Gavin- Survive On The Terrible Island

Gavin- Survive On The Terrible Island
Chapter 40


__ADS_3

" apaa !! u..ular raksasa ?? " teriak marissa mendengar penjelasanku


kenapa sekarang dia begitu terkejut ?


tsk! dia benar-benar tidak mendengar penjelasanku yang sebelumnya...


dan dari arah sampingku aku bisa mendengar suara gemertak gigi yang rapat layaknya orang yang sedang menahan gemetar di tubuhnya.


" bisakah kau tidak merapatkan gigimu seperti itu nico ? "


" uh.. bro. aku benar-benar tidak bisa berhenti gemetaran sekarang.."


" hoo ? kupikir kau sudah menjadi pemberani yang hebat saat menolak mendengarkanku menjelaskan tentang ular itu sebelumnya.. "


" ehh ? kapan aku menolak mendengarkanmu bro ? "


" cih. lupakan "


" lalu vinn. apa kamu tidak apa-apa ? apa kamu tidak terluka ? " tanya rara dengan wajah cemas sambil memeriksa tubuhku dari dekat.


uh ? aku sedang tidak mempunyai baju sekarang. rasanya jika seorang wanita sedang memeriksa tubuhku dari dekat seperti itu..


" a..anu ra.. jika kamu melihatku seperti itu aku merasa sedikit.. "


" a..ah maaf.. aku hanya khawatir " ucap rara menjauh dengan muka yang terlihat memerah


" ti..tidak apa ra. aku baik-baik saja kok. hanya mentalku saja yang sedikit melemah setelah berhadapan dengan ular besar itu "


" hmmm.. benarkah itu vinn ? kamu tidak sedang berbohong ? "


" benar ra.., aku baik-baik saja "


" apa ular itu sedang berhibernasi kak ? "


" aku juga sebelumnya sempat berpikir seperti itu cla.., tapi setelah kuperhatikan dari bentuk tubuhnya. sepertinya dia tidak sedang melakukan hibernasi. dia melingkar layaknya ular yang sedang bersantai atau tidur "


" hiihhh ! b..bro apa ular itu akan menyerang kesini ? "


" entahlah. jika dia datang pada kita untuk menyerang, kukatakan mustahil untuk melawan. "


" a.. apa ada cara untuk kabur jika ular itu me..menyerang bro ? "


" humm ?? kenapa kau menjadi gagap seperti itu nico "


" aa..aku ti..tidak gagapp... aa..aku ha..nya me..menahan gemetar ditubuhku bro.. "


" hoho.., jangan bilang kau sudah ngompol saat ini "


" eh ? "


nico yang merespon perkataanku berjalan mendekat dan memberikan isyarat untuk berbisik padaku " bisakah bro jangan mempermalukanku seperti itu.. "


" ohh.. apa kau malu ? "


" tentuu.. saja..., akuu sangat malu jika clara melihatku seperti itu " jawab nico berbisik sekali lagi padaku


" haa..., bisa-bisanya kau masih mengincar seorang gadis dalam keadaan di ujung tanduk seperti ini.. "


" aku akan menjawab pertanyaanmu sekali lagi nico.. "


" ya bro " ucap nico dengan suara lepas setelah berbicara tentang clara


uh. ini kah yang dinamakan semangat karena rasa suka ?


aku tidak mengerti. lupakan...


" aku akan menjawab. ada harapan untuk bisa kabur.. tapi jika ular itu bermaksud menyerang kita sudah dipastikan satu diantara kita akan menjadi korban "


" glup ! " terdengar suara nico yang memaksa menelan air liurnya ke tenggorokan. bukan cuma nico saja, mereka semua pasti sedang menahan nafasnya sekarang.


itu normal.., aku yang menyaksikannya langsung masih bisa merasakan tubuhku yang berat dan gemetar ketika membayangkan betapa mengerihkannya ular itu.


