tidak dapat membantu.. ! "


setelah mendengar perkataanku dengan nada yang tinggi itu.. marissa mulai mengigit bibirnya dan berlari ke arah jalan yang kami lewati sebelumnya


disusul dengan wajah yang sedih rara dan yang lainnya ikut menyusul pergerakan dari marissa..


ini lebih baik.. aku dapat bertarung tanpa beban disampingku..


cih. sombong sekali diriku ini.. padahal aku sendiri mungkin akan mati sebelum mereka kembali kesini..


kuharap. kalian tetap selamat meski tanpa aku lagi...


" hrrrggh ! "


" hoo.., kaupikir aku akan kalah dengan mudah beruang jelek ??!.. kita lihat secepat apa kau bisa mengalahkanku.. "


dia menyeringai lagi..


awalnya keraguanku sudah menumpuk.. tapi melihatnya yang seakan menyeringai mengejekku ..


" aku tidak suka diremehkan.. !!! "


" haa... " bersamaan dengan teriakanku aku menarik pedang di tangan kananku dan mulai menyerang hewan buas itu sekali lagi


" hoarghh..! "


menghindar sambil melompat.. mengayunkan pedang dengan tenang.. incar setiap cela yang dapat di temukan dari musuh..


" jresh "


" roarr ! "

__ADS_1


" gimana rasanya sayatan itu ?? cukup pedih bukan ?? "


__ADS_2