Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 32


__ADS_3

aku duduk bersandar di bawah pohon sementara angin dingin berhembus mengusap leherku, tubuhku terasa begitu kedinginan.


baju kaos satu-satunya yang kukenakan sudah robek untuk membalut luka akibat serangan beruang sebelumnya.


" vinn kamu tidak kedinginan ? "


" tidak. apa aku terlihat seperti orang yang kedinginan ?? "


aku mengatakan tidak. padahal saat ini aku sedang berpura-pura meregangkan leherku untuk mengusap-usap leherku yang kedinginan


" humm ? sepertinya tidak.. bagaimana bisa .. ? membayangkan seseorang tidak memakai baju di hutan yang dingin ini. apa kamu masih manusia ?? "


aku manusia. dan saat ini aku merasakan dingin yang menjalar melalui leher belakangku.. tapi tidak mungkin aku mengeluh padamu kan.


" menurutmu?? "


" tidak... "


" humm ?? lantas apa? "


" siluman kera mungkin? "


" huh ?? "


" hahaha "


" berhentilah mengejekku nona bawel. kalau aku siluman kera lalu kamu apa ? "


" siluman kucing mungkin ?? " ucap marissa sambil memperagakkan gaya seekor kucing di hadapanku " meow.. "


" tidak. tidak.., itu tidak mirip sama sekali denganmu.. "


" humm ?? "


" kamu itu lebih mirip singa.. "


" kau.., aku bukan singa..!! "


sambil mendekat marissa mulai memukuliku memasang ekspresi kesal di wajahnya " katakan kalau aku bukan singa.. ! "


" ya. ya kamu bukan singa.., (kamu mirip serigala ) "


" hey, aku bisa membaca isi pikiranmu ! "


" hah? apa kau bahkan mengerti isi pikiranku ? apa kamu iblis ?? "


" kenapa aku iblis.. ? tidak bisakah kamu membuat perumpamaanku lebih bagus. seperti malaikat daripada iblis ?? "


" tidak. tidak.. hanya iblis yang bisa membaca pikiran manusia.. "


" hey hentikan.., aku tidak membaca isi pikiranmu. aku hanya membaca ekspresi di wajahmu. aku bukan iblis.. ! "


" cih. kamu menakutiku.. aku kira kamu beneran bisa membaca pikiran orang lain. "


" pfftt.. lihatlah wajah panikmu itu.. "


selepas marissa menertawaiku. tanpa dia sadari. sesuatu yang kecil sedang merayap di tangan kirinya..


aku hanya melihatnya saja. tidak mungkin dia takut pada seekor jangkrik.. itu tidak berbahaya..


" kyaaa..! kecoak ! " bersamaan dengan teriakan itu marissa secepatnya melompat menghempaskan tubuhku ke pohon tempatku bersandar.. lalu dia mulai menarik-narik rambutku


" hey.. itu jangkrik. bukan kecoa! "


" ti..tidaak.. aku takut dengan kecoa.. hiihhh !"


" hentikan..! rambutku bisa rontok jika kamu menarik sekuat itu.. "


" hiihh ! "


marissa duduk dipangkuanku dengan mata terpejam dan tubuh yang menggeliat ketakutan karena serangga itu.


" sudah.. sudah pergi.. jangkrik itu sudah pergi ! " teriakku sambil berusaha melepaskan cengkraman tangannya yang ada di rambutku

__ADS_1


" humm ?? kecoa itu sudah pergi ?? "


" ya terserah apa yang mau kamu sebutkan untuknya. dia sudah pergi "


marissa mulai membuka matanya perlahan lalu melihat sekitarnya untuk memeriksa.


dan setelah dia tau bahwa jangkrik itu sudah pergi dia mulai menghela nafas yang panjang..


" haa.. aku takut sekali.. "


" hey.. bisakah kamu lepaskan cengkraman tanganmu di rambutku ini ?? "


" heeh !.. maaf aku tidak sengaja.. "


" cih.. "


" apa lukamu juga terkena olehku saat aku melompat tadi ?? "


" tidak. kamu hanya menggeliat sambil menarik-narik rambutku.. "


marissa tampak menutup mulutnya sebelum dia membuka tawa kecilnya yang sempat tertahan..


" pfftt.. hahaha "


" hey.. siapa yang mengajarimu seperti ini. tertawa setelah mengacak-acak rambut orang "


" hahaha.. maaf.. maaf "


tawa kecil marissa itu menghilangkan kesunyian malam ini sekaligus rasa dingin yang sebelumnya kurasakan. dia orang yang hangat..


" krakk ! "


" apa itu ?! "


aku yang mendengar suara gemertak ranting yang terinjak oleh sesuatu itu sontak bergerak memperhatikan sekitarku..


" ada apa vinn ? "


" ada suara seperti sesuatu yang memijak kayu ranting. "


" ya. aku mendengarnya barusan. "


" apa ada seseorang yang sedang mengawasi kita ?? "


" aku tidak tau.. "


aku mulai berdiri untuk mendengarkan sekali lagi suara gemertak ranting yang mungkin berasal dari arah belakangku..


setelah mengamati sekitar dengan aman. aku mulai melihat ke arah tangan kiriku untuk melihat pukul berapa sekarang..