" sudah.., tidak usah terlalu dipikirkan.. " ucapku untuk menenangkan mereka " berdoa saja ular raksasa itu tidak menghampiri kita "


" apakah titanoboa memangsa manusia ? "


tanya rara dengan raut wajah yang cemas


" itu belum pasti. dia hidup jauh berjuta tahun yang lalu, belum pernah ada manusia yang bertemu dengan ular itu dicatatan sejarah. dan aku juga tidak yakin itu titanoboa yang melegenda walaupun bentuk dan ukurannya menyerupai "


" oh ya. apa kalian menemukan makanan ? "


" huh ? "


" eh ? "


" ada apa dengan kalian berdua marissa dan nico ? "


" bro. saat ini kita sedang cemas. tidak berpikiran sama sekali untuk makan "


" tsk ! berpikirlah dengan rasional ! kau pikir jika tubuhmu tidak diisi dengan energi. apa kau bahkan bisa mempunyai kekuatan untuk menggerakan kakimu itu ?? "


" be..benar "


" kalian harusnya sudah lama sadar. jangan samakan kehidupan nyaman kalian di kota dengan keadaan sekarang. aku tidak bisa sepenuhnya menjaga kalian "


" maaf bro.. "


" aku tidak butuh maafmu. jika aku maafkan sama saja aku membiarkanmu melakukan maaf-maaf yang selanjutnya "


" dan untuk para gadis sebaiknya kalian tidak mandi di sungai itu "


" kenapa begitu vinn ? " tanya marissa dengan ekspresi seperti ingin menolak perkataanku

__ADS_1


" ini hanya asumsiku saja. biasanya ular besar seperti itu mempunyai habitat yang sama dengan para buaya "


" uhh ! "


aku bisa mendengar mereka memaksa menelan air liur mereka sekali lagi. ini memang tempat yang sangat menakutkan.., tidak ada cara untuk keluar dari pulau dan sangat sulit untuk bertahan hidup.


" nico kemari dan bantu aku "


" baik bro. "


" para gadis tetaplah di tempat dan jangan lengah. kami tidak akan pergi jauh, hanya di sekitar sini juga untuk mengumpulkan beberapa makanan "


" oke vinn "


" ya kak "


" oke "


" bro makanan apa yang ingin kita kumpulkan ? " tanya nico sambil berjalan beriringan di sampingku


" kita akan menangkap dan mengumpulkan jangkrik "


" ehhh ?? janggkrikk boss ? "


" ya "


" apa tidak ada makanan lain bro ?? "


" benar. sangat sulit untuk mendapatkan makanan di sekitar sini. dan aku belum mengenal lingkungan sekitar. "


" bagaimana jika mencari ikan disungai ? "


" apa kau bodoh ? sudah kukatakan kemungkinan ada banyak buaya disungai itu "


" oh benar bro. aku lupa hehe "


" lalu dimana kita akan mencari jangkrik itu ? "


" disini "


" disini ? dirumput-rumput yang kita injak ini ? "


" benar. itu ada satu dekat di bawah kakimu.. tangkap itu "


" benar ! hup. aku mendapatkannya bro.." ucap nico kegirangan memegang jangkrik di tangan kanannya " wah jangkrik ini kelihatan gemuk.. aku jadi benar-benar ingin memakannya "


" hoo. baguslah kau tidak takut dengan jangkrik "


" kenapa aku harus takut ? "


" tidak.. tidak apa. kupikir orang kaya sepertimu takut atau jijik dengan hal seperti itu "


" cueh! sialan.., dia lompat ke mulutku !... aku akan memakanmu "


dia tidak mendengarkanku ??


" baiklah..., datanglah padaku para jangkrik ! "


dan setelah beberapa waktu kami mengumpulkan jangkrik di tangan kami..


" bro ! lihatlah aku mengumpulkan banyak jangkrik di saku celanaku " tunjuk nico ke arah saku celana bagian depannya


" bagus. sepertinya kau cukup ahli dalam menangkap jangkrik "


" hoho.., apa aku bisa di andalkan ?? "


" ya. untuk hal ini kau cukup hebat "


" tentu.., ngomong-ngomong dimana jangkrik yang kau dapatkan bro ? "


" hoo.., apa kau ingin bersaing denganku..? "


" tidak.. tidak.., mana mungkin seperti itu.., tapi ya..., kupikir punyaku lebih banyak "


" mungkin iya "


" wohoo.., akhirnya aku bisa maju satu langkah di depan bro gabin untuk satu hal "


" ini punyaku " ucapku menunjukan banyak jangkrik yang ku kaitkan di tumbuhan merambat seperti tali yang memanjang satu meter


" ehhh !!?? sial. kupikir aku bisa menang walaupun hanya untuk satu hal. kau terlalu serakah bro "


" tidak mungkin kau bisa menang melawanku dari kemampuan bertahan hidup "


" oh ya. benar juga.. , "


" ngomong-ngomong dimana kau mendapatkan semua kemampuan hebatmu ini bro ?? "


" ini adalah hasil dari pelatihan yang kudapatkan dari ayahku "


