Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 45


__ADS_3

" uhh. ! "


saat aku membuka mataku kembali. aku sudah duduk tersandar di dinding ditemani oleh rara dan marissa yang tidur di samping kiri dan kananku..


saat ini situasi disekitarku membuatku kebingungan..


ruangan yang tadinya gelap gulita kini menjadi terang. tampak tersusun nyala api obor yang terpasang di dinding ruangan tempat kami berada..


ruangan ini menjadi tampak begitu luas..??


" bro kau sudah bangun ?? " terdengar suara nico yang bangkit berdiri setelah melihatku bangun di belakangnya..


sepertinya dia sedang berjaga. saat kami sedang beristirahat.


" ssstt.. diamlah nico. jangan sampai membangunkan mereka. mereka terlihat sangat kelelahan " sambil memberikan isyarat tangan. aku berbicara pelan dengan nico


" apa yang terjadi nico ? ruangan ini menjadi terlihat terang.. apa kau yang telah menyalakan obor besar yang ada di dinding-dinding itu ? " ucapku berdiri di samping nico sambil melihat sekeliling.


akan tetapi aku melihat ekspresi yang aneh dari wajah nico. dia terlihat kebingungan memandang ke arahku..


" hey. apa kau kesurupan hantu bodoh !? "


" hmm... apa sekarang aku tidak sedang bermimpi ?? " ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya


" apa maksudmu bermimpi ?? " jawabku berjalan mendekatinya dan berjongkok di hadapannya


" eh.. hah !? "


" tak ! " tanganku dengan cepat mendarat ke kepala nico


" sudah ku katakan jangan bising. "


" aduh. sakit.., ! jitakan ini nyata. berarti aku beneran tidak sedang bermimpi ?? "


" aku tidak mengerti nico. apa maksudmu itu !? "


" vi.. vinn ! "


" lihat. marissa jadi bangun karenamu "


ketika aku berdiri kembali untuk menyapa marissa. dia terlihat berlari dari tempatnya dan datang memelukku dengan erat..


" syukurlah... syukurlah vinn.. kamu selalu saja membuatku cemas hiks.. "


pelukan yang hangat ini membuatku merasa tenang..


rasanya tidak mengenakkan membuat seorang wanita merasa cemas seperti ini..


" maaf. aku membuat kalian merasa khawatir lagi.. "


" hm..mm.. tidak vinn. jangan berkata seperti itu. terimakasih sudah berjuang untuk kami " ucap marissa memelukku dan menyandarkan kepalanya ke dadaku


" ehem ! uhuk ! "


" ra.. rara !? " teriak kecil marissa sambil melepas pelukannya dengan cepat dariku setelah melihat rara yang datang mendekat.

__ADS_1


senyuman dingin itu. apa rara akan membunuhku ? ekspresi itu terlihat persis seperti yang ada di film-film pembantaian.


" ra.. apa kamu..


" brek ! " aku terdiam sejenak setelah menelan air liur ketenggorokanku. pelukan rara juga terasa hangat sampai saat ini. tidak jauh berbeda dari biasanya..


" hmm.. syukurlah vinn. aku bisa memelukmu seperti biasanya. aku taku..uut tidak bisa memelukmu seperti ini lagi.. "


tidak. tidak.. apa yang sedang rara dan marissa lakukan saat ini. suasana ini.. aku merasa mereka sedang perang dingin ?? aku bisa merasakan suhu dinginnya menjalar ke tubuhku.


" yah.. aku baik-baik saja. kalian tidak perlu khawatir lagi.. " ucapku tersenyum tipis menatap ke wajah marissa yang tampak begitu kesal


" kalian terlalu fokus melihatnya bangun kembali.. apa kalian tidak menyadari sesuatu ? "


" menyadari sesuatu ? " tanya rara pada nico sambil melepas pelukannya dariku


" lihatlah baik-baik. tidakkah kalian lihat dia bisa berdiri dan berjalan seperti biasanya ?? dia seperti tidak merasakan luka di kakinya lagi "


" ohhh benar. !! " teriakku kesenangan menyadari hal itu


" hah ? kenapa dirimu sendiri yang terlihat kaget duluan bro ?? apa kau bahkan lupa dengan rasa sakit yang kau alami sebelumnya ?? " tanya nico dengan ekspresi kebingungan


aku mulai menghentak-hentakan kedua kakiku ke lantai dan mencoba beberapa gerakan lainnya


" aku pikir aku tidak akan bisa menggerakan tubuhku selihai ini lagi "


" cih. kau mengabaikanku bro.. "


" kak... syukurlah.. syukurlah.. hiks. " ucap clara yang baru datang dari tempat istirahatnya. dia melihatku dan kemudian menangis menutup wajahnya dengan kedua tangan.