23.55pm


semenjak peristiwa yang terus membahayakanku.. aku jadi sering was-was menghadapi waktu tengah malam seperti ini..


bahkan saat inipun.. aku masih merasa gelisah kalau sesuatu yang berbahaya akan datang..


" marissa.. "


" ya vinn.. "


" bangunkan yang lainnya untuk segera berkumpul sekarang.. "


" oke.. "


dengan perasaan yang tidak enak dalam dada.. aku sekali lagi memeriksa sekeliling tempat kami beristirahat..


" huh ?? "


aku terdiam saat aku menyadari.. suasana menjadi begitu hening di sekitarku..


perasaan cemas dalam dada kini semakin bertambah..


" vinn.. ada apa ?? "

__ADS_1


terdengar suara rara memanggilku dari arah belakang.. bersama dengan rara semua orang telah berkumpul di dekatku


" aku merasa ada yang tidak beres di sekitar sini.. " jawabku kepada rara


" benarkah vinn ?? "


" humm .. tapi aku sudah memeriksa sekitar tidak ada apa-apa "


" bro.. mungkin saja kamu kurang istirahat..? " ucap nico sambil mengusap-usap matanya seperti orang yang bangun tidur


" ya. aku memang kurang istirahat.. bagaimana aku bisa beristirahat jika suara dengkuranmu begitu nyaring masuk ketelingaku .."


" ehh.. benarkah.?? aku tidak menyadarinya hehe " si nico ini. dia menggaruk-garuk kepala seperti orang yang tidak merasa bersalah sama sekali..


ya tapi.. bagaimanapun, dia tidak sengaja mendengkur seperti itu..


" kak.., apa ada yang salah di sekitar sini.. sehingga membuatmu merasa seperti itu..? "


" humm ya. aku mendengar bunyi suara ranting kayu yang terinjak oleh sesuatu.. dan coba kalian dengarkan.. bukankah sekarang terlalu hening ?? "


setelah aku mengatakan apa yang kupikirkan. mereka mulai memasang wajah yang cemas sambil memeriksa sekeliling..


" be.. benar kak. ini terasa begitu hening.. sangat aneh " ucap clara datang mendekat dan berdiri disampingku..


lalu..


" hey nico.. apa yang sedang kau lakukan ? "


tanyaku dengan nada agak tinggi pada nico yang bersembunyi di belakangku..


" a..aku takut bro.. "


" cih. kau bahkan lebih takut daripada para gadis yang ada didepanmu ? " ucapku bermaksud membandingkannya dengan rara dan marissa yang berdiri di depanku " apa kau bahkan seorang pria?? "


" bro.., jangan berkata begitu. kejadian mengerihkan yang terus mendatangi kita membuatku secara alami menjadi seperti ini.. "


" alami apanya.. berdiri menjauh dariku atau aku akan menendang bokongmu itu nico.. ! "


" huh kau ini bro.. tega sekali.. " ucap nico dengan muka kesal sambil berjalan kemudian berdiri sedikit jauh di depanku..


" dengar nico.. kau tau hanya kita berdua laki-laki disini. kalau kau ikut melempem lalu pada siapa lagi aku berharap.. "


" benarkah bro ? apa kau benar-benar berharap padaku.. "


" tentu.. "


aku mengatakan tentu. padahal dari awal aku merasa tidak bisa berharap pada siapapun..


mereka adalah orang kalangan elit atas. setiap langkah yang biasa di jaga ketat oleh pengawalnya kini berjalan di dalam hutan yang menyeramkan..


tapi meski begitu.. aku tidak suka jika ada laki-laki pengecut bersembunyi di belakangku.


bukan berarti aku orang yang pilih-pilih. tidak masalah jika wanita yang bersembunyi di belakangku. " mereka adalah makhluk ciptaan tuhan yang harus dijaga.. " cih . kata-kata dari ayah benar-benar tertanam kuat dalam ingatanku..


" clara kemarilah, berdiri dibelakangku. aku akan melindungimu sampai tetes darah penghabisan " ucap nico berdiri tegap layaknya seorang prajurit dengan penuh percaya diri pada clara


" ogah ah.. aku mau di lindungi oleh kak gavinn saja.. "


" huh.. "


sikap yang tegap dan penuh percaya diri itu langsung memudar kembali menjadi nico yang sebenarnya..


kali ini hanya ada tiga senjata saja. dua golok dan satu pedang yang ada padaku..


" peganglah golok ini nico.. " ucapku memberikan sebilah golok pada nico..


" oke "


" dan satu golok lagi biar marissa yang membawanya.. "


" umm.. "


suasana semakin mencekam..

__ADS_1


di bawah pohon yang menjulang tinggi dengan semak-semak rerumputan di sekelilingnya.. aku melihat para makhluk menyeramkan itu sekali lagi merayap memenuhi pandangan di depan mataku


" semuanya.. lari ! "


__ADS_2