" ooh wow.., apa ayahmu sehebat itu? "


" dia memanglah laki-laki yang hebat. dia seorang komandan pasukan khusus "


" njir ! pantas saja. apa ku bisa ikut berlatih bersamanya bro ?? aku ingin kuat bersamamu "


" apa kau yakin ?? "


" yakin ! "


" tidak. dia tidak akan mau melatih orang sepertimu hanya dalam sekali lihat "


" eehhh ??. kalau begitu kamu saja yang melatih aku bro.. "

__ADS_1


" damn! hahahhaa.., kau pintar sekali membuat lelucon ya. aku sampai tidak bisa menahan ketawa "


" cih. aku senang sekaligus tersakiti melihatmu tertawa bro. aku serius ! "


" kau pikir aku mendapatkan semua kemampuan ini instant ? "


" oh iya juga. dari fisikmu yang begitu bagus sedikitnya aku mengerti. apa itu cukup dalam waktu dua minggu untuk berlatih bro ?? "


" hahahahaha ! hentikan.. hentikan itu.."


" hey aku sedang tidak melucu bro "


" oh kau serius ?? "


" seriuslah ! "


" baiklah aku akan jawab. "


" humm "


" jangan memasang muka sok serius seperti itu. aku benar-benar tidak bisa menahan tawa melihat muka lucumu "


" humm... sial lah bro.. aku beneran ingin sepertimu "


" ah.. untuk mendapat perhatian dari gadis yang kau suka ?? "


" humm benar... benar bro ! kau tau saja apa yang ada dipikiranku.. "


" haaah.. "


" kenapa kau menarik nafas yang dalam seperti orang tua bro.. "


" lupakanlah soal kau ingin menjadi seperti orang lain. wanita melihat laki-laki bukan dari fisik saja.. tapi ketulusan "


" uhh apa itu benar ? "


" ya. karena dari yang pernah ku baca dari sebuah buku. wanita itu menggunakan perasaan bukan logika layaknya laki-laki "


" oh ya ? lalu bagaimana caranya "


" buat dia senang dan bergantung padamu "


cih sial. aku ingin tertawa melihat diriku yang jomblo sejak lama ini mencerahkan fkboy sepertinya


" sepertinya kau benar. selama ini aku hanya menanggap wanita itu hiburan, karena aku tidak menyukai mereka. aku hanya menghabiskan uangku saja. aku tidak pernah berhasil mendapatkan seorang wanita yang tulus menyukaiku "


" ya. kan ? "


" tapi tetap saja aku ingin terlihat kuat sepertimu. agar aku bisa melindungi wanita yang aku sukai "


" kau pikir berapa lama waktuku hingga menjadi seperti ini ? "


" berapa lama emang. aku siap jika bahkan berlatih tiga tahun "


" pftthh haha. "


" hoi hoi.. "


" aku berlatih sejak umur lima tahun " ucapku menatap serius ke arah nico


" se.. serius ?? "


" apa aku kelihatan berbohong ?? "


" haaa. maka lupakanlah.. menjadi kuat hanya akan menjadi angan-anganku selamanya "


" kau salah dalam mengartikan kata kuat nico "


" salah ?? "


" ayahku pernah bilang. kuat itu bukan tentang fisik.., melainkan mental. jadi sekuat apapun fisik seseorang jika tidak punya nyali.. kau hanyalah cangkang kosong "


" humm ? "


mendengar perkataanku sepertinya nico dapat menangkap satu hal


" ya kan ? kau hanya perlu memperkuat mentalmu agar kau tidak lagi terlihat lemah dihadapan orang yang kau sukai.., lindungi dia dengan sepenuh hati agar dia dapat melihat ketulusanmu "


" be.. benar. "


" humm.. "


" bro ..? "


" ya. "


aku terkejut melihat ekspresi nico yang berubah menjadi sangat serius " ada apa dengan ekspresimu itu !? "


" angkat aku jadi adikmu ! "


" tidak ! "


" bro.... "


" tidak ! "


" brooooo .. "


" ooh kalian sudah kembali ?? " tanya marissa menyambut kembalinya aku dan nico


" brooooekgh.. uhuk.. uhuk.. uhuek ! "


" heh ?? kenapa dengan nico vinn ? " tanya marissa sekali lagi melihat keadaan nico yang menyedihkan

__ADS_1


" entahlah kurasa dia kesurupan siluman jangkrik ?? "


" haaah ?? "


__ADS_2