" ehhh?? kenapa aku yang membuatnya menangis ? "


" tidak kak. aku hanya merasa senang dapat melihatmu bergerak dengan leluasa seperti itu lagi "


baru kali ini aku merasa terus-terusan terharu. melihat orang disekelilingku yang begitu perhatian dengan kondisiku..


untuk aku yang biasanya tidak nyaman menjalin sebuah ikatan. ternyata menerima orang lain yang peduli padamu tidak buruk juga.


dulu aku juga pernah merasakan indahnya persahabatan. akan tetapi itu berakhir menyakitkan.. sebuah penghianatan membuatku muak dengan apa yang mereka sebut dengan pertemanan.


kurasa.. sedikitnya aku akan mencoba membuat ikatan itu kembali dengan mereka.


" aku senang bisa melihatmu pulih dengan cepat bro.. sepertinya lukaku juga mulai terlihat sembuh "


" oh ya. coba buat gerakan sedikit.. aku ingin melihatnya "


" ah. ti..tidak. hehe aku hanya berbohong... "


" humm ?? "


" jangan mengejekku seperti itu bro. ini hal yang normal. tubuhmu saja yang tidak normal bisa cepat sembuh dengan luka separah itu "


" tubuhku normal. hanya saja.., "


" hanya saja?? "

__ADS_1


bukan tubuhku yang tidak normal. saat aku merasa sekarat sebelumnya.., sebelum aku benar-benar kehilangan kesadaranku. aku merasa lukaku sedang di jilati oleh sesuatu. itu seperti lidah besar yang bercabang..


aku tidak yakin itu nyata atau cuma imajinasiku saja. karna aku benar-benar merasa sekarat saat itu..


tidak mungkin aku mengatakan hal yang tidak pasti seperti ini kepada mereka.


" tidak. tidak apa.. ya, anggap saja seperti itu. soalnya tubuhku sudah terbiasa sembuh dari luka-luka serius "


" oh.. ku kira kau akan mengatakan sesuatu yang membuatku merinding bro "


" kenapa kau mengatakan hal seperti itu nico ? "


" soalnya ada yang aneh dari suara pertarunganmu. "


benar. saat itu bukan pertarunganku saja.. aku benar-benar sudah jatuh dan sekarat.


" nico. suara apa yang kau dengar saat itu ?? " tanyaku penasaran


" gimana mengucapkannya ya. terdengar beberapa bunyi aneh dan suara hempasan yang keras "


" ya kak. di kegelapan itu, selain juga ada suara dentuman yang kuat. aku seperti mendengar suara mendesis di kegaduhan itu " tambah clara menyambung percakapan


" mendesis ?? "


" vinn..? kamu tampak begitu gugup ? " tanya rara menatap ke arahku


" ah... apa aku terlihat seperti itu ?? "


" ya. apa kamu sedang memikirkan sesuatu yang sulit?? "


" uh. tidak juga.. "


saat ini kami sedang berada di tempat menakutkan lainnya. terjebak di suatu ruang yang belum diketahui ujungnya dimana.


jika aku mengatakan sesuatu yang membuat pikiran mereka semakin terganggu. itu tidak akan baik..


" oh ya. bagaimana cara kalian mengetahui ada lampu obor yang terpasang di dinding ruangan ini ?? " tanyaku di hadapan mereka


" itu.. aku menemukannya saat aku bergerak gelisah di tempatku. aku menjedutkan kepalaku ke tempat dimana salah satu obor itu berada "ucap nico memasang ekspresi datar padaku


" pftth.. "


" hey bro. apa kau sedang menahan tertawa karenaku ?? "


" ah.tidak.., lalu selanjutnya ?? "


" saat setelah suasana menjadi tenang kami mulai mencari dimana keberadaanmu.. semua menjadi sangat khawatir ketika tidak ada jawaban sedikitpun darimu saat kami memanggilmu "


" benar kak. mayat - mayat monster yang tergeletak dimana-mana membuat kami kesulitan untuk menemukanmu. hingga beberapa waktu kami mencari.. aku melihat sedikit cahaya dari kalung giok yang ada padamu. "


" setelahnya aku mulai menghidupkan obor dengan pemantik api yang ada di kalungmu bro.. dengan menggunakan obor itu aku mencari dan menghidupkan obor yang lainnya. ruangan ini tampaknya masih terlihat panjang kedalam sana.. "


kalung giok ini memancarkan cahaya lagi ? padahal hingga aku jatuh sampai tak sadarkan diri . dia tidak menunjukan reaksi apapun.. begitu juga dengan saat ini. jika dia tidak membuka matanya.. batu giok ini hanya terlihat seperti batu giok pada umumnya dan tidak memancarkan cahaya sedikitpun..


" nico ada yang ingin aku tanyakan mengenai kalung batu giok ini padamu. tapi sebelum itu, aku ingin memeriksa bentuk dari para makhluk yang menyerangku tadi "

__ADS_1


" ya. mayat para makhluk itu ada disana.. " tunjuk nico ke arah tempat pertempuranku sebelumnya..


__ADS_2